alexametrics
23.4 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Bakso PLN, Biar Ngemper Tetep Yahud

MALANG KOTA – Yang namanya kuliner bakso, Kota Malang memang juaranya. Nggak yang di resto, nggak yang di gerobak pinggir jalan, semuanya enak. Buat Anda penggemar bakso, bisa sesekali mencoba Bakso PLN 354.

Lokasinya ada di bundaran Jalan Celaket, Jalan Basuki Rahmat 100, dekat kantor PLN Area Malang. Rombong bakso milik Pak Sarno ini nyaris tak pernah sepi pembeli, apalagi saat jam makan siang.

“Hampir setiap hari seperti ini, jam makan siang kantor pasti banyak yang datang. Kadang ada juga yang menepi,” terang Sarno.

Pilihan ragam bakso yang disediakan antara lain dari gorengan yang terdiri dari bentuk panjang, mekar, dan bakso goreng, sampai berbagai menu di dalam panci yang berisi bakso halus besar dan kecil, cilok, tahu serta siomay. Sarno mengaku dalam sehari bisa menghabiskan 200 porsi.

”Ya, tidak mesti, rata-rata sih segitu,” imbuhnya.

Sensasi berbeda pun bisa dirasa ketika sesuap bakso besar sudah masuk di mulut, tidak seperti bakso lain, sensasi seimbang antara tepung dan daging membuatnya rasa daging begitu terasa dan menimbulkan sensasi kenyal yang pas.

”Alhamdulillah banyak yang merasakan seperti itu, makanya banyak juga yang kembali lagi ke sini,” kata dia.

Sesuai namanya, bakso gerobakan ini sejak dibuka sudah berada dekat lingkungan kantor PLN. Berdiri sejak 1995, awalnya Sarno berjualan di dalam area kafetaria pegawai yang berada di sebelah Masjid PLN. Namun karena ada perubahan atau renovasi, gerobak miliknya harus bergeser ke bagian depan, dekat pintu gerbang.

”Dulu itu masih di dalam dan yang makan memang orang PLN semua atau mereka yang mau ke pelayanan,” ungkap dia.

Dengan letaknya yang di luar kantor, tentu pelanggan dari berbagai kalangan bisa dengan mudah mampir di gerobak baksonya. ”Ya, makin banyaklah yang ke sini, dulu kurang kelihatan karena ada di dalam. Namun sekarang makin terlihat dan makin banyak yang datang,” tambahnya.

Barulah di tahun 2010, dia menempati posisi sekarang, bergeser ke sebelah selatan dekat garasi mobil operasional berwarna abu-abu khas PLN.

Dengan jam operasional mulai dari pukul 10.00 pagi hingga 16.30 saat azan Maghrib, ritme penjualan sebanyak 200 porsi bisa terpenuhi. Namun, kesulitan lain untuk menyantap kuliner dari daging ini ialah jadwal libur yang tidak menentu.

”Kalau capek ya tidak jualan, makanya saya tempel stiker yang isinya nomor handphone saya” ujarnya. Untuk harga menu yang ditawarkan, satu butir bakso besar diharga Rp 4000, bakso kecil Rp 2000. Sementara yang lain, seperti mi kuning, mi putih, gorengan, siomay, dan tahu putih serta cokelat dihargai Rp 500 saja.

Tidak hanya bakso dan pernak-perniknya, cilok juga dijual di sana. ”Kalau cilok ini baru-baru saja, mencoba variasi. Alhamdulillah banyak yang mencari, Rp 1000 dapat lima biji,” sebut Sarno.(biy/mas/rmc)

MALANG KOTA – Yang namanya kuliner bakso, Kota Malang memang juaranya. Nggak yang di resto, nggak yang di gerobak pinggir jalan, semuanya enak. Buat Anda penggemar bakso, bisa sesekali mencoba Bakso PLN 354.

Lokasinya ada di bundaran Jalan Celaket, Jalan Basuki Rahmat 100, dekat kantor PLN Area Malang. Rombong bakso milik Pak Sarno ini nyaris tak pernah sepi pembeli, apalagi saat jam makan siang.

“Hampir setiap hari seperti ini, jam makan siang kantor pasti banyak yang datang. Kadang ada juga yang menepi,” terang Sarno.

Pilihan ragam bakso yang disediakan antara lain dari gorengan yang terdiri dari bentuk panjang, mekar, dan bakso goreng, sampai berbagai menu di dalam panci yang berisi bakso halus besar dan kecil, cilok, tahu serta siomay. Sarno mengaku dalam sehari bisa menghabiskan 200 porsi.

”Ya, tidak mesti, rata-rata sih segitu,” imbuhnya.

Sensasi berbeda pun bisa dirasa ketika sesuap bakso besar sudah masuk di mulut, tidak seperti bakso lain, sensasi seimbang antara tepung dan daging membuatnya rasa daging begitu terasa dan menimbulkan sensasi kenyal yang pas.

”Alhamdulillah banyak yang merasakan seperti itu, makanya banyak juga yang kembali lagi ke sini,” kata dia.

Sesuai namanya, bakso gerobakan ini sejak dibuka sudah berada dekat lingkungan kantor PLN. Berdiri sejak 1995, awalnya Sarno berjualan di dalam area kafetaria pegawai yang berada di sebelah Masjid PLN. Namun karena ada perubahan atau renovasi, gerobak miliknya harus bergeser ke bagian depan, dekat pintu gerbang.

”Dulu itu masih di dalam dan yang makan memang orang PLN semua atau mereka yang mau ke pelayanan,” ungkap dia.

Dengan letaknya yang di luar kantor, tentu pelanggan dari berbagai kalangan bisa dengan mudah mampir di gerobak baksonya. ”Ya, makin banyaklah yang ke sini, dulu kurang kelihatan karena ada di dalam. Namun sekarang makin terlihat dan makin banyak yang datang,” tambahnya.

Barulah di tahun 2010, dia menempati posisi sekarang, bergeser ke sebelah selatan dekat garasi mobil operasional berwarna abu-abu khas PLN.

Dengan jam operasional mulai dari pukul 10.00 pagi hingga 16.30 saat azan Maghrib, ritme penjualan sebanyak 200 porsi bisa terpenuhi. Namun, kesulitan lain untuk menyantap kuliner dari daging ini ialah jadwal libur yang tidak menentu.

”Kalau capek ya tidak jualan, makanya saya tempel stiker yang isinya nomor handphone saya” ujarnya. Untuk harga menu yang ditawarkan, satu butir bakso besar diharga Rp 4000, bakso kecil Rp 2000. Sementara yang lain, seperti mi kuning, mi putih, gorengan, siomay, dan tahu putih serta cokelat dihargai Rp 500 saja.

Tidak hanya bakso dan pernak-perniknya, cilok juga dijual di sana. ”Kalau cilok ini baru-baru saja, mencoba variasi. Alhamdulillah banyak yang mencari, Rp 1000 dapat lima biji,” sebut Sarno.(biy/mas/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/