alexametrics
22.6 C
Malang
Wednesday, 23 September 2020

Rawon Disco, Jujugan Artis dan Pejabat, Sempat Dikunjungi Didi Kempot

- Advertisement -
- Advertisement -

MALANG KOTA – Tempat jualannya disebuah gang sempit, jam bukanya pun dini hari mulai pukul 00.00 dan sudah tutup menjelang subuh. Namun, siapa sangka banyak orang tenar mulai artis hingga pejabat telah mampir ke tempat kuliner yang boleh dibilang tak umum ini.

Ialah Rawon Disco, tempat kuliner yang terletak di Jalan MH Thamrin, Klojen. Di kedai ini, ditawarkan menu nasi rawon dan pecel. Seperti apa istimewanya sehingga kalangan artis seperti keluarga Anang Hermansyah hingga Didi Kempot pernah mengunjungi kedai ini.

Jawa Pos Radar Malang pada Rabu (26/8) pukul 00.30 dini hari, mencoba merasakan bagaimana istimewanya kuliner ini hingga banyak diburu para pembelinya.

Diluar dugaan, suasananya cukup ramai. Bahkan kebanyakan pembelinya adalah orang berpakaian necis seakan usai menghadiri kondangan atau pesta.

RELA MENUNGGU: Antrean pelanggan Rawon Disco, tempat kuliner yang terletak di gang sempit Jalan MH Thamrin, Klojen. (Foto: Laoh Mahfud/Radar Malang)

”Sesuai namanya, Warung Disco, Mas. Banyak yang habis dugem datang ke sini,” terang Nita Yuliana, 49, istri dari pemilik warung sambil memperhatikan sekitar 20 pembelinya.

Menyesuaikan dengan nama warungnya, lampu disco dan lagu remix begitu menyapa telinga sesaat tiba di kedai ini. ”Siapa mau ubah lagu di sini kami persilakan. Los Dol pokoknya,” jelas Nita.

Ketika ditanya sejarah berdirinya warung makan ini, Nita menyebut usaha keluarganya berawal dari 2009 lalu, dimulai dari warung rokok sederhana yang melayani penumpang bus yang turun di pool dekat lokasi warung.

”Dulunya ini adalah warung rokok dan kondisinya sepi,” kata Nita.

Lambat laun makin banyak penumpang bus yang datangnya malam beserta sopir untuk minta makan. Akhirnya mulai dari sana mereka beralih ke jualan kopi dan ketan. Lalu berlanjut dengan nasi rawon setelah ada permintaan dari penumpang dan salah satu sopir bus yang biasa mampir ke kedainya.

Dengan harga yang relatif terjangkau, berkisar Rp 9.000 hingga Rp 15 ribu per porsi, warung ini diluar dugaan memiliki pelanggan tetap bahkan dari Kota Surabaya. ”Biasanya wisatawan dari Surabaya dan Sidoarjo yang habis dugem di Malang mampir ke sini,” kata Nita.

Saat datang di warung ini, sekilas tidak ada menu lauk yang spesial dari kedai ini. Hanya, ada satu item menjadi buruan para pelanggan, yakni dadar jagung. Ya, kudapan pendamping oges nowar dan oges lecep ini ialah menu pertama yang selalu habis pertama.

PALING DIBURU: Ada satu item menjadi buruan para pelanggan, yakni dadar jagung, menu pertama yang selalu habis duluan. (Foto: Laoh Mahfud/Radar Malang)

Salah satu pengunjung yang gandrung dengan dadar jagung ialah Martin, 25. ”Di sini beda, manis dan tipis, jadi ada sensasi yang berbeda ketika digabungkan dengan nasi rawon yang asin,” tutur pria asal Kota Surabaya menghabiskan setidaknya 6 buah dadar jagung dalam seporsi nasi rawonnya.

Arif Rahmansyah, salah satu karyawan sekaligus admin medsos Rawon Disco, mengungkapkan kedai Rawon Disco mulai terkenalnya sejak 2018, waktu itu keluarga artis Anang Hermansyah yang datang mau pindah ke Malang. Kemudian artis David Naif di tahun berikutnya berkunjung juga di kedai ini.

Tak lupa juga sang legenda Didi Kempot yang habis konser di Stadion Kanjuruhan Januari lalu. ”Terakhir Didi Kempot yang ke sini, beberapa bulan sebelum meninggal,” imbuhnya.

Kalangan pejabat juga menjadi pelanggan tetap, seperti mantan Bupati Malang Rendra Kresna dan mantan Wali Kota Batu Edi Rumpoko. Tidak hanya itu, kalangan artis yang kemudian menjadi pejabat juga menjadi langganan tetap, salah satunya Kepala Bapenda Kota Malang Ade Herawanto atau yang dikenal sebagai Ade D’Kross.

”Wah, dia langganan tetap kami. Dia kalau ke sini suka minta diputarkan lagu Metallica,” jelasnya sambil tertawa.

Terpisah, pemilik Rawon Disco, Suyitno, 49, mengatakan secara keseluruhan, 100 porsi dari semua menu bisa habis dalam sekali berjualan. “Alhamdulillah bisa sampai seratus, itu benar-benar habis,” kata dia.

Pewarta: Biyan Mudzaky Hanindito

- Advertisement -

Latest news

Pakar: ‘Pecahnya’ Suara NU Untungkan Incumbent

“Tapi kalau pengamatan saya, “pecahnya” suara NU akan untungkan incumbent. Dia bisa dapat dukungan kalangan NU dan nasional karena diusung partai nasional," kata pria yang juga menjadi Ketua Program Studi Magister Ilmu Sosial FISIP UB ini, Rabu (23/9).
- Advertisement -

PKKMB Uniga, Ajak Maba Tetap Semangat di Tengah Pandemi Covid-19

MALANG – Universitas Gajayana Malang menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020 -2021. Dalam kegiatan yang digelar secara daring dan luring selama tiga hari tersebut, Uniga mengangkat tema Tetap Semangat di Era Pandemi Covid-19, Bersama Uniga Menjadi yang Terdepan dan Berkarakter.

PLN UP3 Malang Salurkan 50 Tong Sampah di Pantai Selatan

MALANG - Sebanyak 50 tong sampah dibagikan di daerah wilayah pantai selatan yakni, Pantai Balekambang dan Sendang Biru, kabupaten Malang dalam rangka “Word Clean Up Day 2020”, Selasa (22/9). Sebagai wujud kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar, karena saat ini sampah menjadi masalah serius terutama di daerah wisata terbuka seperti pantai.

Besok Pengundian Nomor Urut, KPU Batasi Tiap Paslon Bawa 12 Pendukung

Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini menambahkan, semua yang hadir dalam kegiatan pengundian nomor urut paslon juga harus mengenakan protap kesehatan. Hal ini juga sudah diatur dalam aturan Pilkada serentak.

Related news

Griya Eskimo, Tawarkan Cita Rasa Es Krim Era Kolonial

MALANG - Jika melihat sekilas, rumah yang berada di Jalan Gresik Nomor 3 Kota Malang ini terlihat seperti rumah biasa. Namun saat memasuki terasnya, rumah ini adalah kafe yang menjual aneka roti, pastry, serta es krim bernama Griya Eskimo Snack & Ice Cream. Eskimo sendiri merupakan produk es krim yang berpusat di Surabaya, sejak 31 tahun lalu sang pemilik Griya Eskimo Snack & Ice Cream Jeane Tondokusumo membuka cabang di Kota Malang.

Bukan Mang Soleh, Malang Juga Punya Odading Legend Lho

RADARMALANG - Odading alias roti goreng mendadak viral, gegara salah satu warganet membuat video pantun promosi odading Mang Soleh di bandung. Ternyata, Malang juga punya penjual roti dan cakwe legendaris. Namanya Heci Abah Tar.

Toko Madjoe, Setia dengan Interior Klasik dan Resep Kue Era Belanda

MALANG - Madjoe. Nama toko yang menggunakan ejaan lama. Sesuai dengan namanya, desain tempat juga berbahan klasik, yakni papan nama, pintu, jendela, hingga lantai berbintiknya semua full berbahan kayu. Sehingga melalui penampilan cukup menegaskan kalau toko yang berada di Pecinan Pasar Besar ini sudah lama berdiri. Saat ini, penjual mengaku agak sepi karena Covid-19, namun oven kuno dengan tabung minyak tanahnya masih sanggup memproduksi kue-kue klasik setiap hari.

Pakistani Vibe di Malang, Rasakan Atmosfernya pada Punjab Restaurant

Semua masakan ini, dimasak dengan resep dan pengolahannya pun langsung dengan cara Pakistan. Pemasaknya tak lain dan tak bukan adalah sang pemilik usaha, İsrath Ali Khan.
- Advertisement -