alexametrics
24.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Rawon Disco, Jujugan Artis dan Pejabat, Sempat Dikunjungi Didi Kempot

MALANG KOTA – Tempat jualannya disebuah gang sempit, jam bukanya pun dini hari mulai pukul 00.00 dan sudah tutup menjelang subuh. Namun, siapa sangka banyak orang tenar mulai artis hingga pejabat telah mampir ke tempat kuliner yang boleh dibilang tak umum ini.

Ialah Rawon Disco, tempat kuliner yang terletak di Jalan MH Thamrin, Klojen. Di kedai ini, ditawarkan menu nasi rawon dan pecel. Seperti apa istimewanya sehingga kalangan artis seperti keluarga Anang Hermansyah hingga Didi Kempot pernah mengunjungi kedai ini.

Jawa Pos Radar Malang pada Rabu (26/8) pukul 00.30 dini hari, mencoba merasakan bagaimana istimewanya kuliner ini hingga banyak diburu para pembelinya.

Diluar dugaan, suasananya cukup ramai. Bahkan kebanyakan pembelinya adalah orang berpakaian necis seakan usai menghadiri kondangan atau pesta.

RELA MENUNGGU: Antrean pelanggan Rawon Disco, tempat kuliner yang terletak di gang sempit Jalan MH Thamrin, Klojen. (Foto: Laoh Mahfud/Radar Malang)

”Sesuai namanya, Warung Disco, Mas. Banyak yang habis dugem datang ke sini,” terang Nita Yuliana, 49, istri dari pemilik warung sambil memperhatikan sekitar 20 pembelinya.

Menyesuaikan dengan nama warungnya, lampu disco dan lagu remix begitu menyapa telinga sesaat tiba di kedai ini. ”Siapa mau ubah lagu di sini kami persilakan. Los Dol pokoknya,” jelas Nita.

Ketika ditanya sejarah berdirinya warung makan ini, Nita menyebut usaha keluarganya berawal dari 2009 lalu, dimulai dari warung rokok sederhana yang melayani penumpang bus yang turun di pool dekat lokasi warung.

”Dulunya ini adalah warung rokok dan kondisinya sepi,” kata Nita.

Lambat laun makin banyak penumpang bus yang datangnya malam beserta sopir untuk minta makan. Akhirnya mulai dari sana mereka beralih ke jualan kopi dan ketan. Lalu berlanjut dengan nasi rawon setelah ada permintaan dari penumpang dan salah satu sopir bus yang biasa mampir ke kedainya.

Dengan harga yang relatif terjangkau, berkisar Rp 9.000 hingga Rp 15 ribu per porsi, warung ini diluar dugaan memiliki pelanggan tetap bahkan dari Kota Surabaya. ”Biasanya wisatawan dari Surabaya dan Sidoarjo yang habis dugem di Malang mampir ke sini,” kata Nita.

Saat datang di warung ini, sekilas tidak ada menu lauk yang spesial dari kedai ini. Hanya, ada satu item menjadi buruan para pelanggan, yakni dadar jagung. Ya, kudapan pendamping oges nowar dan oges lecep ini ialah menu pertama yang selalu habis pertama.

PALING DIBURU: Ada satu item menjadi buruan para pelanggan, yakni dadar jagung, menu pertama yang selalu habis duluan. (Foto: Laoh Mahfud/Radar Malang)

Salah satu pengunjung yang gandrung dengan dadar jagung ialah Martin, 25. ”Di sini beda, manis dan tipis, jadi ada sensasi yang berbeda ketika digabungkan dengan nasi rawon yang asin,” tutur pria asal Kota Surabaya menghabiskan setidaknya 6 buah dadar jagung dalam seporsi nasi rawonnya.

Arif Rahmansyah, salah satu karyawan sekaligus admin medsos Rawon Disco, mengungkapkan kedai Rawon Disco mulai terkenalnya sejak 2018, waktu itu keluarga artis Anang Hermansyah yang datang mau pindah ke Malang. Kemudian artis David Naif di tahun berikutnya berkunjung juga di kedai ini.

Tak lupa juga sang legenda Didi Kempot yang habis konser di Stadion Kanjuruhan Januari lalu. ”Terakhir Didi Kempot yang ke sini, beberapa bulan sebelum meninggal,” imbuhnya.

Kalangan pejabat juga menjadi pelanggan tetap, seperti mantan Bupati Malang Rendra Kresna dan mantan Wali Kota Batu Edi Rumpoko. Tidak hanya itu, kalangan artis yang kemudian menjadi pejabat juga menjadi langganan tetap, salah satunya Kepala Bapenda Kota Malang Ade Herawanto atau yang dikenal sebagai Ade D’Kross.

”Wah, dia langganan tetap kami. Dia kalau ke sini suka minta diputarkan lagu Metallica,” jelasnya sambil tertawa.

Terpisah, pemilik Rawon Disco, Suyitno, 49, mengatakan secara keseluruhan, 100 porsi dari semua menu bisa habis dalam sekali berjualan. “Alhamdulillah bisa sampai seratus, itu benar-benar habis,” kata dia.

Pewarta: Biyan Mudzaky Hanindito

MALANG KOTA – Tempat jualannya disebuah gang sempit, jam bukanya pun dini hari mulai pukul 00.00 dan sudah tutup menjelang subuh. Namun, siapa sangka banyak orang tenar mulai artis hingga pejabat telah mampir ke tempat kuliner yang boleh dibilang tak umum ini.

Ialah Rawon Disco, tempat kuliner yang terletak di Jalan MH Thamrin, Klojen. Di kedai ini, ditawarkan menu nasi rawon dan pecel. Seperti apa istimewanya sehingga kalangan artis seperti keluarga Anang Hermansyah hingga Didi Kempot pernah mengunjungi kedai ini.

Jawa Pos Radar Malang pada Rabu (26/8) pukul 00.30 dini hari, mencoba merasakan bagaimana istimewanya kuliner ini hingga banyak diburu para pembelinya.

Diluar dugaan, suasananya cukup ramai. Bahkan kebanyakan pembelinya adalah orang berpakaian necis seakan usai menghadiri kondangan atau pesta.

RELA MENUNGGU: Antrean pelanggan Rawon Disco, tempat kuliner yang terletak di gang sempit Jalan MH Thamrin, Klojen. (Foto: Laoh Mahfud/Radar Malang)

”Sesuai namanya, Warung Disco, Mas. Banyak yang habis dugem datang ke sini,” terang Nita Yuliana, 49, istri dari pemilik warung sambil memperhatikan sekitar 20 pembelinya.

Menyesuaikan dengan nama warungnya, lampu disco dan lagu remix begitu menyapa telinga sesaat tiba di kedai ini. ”Siapa mau ubah lagu di sini kami persilakan. Los Dol pokoknya,” jelas Nita.

Ketika ditanya sejarah berdirinya warung makan ini, Nita menyebut usaha keluarganya berawal dari 2009 lalu, dimulai dari warung rokok sederhana yang melayani penumpang bus yang turun di pool dekat lokasi warung.

”Dulunya ini adalah warung rokok dan kondisinya sepi,” kata Nita.

Lambat laun makin banyak penumpang bus yang datangnya malam beserta sopir untuk minta makan. Akhirnya mulai dari sana mereka beralih ke jualan kopi dan ketan. Lalu berlanjut dengan nasi rawon setelah ada permintaan dari penumpang dan salah satu sopir bus yang biasa mampir ke kedainya.

Dengan harga yang relatif terjangkau, berkisar Rp 9.000 hingga Rp 15 ribu per porsi, warung ini diluar dugaan memiliki pelanggan tetap bahkan dari Kota Surabaya. ”Biasanya wisatawan dari Surabaya dan Sidoarjo yang habis dugem di Malang mampir ke sini,” kata Nita.

Saat datang di warung ini, sekilas tidak ada menu lauk yang spesial dari kedai ini. Hanya, ada satu item menjadi buruan para pelanggan, yakni dadar jagung. Ya, kudapan pendamping oges nowar dan oges lecep ini ialah menu pertama yang selalu habis pertama.

PALING DIBURU: Ada satu item menjadi buruan para pelanggan, yakni dadar jagung, menu pertama yang selalu habis duluan. (Foto: Laoh Mahfud/Radar Malang)

Salah satu pengunjung yang gandrung dengan dadar jagung ialah Martin, 25. ”Di sini beda, manis dan tipis, jadi ada sensasi yang berbeda ketika digabungkan dengan nasi rawon yang asin,” tutur pria asal Kota Surabaya menghabiskan setidaknya 6 buah dadar jagung dalam seporsi nasi rawonnya.

Arif Rahmansyah, salah satu karyawan sekaligus admin medsos Rawon Disco, mengungkapkan kedai Rawon Disco mulai terkenalnya sejak 2018, waktu itu keluarga artis Anang Hermansyah yang datang mau pindah ke Malang. Kemudian artis David Naif di tahun berikutnya berkunjung juga di kedai ini.

Tak lupa juga sang legenda Didi Kempot yang habis konser di Stadion Kanjuruhan Januari lalu. ”Terakhir Didi Kempot yang ke sini, beberapa bulan sebelum meninggal,” imbuhnya.

Kalangan pejabat juga menjadi pelanggan tetap, seperti mantan Bupati Malang Rendra Kresna dan mantan Wali Kota Batu Edi Rumpoko. Tidak hanya itu, kalangan artis yang kemudian menjadi pejabat juga menjadi langganan tetap, salah satunya Kepala Bapenda Kota Malang Ade Herawanto atau yang dikenal sebagai Ade D’Kross.

”Wah, dia langganan tetap kami. Dia kalau ke sini suka minta diputarkan lagu Metallica,” jelasnya sambil tertawa.

Terpisah, pemilik Rawon Disco, Suyitno, 49, mengatakan secara keseluruhan, 100 porsi dari semua menu bisa habis dalam sekali berjualan. “Alhamdulillah bisa sampai seratus, itu benar-benar habis,” kata dia.

Pewarta: Biyan Mudzaky Hanindito

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/