alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Kekenyangan Saat Buka Puasa, Begini Risiko Yang Harus Diterima

RADAR MALANG – Di bulan puasa, banyak orang yang kurang bisa mengontrol nafsu makan. Setelah seharian puasa, makanan dan minuman yang terhidang di meja langsung disantap dengan jumlah berlebihan. Hal ini bisa berbahaya karena bisa berdampak buruk pada metabolisme dan gula darah.

Dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia dr Wahyu Ika Wardhani MBiomed, M Gizi, SpGK menjelaskan, asupan berlebih selain dapat meningkatkan berat badan, juga memicu penyakit metabolik. Sementara jika asupan kurang, dapat menyebabkan kurang gizi, sehingga daya tahan tubuh menurun dan mudah terinfeksi penyakit.
’’Kebutuhan makanan tiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia, jenis kelamin, tinggi badan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan lain-lain,’’ paparnya.

Hal senada dikatakan oleh Ahli Gizi Scott Keatley, RD, dari Keatley Medical Nutrition Therapy dalam Womens Health Magazine, Minggu (11/4). Saat berbuka puasa, kata dia, lakukanlah dengan perlahan dan pilihlah makanan dengan bijak. Makan banyak makanan yang tinggi karbohidrat dan gula dalam waktu singkat tidak akan membuat tubuh merasa nyaman. ’’Jika terlalu banyak karbohidrat ke dalam aliran darah Anda saat perut kosong, Anda akan merasa tidak nyaman,’’ katanya.

’’Ini bisa membuat Anda mengalami ketidakstabilan glikemik (gula darah) sepanjang hari, menyebabkan masalah dengan tingkat energi dan kontrol nafsu makan. Itu bisa merugikan,’’ tambahnya.

Keatley mengakui memang sangat mudah untuk makan berlebihan hingga sampai kekenyangan saat berbuka puasa. Cobalah porsi kecil lalu mulai dengan makan makanan lain beberapa jam kemudian. ’’Rencanakan, rencanakan, dan sesuaikan dengan kebutuhan,’’ kata Keatley.

Bisa mulai dengan sesuatu yang manis, kacang-kacangan dan biji-bijian. Misalnya, Anda bisa makan segenggam almond sebelum makan makanan besar. ’’Yang terbaik adalah fokus pada pilihan bergizi. Saya akan merekomendasikan protein lengkap yang memiliki lemak sehat dan sarat dengan vitamin dan mineral, seperti telur,” katanya.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Di bulan puasa, banyak orang yang kurang bisa mengontrol nafsu makan. Setelah seharian puasa, makanan dan minuman yang terhidang di meja langsung disantap dengan jumlah berlebihan. Hal ini bisa berbahaya karena bisa berdampak buruk pada metabolisme dan gula darah.

Dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia dr Wahyu Ika Wardhani MBiomed, M Gizi, SpGK menjelaskan, asupan berlebih selain dapat meningkatkan berat badan, juga memicu penyakit metabolik. Sementara jika asupan kurang, dapat menyebabkan kurang gizi, sehingga daya tahan tubuh menurun dan mudah terinfeksi penyakit.
’’Kebutuhan makanan tiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia, jenis kelamin, tinggi badan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan lain-lain,’’ paparnya.

Hal senada dikatakan oleh Ahli Gizi Scott Keatley, RD, dari Keatley Medical Nutrition Therapy dalam Womens Health Magazine, Minggu (11/4). Saat berbuka puasa, kata dia, lakukanlah dengan perlahan dan pilihlah makanan dengan bijak. Makan banyak makanan yang tinggi karbohidrat dan gula dalam waktu singkat tidak akan membuat tubuh merasa nyaman. ’’Jika terlalu banyak karbohidrat ke dalam aliran darah Anda saat perut kosong, Anda akan merasa tidak nyaman,’’ katanya.

’’Ini bisa membuat Anda mengalami ketidakstabilan glikemik (gula darah) sepanjang hari, menyebabkan masalah dengan tingkat energi dan kontrol nafsu makan. Itu bisa merugikan,’’ tambahnya.

Keatley mengakui memang sangat mudah untuk makan berlebihan hingga sampai kekenyangan saat berbuka puasa. Cobalah porsi kecil lalu mulai dengan makan makanan lain beberapa jam kemudian. ’’Rencanakan, rencanakan, dan sesuaikan dengan kebutuhan,’’ kata Keatley.

Bisa mulai dengan sesuatu yang manis, kacang-kacangan dan biji-bijian. Misalnya, Anda bisa makan segenggam almond sebelum makan makanan besar. ’’Yang terbaik adalah fokus pada pilihan bergizi. Saya akan merekomendasikan protein lengkap yang memiliki lemak sehat dan sarat dengan vitamin dan mineral, seperti telur,” katanya.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru