24.7 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Isu Penyuka Sesama Jenis di Pembunuhan Blimbing

MALANG KOTA – Ada sejumlah informasi baru di balik kasus pembunuhan pria bertato di Sungai Bango pada 10 Februari lalu. Antara tersangka yang bernama Mochammad Dendy Harjono, 44, dengan korban diduga memiliki hubungan sesama jenis. Kepada jaksa, Dendy mengaku sempat melakukan tindakan tidak senonoh sebelum membuang jenazah korban.

Kemarin siang (29/9), Dendy diserahkan penyidik kepolisian ke Kejaksaan Negeri Kota Malang sebagai tanda sempurnanya berkas perkara. Pria asal Kabupaten Purwakarta yang ditangkap polisi pada 4 Juni 2022 itu dijerat dengan beberapa pasal. ”Polisi menggunakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, 338 KUHP tentang pembunuhan, dan 362 KUHP tentang pencurian,” papar Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Eko Budisusanto SH MH.

Terungkapnya kasus itu bermula dari penemuan jenazah bertato di Sungai Bango, Jalan Teluk Bayur, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, pada 10 Februari 2022. Awalnya tidak ada yang menyangka bahwa pria bernama Hari Setiawan itu adalah korban pembunuhan. Polisi sempat menyatakan tidak ditemukan luka-luka yang mencurigakan. Bahkan keluarga korban menyatakan tidak akan melakukan penuntutan.

Beberapa hari kemudian, polisi menerima laporan penemuan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi N 5568 BB milik Hari. Penyelidikan pun dilakukan, dan akhirnya berubah menjadi perkara pembunuhan. Dendy ditangkap di rumah kos yang masuk wilayah Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, pada 4 Juni 2022.

Eko menceritakan, pembunuhan itu berawal dari pertemuan antara Dendy dan Hari pada 9 Februari 2022 malam. Awalnya, Hari menitipkan sepeda motornya ke Dendy, kemudian pergi. Korban kembali ke tempat pelaku keesokan dini hari, kemudian tidak sadarkan diri. ”Ada kesaksian yang menyebutkan bahwa korban habis mengonsumsi narkotika jenis pil double L dan sabu-sabu sebelum kembali ke rumah pelaku,” papar Eko.

Dendy lantas mencoba membangunkan Hari, namun tidak berhasil. Sekitar pukul 02.00, Dendy membawa Hari ke pinggir sungai dengan cara membonceng di atas sepeda motor. Kepada jaksa, Dendy mengaku sempat melakukan hal yang tidak senonoh pada Hari. Yakni melucuti celana dan memainkan kemaluan korban.

Masih tak sadar juga, Dendy mendorong tubuh Hari ke Sungai Bango dan meninggalkannya. Ketika hari sudah terang, dia kembali ke sungai dan mendapati jenazah sudah hanyut. Kronologi itulah yang disangkakan sebagai pembunuhan.

Dendy juga mengaku sedang punya masalah pribadi dengan Hari, sehingga dia tega mendorong tubuh korban ke sungai. Antara kedua orang tersebut memang diduga memiliki hubungan sesama jenis. ”Dia mengaku hanya jengkel saja sama korban. Perkara dia menyukai sesama jenis, tadi tidak dijelaskan. Nanti bisa lebih detail di persidangan,” papar Eko.

Saat jenazah Hari ditemukan sebenarnya terdapat beberapa luka, terutama di bagian wajah. Namun luka itu dianggap akibat gesekan atau benturan dengan batu di sungai. Dendy juga menyangkal tuduhan melakukan penganiayaan sebelum membuang Hari ke sungai.

Untuk pasal pencurian, polisi beralasan ada kesaksian yang mengatakan bahwa Dendy sempat menjual sepeda motor korban beberapa hari setelah kejadian. Namun dia tidak mendapat keuntungan. Pasalnya, sepeda motor yang sempat pindah tangan ke orang lain tersebut dikembalikan dengan alasan tidak cocok. (biy/fat)

MALANG KOTA – Ada sejumlah informasi baru di balik kasus pembunuhan pria bertato di Sungai Bango pada 10 Februari lalu. Antara tersangka yang bernama Mochammad Dendy Harjono, 44, dengan korban diduga memiliki hubungan sesama jenis. Kepada jaksa, Dendy mengaku sempat melakukan tindakan tidak senonoh sebelum membuang jenazah korban.

Kemarin siang (29/9), Dendy diserahkan penyidik kepolisian ke Kejaksaan Negeri Kota Malang sebagai tanda sempurnanya berkas perkara. Pria asal Kabupaten Purwakarta yang ditangkap polisi pada 4 Juni 2022 itu dijerat dengan beberapa pasal. ”Polisi menggunakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, 338 KUHP tentang pembunuhan, dan 362 KUHP tentang pencurian,” papar Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Eko Budisusanto SH MH.

Terungkapnya kasus itu bermula dari penemuan jenazah bertato di Sungai Bango, Jalan Teluk Bayur, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, pada 10 Februari 2022. Awalnya tidak ada yang menyangka bahwa pria bernama Hari Setiawan itu adalah korban pembunuhan. Polisi sempat menyatakan tidak ditemukan luka-luka yang mencurigakan. Bahkan keluarga korban menyatakan tidak akan melakukan penuntutan.

Beberapa hari kemudian, polisi menerima laporan penemuan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi N 5568 BB milik Hari. Penyelidikan pun dilakukan, dan akhirnya berubah menjadi perkara pembunuhan. Dendy ditangkap di rumah kos yang masuk wilayah Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, pada 4 Juni 2022.

Eko menceritakan, pembunuhan itu berawal dari pertemuan antara Dendy dan Hari pada 9 Februari 2022 malam. Awalnya, Hari menitipkan sepeda motornya ke Dendy, kemudian pergi. Korban kembali ke tempat pelaku keesokan dini hari, kemudian tidak sadarkan diri. ”Ada kesaksian yang menyebutkan bahwa korban habis mengonsumsi narkotika jenis pil double L dan sabu-sabu sebelum kembali ke rumah pelaku,” papar Eko.

Dendy lantas mencoba membangunkan Hari, namun tidak berhasil. Sekitar pukul 02.00, Dendy membawa Hari ke pinggir sungai dengan cara membonceng di atas sepeda motor. Kepada jaksa, Dendy mengaku sempat melakukan hal yang tidak senonoh pada Hari. Yakni melucuti celana dan memainkan kemaluan korban.

Masih tak sadar juga, Dendy mendorong tubuh Hari ke Sungai Bango dan meninggalkannya. Ketika hari sudah terang, dia kembali ke sungai dan mendapati jenazah sudah hanyut. Kronologi itulah yang disangkakan sebagai pembunuhan.

Dendy juga mengaku sedang punya masalah pribadi dengan Hari, sehingga dia tega mendorong tubuh korban ke sungai. Antara kedua orang tersebut memang diduga memiliki hubungan sesama jenis. ”Dia mengaku hanya jengkel saja sama korban. Perkara dia menyukai sesama jenis, tadi tidak dijelaskan. Nanti bisa lebih detail di persidangan,” papar Eko.

Saat jenazah Hari ditemukan sebenarnya terdapat beberapa luka, terutama di bagian wajah. Namun luka itu dianggap akibat gesekan atau benturan dengan batu di sungai. Dendy juga menyangkal tuduhan melakukan penganiayaan sebelum membuang Hari ke sungai.

Untuk pasal pencurian, polisi beralasan ada kesaksian yang mengatakan bahwa Dendy sempat menjual sepeda motor korban beberapa hari setelah kejadian. Namun dia tidak mendapat keuntungan. Pasalnya, sepeda motor yang sempat pindah tangan ke orang lain tersebut dikembalikan dengan alasan tidak cocok. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/