Bantu Ponpes dan Masjid Cegah Korona, UIN Malang Bagikan Bilik Disinfektan

KOTA MALANG – Tidak semua masjid di Malang Raya meniadakan shalat jumat atau shalat berjamaah di masa pagebluk korona. Karena itu penting bagi masjid yang tetap menggelar shalat berjamaah, untuk melengkapi diri dengan fasilitas pencegahan korona yang memadai.

Salah satunya dengan pengadaan bilik disinfektan. Sejumlah masjid seperti Masjid Agung Jami’ Kota Malang sudah memiliki fasilitas ini.

Tapi lebih banyak lagi yang belum.

UIN Maliki (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim) Malang berinisiatif membagikan bilik disinfektan untuk sejumlah masjid dan ponpes (pondok pesantren).

Kebetulan UIN Maliki bisa memproduksi sendiri bilik disinfektan. Yakni Bilik KAVi (Kabut Anti Virus). “Kita berikan bilik ini bersama dengan alkohol sebanyak 5 liter untuk pengisian disinfektan,” tukas Dekan Fakultas Saintek UIN Malang, Dr Sri Harini.

Bila cairan disinfektan sudah habis, dia berharap pengurus masjid maupun ponpes untuk melakukan pengadaan secara swadaya. Harapannya, masyarakat, santri, ataupun jemaah yang masih laksanakan salat wajib ataupun salah Jumat di Masjid bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan kampus yang berlokasi di Jalan Gajayana 50 Dinoyo, Kota Malang itu.

Pembagian yang dilakukan Jumat (3/4) di Halaman Rektorat UIN Malang itu dihadiri pula oleh Rektor UIN Malang, Prof Dr H Abdul Haris, MAg. Dia mengatakan, Bilik KAVi diberikan kepada masjid dan pondok pesantren yang berada di sekitar lingkungan UIN Malang, baik kampus satu, kampus dua, maupun kampus tiga.

“Kita berikan total 10 Bilik KAVi dan disalurkan langsung kepada ketua takmir masjid dan perwakilan pengurus pondok pesantren. Harapannya mudah-mudahan alat ini bisa digunakan untuk membantu menanggulangi Covid-19,” tandas Abdul.

Masjid yang mendapatkan sumbangan Bilik KAVi adalah kawasan Sumbersari, Ketawanggede, dan Merjosari. Sedangkan pondok pesantren yang menerima adalah Pondok Pesantren Anwarul Huda dan Pondok Pesantren Sabilurrosad Gasek.

“Total jumlah bilik yang dibagikan ada 10. Di antaranya 8 untuk masjid dan 2 untuk pondok pesantren. Rencanaya kita akan berikan 2 lagi untuk Polresta Malang Kota dan Masjid Jami’,” tukasnya.

Sementara itu, penemu Bilik KAVi, Dr Iman Tazi mengatakan, bilik KAVi ini bisa membunuh kuman, virus ataupun bakteri hingga mati.

“Ketika masuk harus tahan napas selama 10 detik. Disinfektan di bilik KAVi ini bahannya terbuat dari alkohol murni dicampur dengan air dengan perbandingan 1 : 1. Maka yang masuk kita minta menaruh semua barang elektroniknya dulu di luar sebelum disemprot,” urainya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: UIN Malang
Editor: Indra M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here