Warga setempat memutuskan untuk mendobrak pintu rumah bernomor 105 itu sekitar pukul 07.30.Mereka pun menemukan Sugeng dalam keadaan tertelungkup di ruang tamunya.Kondisinya pun sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.Bagian wajahnya menghitam dan perutnya menggelembung.
Korban diketahui merupakan anggota Linmas atau hansip di wilayah tersebut.Dia bergabung sebagai anggota pertahanan sipil sejak tiga tahun lalu.Namun demikian Sugeng dikenal tertutup oleh warga. Hanya ketika berjaga saja ia terlihat dan mau berkomunikasi dengan warga sekitar.
Ketua RT 10 RW 06 TanjungrejoArisIsnaini mengatakan, sejak menjadi Linmas, Sugeng sudah tinggal sendirian di rumah itu. ”Sudah pisah ranjang dengan istrinya. Sejak saat itu memang terlihat perubahan sikap. Dari yang pendiam menjadi sedikit berandal, ” ucap dia.
Kematiannya pun cukup mengejutkan warga sekitar lingkungan RT 10 RW 06 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun.Apalagi pada hari Minggu lalu (8/6) Sugeng masih terlihat menjaga lingkungan.Hal itu juga diakui Kapolsek Sukun Kompol Nyoto Gelar.”Dia termasuk rajin dalam jaga lingkungan. Tetapi Rabu (8/6) itu sudah tidak pernah terlihat keluar lagi,” terang dia.
Dia menambahkan, sejak Rabu sebenarnya warga sudah mencium bau tidak sedap dari rumahnya.Menyerupai bau sampah.Tetapi bau itu sempat tidak dihiraukan warga.Bau itu makin menusuk pada Kamis, dansemakin menyengat pada hari-hari jelang penemuan jenazahnya.
Berkaitan dengan penyebab kematian, beberapa saksi menyatakan bahwa Sugengmemiliki riwayat penyakit. Sayangnya, tidak dijelaskan secara detail sakit apa yang di derita dan menjadi penyebab kematiannya. Di tubuh Sugeng juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka yang mencurigakan.Sekitar pukul 09.40, jenazah dievakuasi dan dibawa ke Unit Forensik RSSA untuk visum.(biy/fat) Editor : Mardi Sampurno