alexametrics
22.6 C
Malang
Wednesday, 23 September 2020

Pakistani Vibe di Malang, Rasakan Atmosfernya pada Punjab Restaurant

Kuliner Malang

- Advertisement -
- Advertisement -

MALANG KOTA – Belum pernah ke India atau Pakistan, atau sudah pernah ke sana namun rindu dengan kulinernya? Nggak bisa kesana karena pandemi? Jangan khawatir. Karena cukup di Malang saja, Anda bisa merasakan atmosfer dan vibe Pakistan.

Punjab Restaurant yang berlokasi di Jalan Syarif Al Qodri atau Embong Arab, menyajikan kuliner khas Pakistan dengan cita rasa asli negara indah tersebut. Menu paling terkenal dari masakan İndia adalah Nasi Biryani.

Terbuat dari beras basmati yang dimasak dengan beragam rempah khas timur tengah. Misalnya cengkeh, kayu manis, kapulaga, jinten, dan dilengkapi garam masala. Garam masala adalah bumbu khas India atau Pakistan yang berisi lebih dari 10 rempah. Dinikmati dengan chicken tandoori. Ayam rempah bumbu merah dan dibakar.

Tidak hanya itu, chapli kabab atau kebab khas Pakistan juga patut untuk dicoba. Terbuat dari daging sapi atau kambing pilihan yang digiling dan dicampur demgan bawang bombay, irisan tomat serta rempah pilihan. Dibentuk layaknya patty burger. Digoreng dengan sedikit minyak dan api sedang. Rasanya? Jangan diragukan lagi. Tasty dan juicy serta full of rempah pastinya.

Naan, aloo kari, chicken karahi, dan chicken tikka juga perlu dicoba? Apa itu? Yuk kenalan satu persatu. Naan adalah roti khas Pakistan terbuat dari tepung terigu yang dimasak dengan cara dibakar. Sedangkan aloo kari merupakan kari kentang, aloo adalah kentang dalam Bahasa İndia, Pakistan atau Nepal. Kentang dimasak dengan bumbu kari khas berasa juara.

Chicken tikka, tampilannya seperti sate dengan bumbu merah dan dicocol di yoghurt serta bumbu bawang putih dan cabai hijau. (Istimewa)

Chicken karahi adalah ayam dengan bumbu kuning berempah tanpa santan. Bumbunya meresap ke dalam daging. Dipadu dengan rasa strong dari rempah dan pedas yang mild. Cara makannya, naan dicocol ke aloo kari atau kuah chicken karahi.

Selanjutnya, adalah chicken tikka. Tampilannya seperti sate dengan bumbu merah dan dicocol di yoghurt serta bumbu bawang putih dan cabai hijau. Tikka dalam bahasa Pakistan adalah tusuk.

Setelah puas makan semua makanan gurih dan berempah itu, saatnya menyantap kudapan manis sebagai penutupnya. Gulap jamun adalah salah satu dessert yang direkomendasikan.

Terbuat dari bola susu dan berkuah campuran madu yang manis. Bagi penikmat manis, sajian ini sangat memanjakan lidah.

Semua masakan ini, dimasak dengan resep dan pengolahannya pun langsung dengan cara Pakistan. Pemasaknya tak lain dan tak bukan adalah sang pemilik usaha, İsrath Ali Khan. Dia adalah orang Pakistan asli yang sudah tinggal belasan tahun di Indonesia.

Laki-laki yang akrab disapa Alex ini menjelaskan, semua menu yang disajikan merupakan resep dan cita rasa otentik khas Pakistan. “Resep turun temurun dari keluarga saya. Semua anak laki-laki Pakistan jika menjadi perantau pasti bisa masak,” kata Alex dengan bahasa Indonesia yang lancar, didampingi oleh adik kandungnya, Sujat Ali Khan, Minggu (13/9).

Alex menjelaskan, semua masakan yang disajikan halal dan terbuat dari bahan pilihan. “Halal semua, jadi jangan ragu makan di tempat kami,” kata dia meyakinkan.

Restoran ini buka setiap hari. Mulai pukul 10.00 hingga pukul 09.00 malam. Harga yang ditawarkan sangat ramah kantong, dengan rasa premium. Mulai dari Rp 5 ribu. Satu porsi nasi biryani dengan porsi mengenyangkan hanya Rp 18 ribu.

Rasa yang nikmat dari restoran ini sudah tidak diragukan lagi. Sudah tidak terhitung pelanggan yang selalu repeat order. Misalnya saja El Afzali, asal Afghanistan yang datang bersama dengan kekasihnya, Elvi Triani.

“Rasanya enak, saya suka taste otentik khas Timur Tengah,” kata mahasiswa satu kampus di Malang ini dengan bahasa Inggris. “Saya suka rasanya, semua suka. Walau masakan Pakistan tapi cocok dengan lidah Indonesia saya. Dan yang pasti halal,” timpal Elvi.

- Advertisement -

Latest news

PKKMB Uniga, Ajak Maba Tetap Semangat di Tengah Pandemi Covid-19

MALANG – Universitas Gajayana Malang menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020 -2021. Dalam kegiatan yang digelar secara daring dan luring selama tiga hari tersebut, Uniga mengangkat tema Tetap Semangat di Era Pandemi Covid-19, Bersama Uniga Menjadi yang Terdepan dan Berkarakter.
- Advertisement -

PLN UP3 Malang Salurkan 50 Tong Sampah di Pantai Selatan

MALANG - Sebanyak 50 tong sampah dibagikan di daerah wilayah pantai selatan yakni, Pantai Balekambang dan Sendang Biru, kabupaten Malang dalam rangka “Word Clean Up Day 2020”, Selasa (22/9). Sebagai wujud kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar, karena saat ini sampah menjadi masalah serius terutama di daerah wisata terbuka seperti pantai.

Besok Pengundian Nomor Urut, KPU Batasi Tiap Paslon Bawa 12 Pendukung

Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini menambahkan, semua yang hadir dalam kegiatan pengundian nomor urut paslon juga harus mengenakan protap kesehatan. Hal ini juga sudah diatur dalam aturan Pilkada serentak.

Arema FC Kembali Genjot Fisik dan Bangun Chemistry di Pantai

”Kami ingin ada suasana baru pada latihan. Selain juga, ingin semakin meningkatkan fisik dan kebersamaan para pemain,” jelas pelatih kepala Arema Carlos Oliveira kemarin (22/9).

Related news

Griya Eskimo, Tawarkan Cita Rasa Es Krim Era Kolonial

MALANG - Jika melihat sekilas, rumah yang berada di Jalan Gresik Nomor 3 Kota Malang ini terlihat seperti rumah biasa. Namun saat memasuki terasnya, rumah ini adalah kafe yang menjual aneka roti, pastry, serta es krim bernama Griya Eskimo Snack & Ice Cream. Eskimo sendiri merupakan produk es krim yang berpusat di Surabaya, sejak 31 tahun lalu sang pemilik Griya Eskimo Snack & Ice Cream Jeane Tondokusumo membuka cabang di Kota Malang.

Bukan Mang Soleh, Malang Juga Punya Odading Legend Lho

RADARMALANG - Odading alias roti goreng mendadak viral, gegara salah satu warganet membuat video pantun promosi odading Mang Soleh di bandung. Ternyata, Malang juga punya penjual roti dan cakwe legendaris. Namanya Heci Abah Tar.

Toko Madjoe, Setia dengan Interior Klasik dan Resep Kue Era Belanda

MALANG - Madjoe. Nama toko yang menggunakan ejaan lama. Sesuai dengan namanya, desain tempat juga berbahan klasik, yakni papan nama, pintu, jendela, hingga lantai berbintiknya semua full berbahan kayu. Sehingga melalui penampilan cukup menegaskan kalau toko yang berada di Pecinan Pasar Besar ini sudah lama berdiri. Saat ini, penjual mengaku agak sepi karena Covid-19, namun oven kuno dengan tabung minyak tanahnya masih sanggup memproduksi kue-kue klasik setiap hari.

Makan Bandeng Anti Ribet di Bandeng Bangzat

Olahan bandeng menjadi salah satu kuliner nikmat namun membutuhkan effort tinggi saat menyantapnya. Duri yang menyatu dalam daging ditambah aroma tanah seringkali membuat orang enggan menikmati olahan ikan yang satu ini.
- Advertisement -