Segera Dibongkar, Ini yang Paling Diburu di Bangkai Titanic

RADARMALANG – Setelah sekian lama, pihak berwenang akhirnya setuju untuk membuka lambung dari bangkai RMS Titanic.

RMS Titanic merupakan kapal legendaris yang tenggelam pada tahun 1912 akibat menabrak gunung es. Setidaknya ada 1.500 penumpang kapal tersebut yang tewas dalam tragedi tersebut. Semenjak itu bangkai kapal pun masih terus menarik perhatian khalayak, mulai dari pencari harta hingga ilmuwan.

Melansir Popular Mechanics (25/5), pembongkaran kapal tersebut rencananya akan dilakukan untuk menghambil barang berharga yang masih terdapat di dalam kapal selama lebih dari seabad.

Barang berharga yang dimaksud bukanlah perhiasan melainkan sebuah peralatan, yakni telegraf nirkabel (radiotelegraphy) Marconi yang asli.

Telegraf nirkabel ini merupakan alat ciptaan Guglielmo Marconi yang digunakan untuk mengirimkan kode Morse tanpa menggunakan kabel. Alat tersebut sempat menuai cemoohan orang-orang pada masanya.

Pada saat itu, orang-orang percaya jika gelombang radio hanya bisa diterima dalam jarak pendek saja. Tetapi pada tahun 1901, Marconi membuktikan mereka salah dengan keberhasilannya mengirimkan pesan dari Inggris ke Kanada.

Alat tersebut kemudian mulai populer. Telegraf buatan Marconi pun kemudian ditempatkan di Titanic.

Dengan diketemukannya pemancar radio pada alat, beberapa pesan seperti pesan peringatan yang terlewat dan panggilan darurat yang dikirim dari kapal mungkin bisa dibuka.

“Perangkat Marconi memiliki nilai sejarah, pendidikan, ilmiah, dan budaya yang signifikan sebagai perangkat yang digunakan untuk membuat panggilan darurat ketika Titanic mengalami musibah,” tulis Rebecca Beach Smith, hakim yang mengizinkan pembongkaran Titanic, seperti dikutip dari The New York Times.

Perangkat Marconi juga menyimpan kisah kepahlawanan operator mesin yang masih terus bekerja mengirimkan pesan hingga akhirnya ada 705 orang penumpang yang akhirnya selamat.

Hal ini lah yang membuat telegraf nirkabel buatan Marconi ini layak diangkat dari lautan sebelum akhirnya benar-benar rusak.

Namun rencana tersebut masih menuai protes dari beberapa pihak, salah satunya The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Alasannya, kapal Titanic telah menjadi situs pemakaman yang besar sekaligus monumen tragedi sehingga orang-orang perlu menghormatinya.

Hingga sekarang belum ada kepastian kapan rencana pembongkaran Titanic akan dilakukan. Pasalnya aktivitas tersebut tentu akan membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: The New York Times
Editor: Hendarmono Al Sidarto