alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Sarapan Buryam: Ada Garlic dan Mangkok Merah, Ini Keistimewaannya

MALANG KOTA – Bubur ayam (Buryam) menjadi salah satu menu sarapan favorit warga Kota Malang, khususnya untuk sarapan.

Selain karena rasa yang lezat dan tetap bergizi, bubur ayam tentunya dipilih karena mengenyangkan.

Banyak ditemui penjual kuliner ini di Kota Malang, tapi tak ada salahnya bila kamu mencoba Bubur Ayam Garlic dan Bubur Ayam Mangkok Merah. Apa istimewanya?

Bubur Ayam Garlic

Tak hanya menyuguhkan bubur berwarna putih, tapi juga berinovasi dengan sajian bubur warna merah. (Foto: Darmono/Radar Malang)

Warung Bubur Ayam Garlic berlokasi di Jalan Terusan Dieng, tepatnya kawasan Universitas Merdeka Malang. Kuliner ini tergolong banyak penggemarnya.

Sang owner, Irene Lestari bersama sang suami, Gregorius Agung tak hanya menyuguhkan bubur berwarna putih, tapi juga berinovasi dengan sajian bubur warna merah.

Pecinta kuliner yang penasaran bisa memesan varian bubur merah putih yang disajikan dalam satu mangkok.

”Dari awal kita buka sudah ada menu bubur merah putih ini, memang jualnya ya dua macam itu,” ujar Irene.

Ia sengaja menambah pilihan bahan beras merah agar mereka yang tengah diet juga tetap bisa menikmati bubur.

Ada tiga pilihan menu yang disediakan di tempat ini. Yakni bubur spesial, bubur jakarta, dan bubur garlic. Perbedaan terletak pada penyajian ayamnya.

Untuk bubur Jakarta, topping-nya adalah ayam kecap dengan rasa dominan manis.

Sedangkan bubur garlic dilengkapi dengan ayam bumbu bawang suwir yang menonjolkan rasa asin dan gurih. Sementara untuk bubur ayam spesial adalah perpaduan keduanya.

Pengolahan ayamnya pun ada ciri khasnya sendiri ”Ayamnya setelah direbus terus dipanggang dulu. Setelah disuwir-suwir terus dibumbui lagi,” terang Irene.

Sementara untuk urusan kuah, Irene mengaku lebih memilih menggunakan kaldu ayam asli dibandingkan santan.

Wanita asli Jawa Barat ini mengaku memadukan bubur ayam khas Jakarta dengan lidah orang Malang.

Irene mengamati, kebanyakan warga Malang suka dengan makanan yang banyak bawangnya.

Berbekal pengamatan itu, dia memutuskan untuk menambahkan bubuk bawang di setiap porsi buburnya.

Bubur Ayam Mangkok Merah

Bubur ayam Mangkok Merah ini dilengkapi kuah kare, ayam suwir, kacang kedelai, bawang goreng, serta kerupuk. (Foto: Darmono/Radar Malang)

Berlokasi di Jalan Belakang RSU atau belakang Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, warung Bubur Ayam Mangkok Merah sudah dikenal karena kelezatannya.

Sekilas, bubur ayam yang diracik Irman Mukhlisin sang owner bubur ayam Mangkok Merah ini memang tak jauh beda dengan bubur ayam pada umumnya.

”Bedanya mungkin di kuah karenya ya. Kalau kuah kami pakai santan dan rasanya lebih dominan gurihnya,” kata pria asal Kuningan Jawa Barat ini.

Dilengkapi dengan kuah kare yang cukup melimpah, ada ayam suwir, kacang kedelai, bawang goreng, serta kerupuk.

Saat mencoba bubur ayam yang satu ini, gurihnya kuah kare yang berpadu dengan topping-nya, langsung terasa maknyus di lidah.

Cara menyantapnya dengan diaduk ataupun tidak, bubur ayam Mangkok Merah ini sama-sama terasa lezatnya.

Irman Mukhlisin, owner bubur ayam Mangkok Merah. (Foto: Darmono/Radar Malang)

Menurut Irman, selain bubur ayam, di warungnya juga menyuguhkan bubur kacang ijo, bubur ketan hitam hingga seblak.

Namun menu bubur ayam memang menjadi yang paling diminati. Meski baru beberapa tahun membuka usaha di Malang bersama istrinya, Lilis, kini Irman sudah memiliki dua cabang. Yakni di Jalan Tlogomas dan Jalan Kaliurang.

Diakui Irman, sebelum di Malang dia sempat membuka warung di sejumlah kota. Dia mendapatkan resep spesial bubur ayam dari keluarganya.

Pewarta: Arlita Ulya Kusuma, Mustika Cristianingsih

MALANG KOTA – Bubur ayam (Buryam) menjadi salah satu menu sarapan favorit warga Kota Malang, khususnya untuk sarapan.

Selain karena rasa yang lezat dan tetap bergizi, bubur ayam tentunya dipilih karena mengenyangkan.

Banyak ditemui penjual kuliner ini di Kota Malang, tapi tak ada salahnya bila kamu mencoba Bubur Ayam Garlic dan Bubur Ayam Mangkok Merah. Apa istimewanya?

Bubur Ayam Garlic

Tak hanya menyuguhkan bubur berwarna putih, tapi juga berinovasi dengan sajian bubur warna merah. (Foto: Darmono/Radar Malang)

Warung Bubur Ayam Garlic berlokasi di Jalan Terusan Dieng, tepatnya kawasan Universitas Merdeka Malang. Kuliner ini tergolong banyak penggemarnya.

Sang owner, Irene Lestari bersama sang suami, Gregorius Agung tak hanya menyuguhkan bubur berwarna putih, tapi juga berinovasi dengan sajian bubur warna merah.

Pecinta kuliner yang penasaran bisa memesan varian bubur merah putih yang disajikan dalam satu mangkok.

”Dari awal kita buka sudah ada menu bubur merah putih ini, memang jualnya ya dua macam itu,” ujar Irene.

Ia sengaja menambah pilihan bahan beras merah agar mereka yang tengah diet juga tetap bisa menikmati bubur.

Ada tiga pilihan menu yang disediakan di tempat ini. Yakni bubur spesial, bubur jakarta, dan bubur garlic. Perbedaan terletak pada penyajian ayamnya.

Untuk bubur Jakarta, topping-nya adalah ayam kecap dengan rasa dominan manis.

Sedangkan bubur garlic dilengkapi dengan ayam bumbu bawang suwir yang menonjolkan rasa asin dan gurih. Sementara untuk bubur ayam spesial adalah perpaduan keduanya.

Pengolahan ayamnya pun ada ciri khasnya sendiri ”Ayamnya setelah direbus terus dipanggang dulu. Setelah disuwir-suwir terus dibumbui lagi,” terang Irene.

Sementara untuk urusan kuah, Irene mengaku lebih memilih menggunakan kaldu ayam asli dibandingkan santan.

Wanita asli Jawa Barat ini mengaku memadukan bubur ayam khas Jakarta dengan lidah orang Malang.

Irene mengamati, kebanyakan warga Malang suka dengan makanan yang banyak bawangnya.

Berbekal pengamatan itu, dia memutuskan untuk menambahkan bubuk bawang di setiap porsi buburnya.

Bubur Ayam Mangkok Merah

Bubur ayam Mangkok Merah ini dilengkapi kuah kare, ayam suwir, kacang kedelai, bawang goreng, serta kerupuk. (Foto: Darmono/Radar Malang)

Berlokasi di Jalan Belakang RSU atau belakang Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, warung Bubur Ayam Mangkok Merah sudah dikenal karena kelezatannya.

Sekilas, bubur ayam yang diracik Irman Mukhlisin sang owner bubur ayam Mangkok Merah ini memang tak jauh beda dengan bubur ayam pada umumnya.

”Bedanya mungkin di kuah karenya ya. Kalau kuah kami pakai santan dan rasanya lebih dominan gurihnya,” kata pria asal Kuningan Jawa Barat ini.

Dilengkapi dengan kuah kare yang cukup melimpah, ada ayam suwir, kacang kedelai, bawang goreng, serta kerupuk.

Saat mencoba bubur ayam yang satu ini, gurihnya kuah kare yang berpadu dengan topping-nya, langsung terasa maknyus di lidah.

Cara menyantapnya dengan diaduk ataupun tidak, bubur ayam Mangkok Merah ini sama-sama terasa lezatnya.

Irman Mukhlisin, owner bubur ayam Mangkok Merah. (Foto: Darmono/Radar Malang)

Menurut Irman, selain bubur ayam, di warungnya juga menyuguhkan bubur kacang ijo, bubur ketan hitam hingga seblak.

Namun menu bubur ayam memang menjadi yang paling diminati. Meski baru beberapa tahun membuka usaha di Malang bersama istrinya, Lilis, kini Irman sudah memiliki dua cabang. Yakni di Jalan Tlogomas dan Jalan Kaliurang.

Diakui Irman, sebelum di Malang dia sempat membuka warung di sejumlah kota. Dia mendapatkan resep spesial bubur ayam dari keluarganya.

Pewarta: Arlita Ulya Kusuma, Mustika Cristianingsih

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/