alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Byur! Pria Berparas Tionghoa Terjun ke Sungai Brantas dan Tewas Dekat Tawira

MALANG KOTA-Petang hari Selasa (28/6) di aliran Sungai Brantas, Kecamatan Klojen mendadak geger. Pasalnya, sesosok jenazah berjenis kelamin pria ditemukan dekat jembatan taman wisata rakyat (Tawira), Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen. Kuat dugaan korban habis melakukan bunuh diri.

Informasi yang beredar, korban yang hingga kini belum ditemukan identitasnya melompat dari jembatan Jalan Kahuripan sekitar pukul 18.20. Kemudian ditemukan mengambang 18.30. Jenazah itu memiliki badan gemuk dengan perawakan keturunan Tionghoa. Korban yang diperkirakan berusia 50 tahun itu saat ditemukan hanya mengenakan kaus dalam dan celana dalam warna putih. Beberapa luka juga ditemukan di tubuh korban. Antara lain:  memar di dahi sebelah kanan dan betis kanan. Juga ada lecet di pundak kiri. Di tangan kanan juga terlihat seperti ada bekas operasi.

Keberadaan korban sebelum terjun ke sungai disaksikan oleh Nizarudin Rais, 32. Ia yang berjalan bersama rekannya, Dika Nova, 27, menyaksikan pria tersebut duduk di pagar pembatas jembatan. “Duduk, diam saja di sana. Sayang kami tidak melihat mukanya karena dia menghadap sungai (selatan, red),” terang dia.

Ketika itu mereka berdua habis jalan-jalan di sekitar Tugu dan dalam perjalanan pulang ke kos di Jalan Semeru. Keduanya hanya menyaksikan korban sedang duduk di pagar jembatan. Tidak terlihat jelas raut muka korban saat itu. Namun keduanya mencium bau badan yang menyengat. Sekilas mata melihat, korban nampak berkeringat seperti habis lari sore. Keduanya pun melanjutkan perjalanan.

Tetiba saja, terdengar bunyi “Byur!” dari arah sungai. Keduanya pun mengalihkan perhatian ke arah sungai. Di tempat terduduknya korban, tertinggal celana berwarna cokelat. Itu tersangkut di ranting pohon. Nizar sempat berteriak dengan orang yang ada di bawah jembatan. Bertanya apakah ada yang jatuh ke air. Kebetulan, di jembatan Kahuripan ada kafe. Mereka pun berinisiatif untuk turun ke bawah. “Katanya ada dua orang, satu ini belum ketemu,” ujar dia.  Kabar yang beredar, di jembatan kahuripan itu ada dua orang yang lompat ke sungai untuk bunuh diri. Satu laki-laki dan satu perempuan.

Kapolsek Klojen Kompol Dominggus F E Ximenes membenarkan informasi tersebut. “Betul, tadi infonya ada. Tapi sampai sekarang belum ada temuan yang menguatkan hal itu,” kata dia di lokasi penemuan. Hingga berita ini terbit, kepastian soal dua orang terjun ke sungai masih diselidiki polisi. Karena tidak adanya identitas yang ditemukan, jenazah tersebut dibawa ke Unit Forensik RSSA untuk menjalani visum. Identitas korban juga tengah dicari menggunakan sidik jari. (biy/mas)

MALANG KOTA-Petang hari Selasa (28/6) di aliran Sungai Brantas, Kecamatan Klojen mendadak geger. Pasalnya, sesosok jenazah berjenis kelamin pria ditemukan dekat jembatan taman wisata rakyat (Tawira), Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen. Kuat dugaan korban habis melakukan bunuh diri.

Informasi yang beredar, korban yang hingga kini belum ditemukan identitasnya melompat dari jembatan Jalan Kahuripan sekitar pukul 18.20. Kemudian ditemukan mengambang 18.30. Jenazah itu memiliki badan gemuk dengan perawakan keturunan Tionghoa. Korban yang diperkirakan berusia 50 tahun itu saat ditemukan hanya mengenakan kaus dalam dan celana dalam warna putih. Beberapa luka juga ditemukan di tubuh korban. Antara lain:  memar di dahi sebelah kanan dan betis kanan. Juga ada lecet di pundak kiri. Di tangan kanan juga terlihat seperti ada bekas operasi.

Keberadaan korban sebelum terjun ke sungai disaksikan oleh Nizarudin Rais, 32. Ia yang berjalan bersama rekannya, Dika Nova, 27, menyaksikan pria tersebut duduk di pagar pembatas jembatan. “Duduk, diam saja di sana. Sayang kami tidak melihat mukanya karena dia menghadap sungai (selatan, red),” terang dia.

Ketika itu mereka berdua habis jalan-jalan di sekitar Tugu dan dalam perjalanan pulang ke kos di Jalan Semeru. Keduanya hanya menyaksikan korban sedang duduk di pagar jembatan. Tidak terlihat jelas raut muka korban saat itu. Namun keduanya mencium bau badan yang menyengat. Sekilas mata melihat, korban nampak berkeringat seperti habis lari sore. Keduanya pun melanjutkan perjalanan.

Tetiba saja, terdengar bunyi “Byur!” dari arah sungai. Keduanya pun mengalihkan perhatian ke arah sungai. Di tempat terduduknya korban, tertinggal celana berwarna cokelat. Itu tersangkut di ranting pohon. Nizar sempat berteriak dengan orang yang ada di bawah jembatan. Bertanya apakah ada yang jatuh ke air. Kebetulan, di jembatan Kahuripan ada kafe. Mereka pun berinisiatif untuk turun ke bawah. “Katanya ada dua orang, satu ini belum ketemu,” ujar dia.  Kabar yang beredar, di jembatan kahuripan itu ada dua orang yang lompat ke sungai untuk bunuh diri. Satu laki-laki dan satu perempuan.

Kapolsek Klojen Kompol Dominggus F E Ximenes membenarkan informasi tersebut. “Betul, tadi infonya ada. Tapi sampai sekarang belum ada temuan yang menguatkan hal itu,” kata dia di lokasi penemuan. Hingga berita ini terbit, kepastian soal dua orang terjun ke sungai masih diselidiki polisi. Karena tidak adanya identitas yang ditemukan, jenazah tersebut dibawa ke Unit Forensik RSSA untuk menjalani visum. Identitas korban juga tengah dicari menggunakan sidik jari. (biy/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/