Modus Minta Dipijat, Terangsang, Paksa Anak Penuhi Nafsu

Eksfan alias Gowang, warga Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, tersangka pencabulan terhadap anak kandungnya.

MALANG KOTA-Sejuta cara Eksfan alias Gowang, 41, warga Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, menyiasati nafsunya tersalurkan kepada Melati, 19, putri semata wayangnya. Dari modus minta pijat hingga ancaman.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan dalam persetubuhan pertama tahun 2014, tersangka yang saat itu habis bekerja menggunakan modus minta dipijat kepada Melati.

“Minta pijat sama anaknya, lama-lama terangsang dan akhirnya memaksa si putrinya untuk memenuhi hasratnya lengkap dengan ancaman kekerasan bila korban melapor kepada siapapun,” kata Azi saat press release kasus pencabulan bapak terhadap anak kandung, di Mapolresta Malang, Senin (29/6).

Hasrat terpenuhi, lanjut Azi, Eksfan memberikan uang jajan sebesar Rp 50 ribu kepada korban, dan cara itu berlanjut hingga enam tahun kedepan. Azi menyebut bila pelaku juga memiliki orientasi seksual yang berbeda, yakni bernafsu pada anak sendiri.

“Jadi dengan cara yang sama, diancam dan diberi uang. Namun si bapaknya ini biasa terangsang sehabis mandi, jadi masih handukan dia lihat anaknya langsung terangsang. Dilakukan saat rumah sepi, biasanya siang,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Malang tersebut.

Untungnya, korban sendiri tidak mengalami kehamilan akibat perbuatan bejat ayah tirinya. Melati sendiri masih mengalami trauma dan tengah menjalani pemulihan psikologis.

“Dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menggandeng pihak terkait untuk secara bertahap memulihkan psikologis si korban yang statusnya masih sekolah SMA,” ujar Azi.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 81 ayat 3 Undang Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindung Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Pewarta: Biyan Mudzaky Hanindito
Foto: Rubianto
Editor: Hendarmono Al Sidarto