21.8 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Pegawai Lapas Diteror, Satu Pelaku Teridentifikasi

KABUPATEN – Teror bondet atau bom ikan melanda rumah keluarga Abdul Azis di Perumahan Pakis Hasanah, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis. Pelakunya dua orang yang mengendarai motor sport dan menenteng sebuah tas yang diduga berisi bondet. Aksi keduanya terekam CCTV, meski wajah mereka tertutup helm.

Kini, pemilik rumah yang merupakan pegawai Lapas Lowokwaru itu menyerahkan kasus tersebut ke kepolisian.

Kasus itu sebenarnya terjadi pada 24 Oktober lalu dan baru dirilis pada Sabtu (29/10). Meski tidak ada yang terluka, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.45 itu benar-benar menebar ketakutan.

“Saat terjadi lemparan bondet itu, yang bersangkutan (Abdul Azis) ada di kamar bersama istri dan anaknya. Ledakannya juga tidak sampai masuk rumah,” kata Kalapas Lowokwaru Heri Azhari Sabtu (29/10). Pelaku teror menggunakan motor yang tidak dilengkapi pelat nomor. Itu jelas dilakukan agar mereka sulit dilacak.

Namun rekaman CCTV juga menampilkan beberapa ciri-ciri yang cukup gamblang. Pengendaranya dua orang, samasama tidak mengenakan jaket. Pengemudinya mengenakan kaus warna biru motif kotakkotak. Juga mengenakan helm full face dengan visor warna hitam, sehingga wajahnya tidak terlihat. Sementara penumpangnya memakai pakaian lengan panjang berwarna putih. Mengenakan helm half face dengan visor yang agak terang, sehingga wajahnya sedikit terlihat.

Penumpang sepeda motor itu juga menenteng tas kecil warna hitam kombinasi abuabu. Tas itulah yang kemudian dilempar ke teras rumah korban. Namun sebelum melempar tas berisi bondet, keduanya sempat berkeliling untuk memantau keadaan. “Kalau dilihat dari rekaman CCTV, pelaku itu tidak dikenal, bisa jadi suruhan orang,” ucap Heri.

Pihaknya menduga jika aksi tersebut adalah ungkapan ketidaksenangan. Pasalnya, dalam lima bulan terakhir, Lapas Lowokwaru sedang giat melakukan pembersihan barang-barang terlarang. Termasuk di antaranya narkotika.

Heri mengatakan, dalam lima bulan tersebut, razia barang seperti senjata tajam dan ponsel juga marak dilakukan. Azis adalah salah seorang yang sering mendapatkan barang-barang yang tidak diperbolehkan tersebut. Baik yang diselundupkan maupun dilemparkan dari luar Lapas. “Terakhir kita dapat dua gram sabu-sabu dilemparkan ke luar Lapas saat malam,” ungkap dia.

Sejak beberapa pekan lalu, pengiriman barang ke dalam Lapas sebenarnya makin diperketat. Kuat dugaan, para pelaku atau penyuruh teror bondet tidak senang dengan hal tersebut. Kini, tinggal tugas polisi mencari tahu siapa yang melakukan pelemparan bom ikan itu.

“Kasus ini sudah ditangani Satreskrim Polres Malang. Untuk kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 500 ribu,” kata Kapolsek Pakis AKP Mohammad Lutfi saat dikonfirmasi kemarin siang. Angka tersebut berasal dari kursi dan meja kayu di teras rumah yang rusak.

Sementara itu, barang bukti yang diambil polisi saat olah TKP adalah batu kerikil isian bom ikan tersebut. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny K. Bara’langi membenarkan bahwa pihaknya yang menangani kasus ini. “Salah satu pelaku sudah kami identifikasi,” ujar dia melalui pesan singkat WhatsApp kemarin sore. (biy/fat)

KABUPATEN – Teror bondet atau bom ikan melanda rumah keluarga Abdul Azis di Perumahan Pakis Hasanah, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis. Pelakunya dua orang yang mengendarai motor sport dan menenteng sebuah tas yang diduga berisi bondet. Aksi keduanya terekam CCTV, meski wajah mereka tertutup helm.

Kini, pemilik rumah yang merupakan pegawai Lapas Lowokwaru itu menyerahkan kasus tersebut ke kepolisian.

Kasus itu sebenarnya terjadi pada 24 Oktober lalu dan baru dirilis pada Sabtu (29/10). Meski tidak ada yang terluka, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.45 itu benar-benar menebar ketakutan.

“Saat terjadi lemparan bondet itu, yang bersangkutan (Abdul Azis) ada di kamar bersama istri dan anaknya. Ledakannya juga tidak sampai masuk rumah,” kata Kalapas Lowokwaru Heri Azhari Sabtu (29/10). Pelaku teror menggunakan motor yang tidak dilengkapi pelat nomor. Itu jelas dilakukan agar mereka sulit dilacak.

Namun rekaman CCTV juga menampilkan beberapa ciri-ciri yang cukup gamblang. Pengendaranya dua orang, samasama tidak mengenakan jaket. Pengemudinya mengenakan kaus warna biru motif kotakkotak. Juga mengenakan helm full face dengan visor warna hitam, sehingga wajahnya tidak terlihat. Sementara penumpangnya memakai pakaian lengan panjang berwarna putih. Mengenakan helm half face dengan visor yang agak terang, sehingga wajahnya sedikit terlihat.

Penumpang sepeda motor itu juga menenteng tas kecil warna hitam kombinasi abuabu. Tas itulah yang kemudian dilempar ke teras rumah korban. Namun sebelum melempar tas berisi bondet, keduanya sempat berkeliling untuk memantau keadaan. “Kalau dilihat dari rekaman CCTV, pelaku itu tidak dikenal, bisa jadi suruhan orang,” ucap Heri.

Pihaknya menduga jika aksi tersebut adalah ungkapan ketidaksenangan. Pasalnya, dalam lima bulan terakhir, Lapas Lowokwaru sedang giat melakukan pembersihan barang-barang terlarang. Termasuk di antaranya narkotika.

Heri mengatakan, dalam lima bulan tersebut, razia barang seperti senjata tajam dan ponsel juga marak dilakukan. Azis adalah salah seorang yang sering mendapatkan barang-barang yang tidak diperbolehkan tersebut. Baik yang diselundupkan maupun dilemparkan dari luar Lapas. “Terakhir kita dapat dua gram sabu-sabu dilemparkan ke luar Lapas saat malam,” ungkap dia.

Sejak beberapa pekan lalu, pengiriman barang ke dalam Lapas sebenarnya makin diperketat. Kuat dugaan, para pelaku atau penyuruh teror bondet tidak senang dengan hal tersebut. Kini, tinggal tugas polisi mencari tahu siapa yang melakukan pelemparan bom ikan itu.

“Kasus ini sudah ditangani Satreskrim Polres Malang. Untuk kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 500 ribu,” kata Kapolsek Pakis AKP Mohammad Lutfi saat dikonfirmasi kemarin siang. Angka tersebut berasal dari kursi dan meja kayu di teras rumah yang rusak.

Sementara itu, barang bukti yang diambil polisi saat olah TKP adalah batu kerikil isian bom ikan tersebut. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny K. Bara’langi membenarkan bahwa pihaknya yang menangani kasus ini. “Salah satu pelaku sudah kami identifikasi,” ujar dia melalui pesan singkat WhatsApp kemarin sore. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/