Pasien Positif Terus Bertambah, Tak Surutkan Niat Pemkab Malang Hentikan PSBB

KABUPATEN MALANG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Drg Arbani Mukti Wibowo menegaskan, adanya lonjakan 13 pasien positif dalam satu hari pada 27 Mei kemarin, tidak menyurutkan Pemkab Malang untuk menerapkan PSBB satu putaran.

“Forkopimda Kabupaten Malang telah bersepakat untuk menerapkan PSBB satu putaran atau berhenti pada 30 Mei 2020. Meski jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Malang bertambah 13 pasien dalam satu hari, pada 27 Mei kemarin. Ke-13 pasien itu berasal dari Kecamatan Singosari dan Karangploso,” kata Arbani kepada radarmalang.jawapos.com, Kamis (28/5).

Menurut Arbani, tambahan 13 pasien positif itu hanya terhitung dua yang hasil tesnya muncul di waktu PSBB. Sedangkan 11 lainnya, hasil tes swab yang seharusnya keluar sebelum PSBB. Tetapi, karena ada hambatan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLP) keluarnya baru kemarin.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis Kominfo Kabupaten Malang Aniswaty Aziz membenarkan bahwa per 12 Mei BBTKLP sebagai tempat tes swab sempat kehabisan larutan reagenisia. Imbasnya, hasil tes swab yang dikeluarkan tertunda. “Nah, kemarin kan sempat habis itu alatnya (larutan reaginisia) untuk mengetahui data spesimen pasien ini positif atau tidak. Jadi sempat tersendat dari 12 Mei sampai 17 Mei, sehingga kami tidak bisa mengirim data spesimen untuk mengetahui hasil tes swab,” beber Anis.

Sebagai informasi, dari yang diberitakan Radar Malang sebelumnya BBTKLP Surabaya menutup pengiriman data spesimen pasien dari seluruh rumah sakit di Jawa Timur dari tanggal 12-17 Mei 2020. Hal itu dikarenakan larutan Reaginisia sempat habis.
“Karena itu, penambahan pasien positif dihitung selama waktu PSBB saja, penambahannya tidak terlalu banyak sekitar tujuh pasien. Dan ini sudah diapresiasi oleh Pemprov Jatim,” tandasnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor: Hendarmono Al Sidarto