alexametrics
21.8 C
Malang
Friday, 12 August 2022

Bocah Sumawe yang Hilang Ditemukan di Karangploso

KABUPATEN – Bocah laki-laki berusia 8 tahun asal SumbermanjingWetan(Sumawe) yang hilang sejak 19 Juni lalu akhirnya ditemukan. Anak ketiga dari EmaWahyuni itu berada di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, sejak 24 Juni 2022.Sebelumnya dia sempat dibawa oleh Putra, kekasih ibunya, ke Jember untuk mencari pinjaman uang.

Seperti diberitakan sebelumnya, bocah berinisial N itu hilang kabar sejak 19 Juni 2022.Pada hari itu, dia diajak pergi oleh Putra yang bisa dibilang merupakan calon ayah tirinya. Pihak keluarga tidak pernah curiga kepada Putra lantaran warga Desa Sumberagung, Kecamatan SumbermanjingWetan itu sudah pernah berjanji akan menikah dengan EmaWahyuni.

Ternyata, ulah Putra membawa N pergi dari rumahnya menyimpan cerita yang cukup unik.Semua berawal dari denda berupa 50 sak semen yang diberlakukan pihak desa terhadap Putra.Penyebabnya, Putra ketahuan berkunjung ke rumah Ema hingga larut malam.Lantaran tidak punya uang, Putra menggunakan modus mengajak jalan-jalan N dengan membawa motor Honda Beat milik Ema.

KasiHumas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik menjelaskan, N dibawa oleh Putra untuk meminjam sejumlah uang ke saudaranya di Jember.Saat tiba di Jember, Putra menggadaikan motor milik Ema dengan harga Rp 2 juta.Uang itu kemudian dibelikan ponsel seharga Rp 700 ribu dan biaya perjalanan.

Kemudian, pada Jumat, 24 Juni 2022, Putra tiba kembali di Malang dan membawa N ke rumah temannya yang berinisial M di Desa Ngijo. Karena khawatir, M memberi tahu keluarga Ema tentang keberadaan sang bocah di rumahnya.

“Keluarga Emaakhirnya melaporkan masalah itu ke Polres Malang. Modus kejadian itu, terlapor membawa anak kecil tanpa izin atau tanpa pamit pihak keluarga selama 6 hari, mulai 19 Juni 2022 sampai tanggal 24 Juni 2022. Tujuannya untuk menemani terlapor mencari pinjaman uang,” ucap Taufik.

Akibat perbuatannya itu, putra dijerat  dengan dua pasal. Yaitu pasal 330 ayat 1 KUHP yang berbunyi, Barangsiapa dengan sengaja mencabut orang yang belum dewasa dari kuasa yang sah atasnya atau dari penjagaan orang yang dengan sah menjalankan penjagaan itu, dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun.

Putra juga dijerat pasal 372 KUHP yang berbunyi, Barangsiapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun. ”Saat ini terlapor sudah kami amankan,”tandas Taufik.(nif/fat)

KABUPATEN – Bocah laki-laki berusia 8 tahun asal SumbermanjingWetan(Sumawe) yang hilang sejak 19 Juni lalu akhirnya ditemukan. Anak ketiga dari EmaWahyuni itu berada di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, sejak 24 Juni 2022.Sebelumnya dia sempat dibawa oleh Putra, kekasih ibunya, ke Jember untuk mencari pinjaman uang.

Seperti diberitakan sebelumnya, bocah berinisial N itu hilang kabar sejak 19 Juni 2022.Pada hari itu, dia diajak pergi oleh Putra yang bisa dibilang merupakan calon ayah tirinya. Pihak keluarga tidak pernah curiga kepada Putra lantaran warga Desa Sumberagung, Kecamatan SumbermanjingWetan itu sudah pernah berjanji akan menikah dengan EmaWahyuni.

Ternyata, ulah Putra membawa N pergi dari rumahnya menyimpan cerita yang cukup unik.Semua berawal dari denda berupa 50 sak semen yang diberlakukan pihak desa terhadap Putra.Penyebabnya, Putra ketahuan berkunjung ke rumah Ema hingga larut malam.Lantaran tidak punya uang, Putra menggunakan modus mengajak jalan-jalan N dengan membawa motor Honda Beat milik Ema.

KasiHumas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik menjelaskan, N dibawa oleh Putra untuk meminjam sejumlah uang ke saudaranya di Jember.Saat tiba di Jember, Putra menggadaikan motor milik Ema dengan harga Rp 2 juta.Uang itu kemudian dibelikan ponsel seharga Rp 700 ribu dan biaya perjalanan.

Kemudian, pada Jumat, 24 Juni 2022, Putra tiba kembali di Malang dan membawa N ke rumah temannya yang berinisial M di Desa Ngijo. Karena khawatir, M memberi tahu keluarga Ema tentang keberadaan sang bocah di rumahnya.

“Keluarga Emaakhirnya melaporkan masalah itu ke Polres Malang. Modus kejadian itu, terlapor membawa anak kecil tanpa izin atau tanpa pamit pihak keluarga selama 6 hari, mulai 19 Juni 2022 sampai tanggal 24 Juni 2022. Tujuannya untuk menemani terlapor mencari pinjaman uang,” ucap Taufik.

Akibat perbuatannya itu, putra dijerat  dengan dua pasal. Yaitu pasal 330 ayat 1 KUHP yang berbunyi, Barangsiapa dengan sengaja mencabut orang yang belum dewasa dari kuasa yang sah atasnya atau dari penjagaan orang yang dengan sah menjalankan penjagaan itu, dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun.

Putra juga dijerat pasal 372 KUHP yang berbunyi, Barangsiapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun. ”Saat ini terlapor sudah kami amankan,”tandas Taufik.(nif/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/