Korban tercatat atas nama Cicilia Elsa Jasuwiwanda, 22. Perempuan asal Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, itu merupakan mahasiswi perguruan tinggi swasta di Kota Malang. Data itu dikuatkan temuan kartu tanda anggota unit kegiatan mahasiswa (UKM) radio kampus tempat ia beraktivitas.
Berdasar keterangan saksi ke pihak kepolisian, malam itu lalu lintas di Jalan Raya Sengkaling sedang sepi. Maklum, jarum jam sudah menunjukkan angka 00.15. Dari arah timur tampak sebuah Honda PCX bernopol W 5151 JB melaju dengan kecepatan sedang. Motor itu dikendarai oleh Cicilia.
Saat tiba di lokasi kejadian, motor Cicilia disalip motor lain dari sebelah kiri. ”Kami belum bisa mengidentifikasi kendaraan yang mendahului korban dari sebelah kiri itu,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang Iptu Sunarko Rusbiyanto kemarin.
Pada saat aksi salip itu, motor Cicilia tersenggol dan oleng ke kanan. Dia malah ditabrak Kawasaki KLX bernopol N 6338 VAA dari belakang. Motor itu dikendarai Bimo Satria Putra, 19, warga Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. ”Setelah tertabrak dari belakang, pengendara Honda PCX jatuh dan mengalami luka parah di bagian kepala,” imbuh mantan KBO Satlantas Polres Malang itu.
Cicilia meninggal di lokasi kejadian. Sementara Bimo mengalami luka di pinggang dan ibu jari kaki kanan. Bimo langsung dilarikan ke Puskesmas Dau untuk mendapatkan perawatan. Sementara korban meninggal dibawa ke Unit Forensik RSSA untuk mendapatkan visum et repertum.
Salah satu anggota relawan yang berada di lokasi, Akhwan Affandi, menjelaskan bahwa luka yang dialami korban memang sangat parah. Dari hidung dan telinga kanannya tampak keluar darah. ”Kami beserta rekan-rekan di lokasi menduga korban mengalami pendarahan dalam,” ujarnya.
Saat dilakukan evakuasi, polisi maupun relawan menemukan helm dari korban meninggal. Para saksi di lokasi kejadian menduga korban berkendara jarak dekat, hendak kembali ke rumah kosnya yang tak jauh dari lokasi tersebut. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno