alexametrics
Friday, August 14, 2020

Kisah Taufiq, Kreator Hot Bottles yang Sempat Dicap Sarjana Pemulung

- Advertisement -
- Advertisement -

KOTA MALANG – Bagi kebanyakan orang, botol plastik bekas adalah sampah. Tapi tidak demikian halnya bagi Taufiq Shaleh Saguanto. Di matanya, botol plastik tak ubahnya mutiara yang bisa dijadikan karya seni bernilai tinggi.

Dia sanggup menciptakan berbagai jenis karya tanpa mengubah bentuk asli botol plastiknya. Karya-karya itu bisa dilihat di rumahnya, di Jalan Pisang Candi, Kecamatan Sukun.

Salah satunya adalah wujud robot Gundam setinggi tiga meter. Robot ini ia rangkai dari kemasan cat ukuran 25 kg.

Rumahnya itu pun ia beri nama Museum & Education “Hot Bottles”.

Nama ini ia pakai lantaran proses pembuatan karya memang lebih banyak menggunakan solder dan lem tembak yang panas.

“Jadi saya tidak ubah bentuk botol aslinya seperti di pres atau dilelehkan. Ya mungkin hanya dilubangi pakai solder atau dilem dengan lem tembak,” terang pria bertubuh subur ini.

Aktivitas ini sudah ia lakoni sekitar enam tahun belakangan.

Sebelumnya, lulusan Manajemen UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) ini sempat mengelola bisnis milik keluarganya. Yakni Toko dan Tailor Saguanto.

Taufik pun terbilang sukses. Berkat dia, Toko Saguanto bisa mendapatkan pesanan dari Mabes TNI.

Sukses di bisnis itu, Taufiq mencoba menggeluti properti. Tapi, rupanya, Taufiq tidak berjodoh dengan properti.

Pada 2014, bisnisnya mengalami kerugian sampai miliaran rupiah.

Terpuruk.

Tapi Taufiq tak mau berlama-lama meratapi kegagalannya.

Dia pun mencoba bangkit lagi. Memulai usaha yang ia sebut tanpa modal sama sekali.

Iya, betul tanpa modal. Karena Taufiq memunguti botol plastik dari tempat sampah, sebelum kemudian ia rangkai menjadi karya seni.

Awalnya, Taufiq gagal. Botol yang ia rangkai tidak sesuai harapan.

“Ini coba lihat, ini salah satu karya pertama saya. Itu saya bikin kereta api, tapi bentuknya sama sekali tidak mirip kereta,” kata Taufiq, lalu tertawa.

Namun, Taufiq tak mau menyerah. Dia terus berusaha.

Bahkan, sekalipun sempat dicibir ‘sarjana pemulung’, Taufiq tak patah arang.

Lambat laun, karya yang ia buat makin sempurna.

Modelnya pun makin bervariasi. Tak hanya kereta api, tapi juga robot, hingga mobil.

“Saya tahapannya sudah bukan pemulung atau recycle sampah, tapi sudah garbage designer,” terangnya.

Taufiq mampu mengubah sampah menjadi benda yang memiliki nilai jual. Terbukti, Taufiq mampu menjual produknya hingga ke luar negeri. Seperti Kanada.

Sebagai seniman sekaligus pengusaha, Taufiq tak pelit membagi ilmu. Dia kerap mengisi pelatihan. Tak hanya di seputaran Malang Raya, tapi hingga ke luar daerah.

Taufiq bahkan mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Makassar. Berkat upayanya membina warga desa setempat.

Penghargaan dari Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) juga pernah ia terima.

Taufiq punya cita-cita, Hot Bottles-nya ini bisa masuk kurikulum sekolah.

“Saya juga ingin garbage design ini jadi salah satu mascot Indonesia, kalau di Jepang ada origami, di Indonesia ada Hot Bottles,” harapnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

- Advertisement -

Latest news

Digitalisasi Majalah di MMI Butuh Sabar dan Telaten, Seperti Apa?

“Susahnya, majalah itu sudah dijilid, jadi harus dilepas dulu supaya hasilnya bagus,” jelasnya.
- Advertisement -

BI Mengajar, Dorong Transaksi Nontunai Lewat QRIS

“Saat ini transaksi digital sangat digemari masyarakat, terutama kaum milenial. Apalagi dengan adanya pandemi seperti ini, transaksi non tunai adalah alternatif yang banyak dipilih oleh masyarakat,” ujar dia.

Kaget Pengumuman Dimajukan, Peserta SBMPTN Deg-degan

“Deg-degan sampai sekarang. Tahu informasi perubahan dari internet,” kata gadis asal Kelurahan Sawojajar, Kota Malang ini kepada Radar Malang, Kamis (13/8).

Layanan Medis Komprehensif RSPH Raih Predikat Terbaik di RMA 2020

Rumah Sakit Prima Husada (RSPH) berhasil menyabet penghargaan sebagai “Type C Hospital with The Most Comprehensive Healthcare Facilities” di Radar Malang Award 2020. Penghargaan diberikan Kamis (13/8) oleh Direktur Radar Malang Kurniawan Muhammad, kepada Komisaris Utama PT Disa Prima Medika (RSHP), dr Sadi Hariono MMRS didampingi Direktur Utama PT Disa Prima Medika Endang Susilowati.

Related news

Cara Video Call ‘Keroyokan’ di WhatsApp Web Sampai 50 Akun

WhatsApp Web telah memperbarui aplikasi menjadi versi 2.2031. Seri terbaru ini Dilengkapi fitur pintasan yang memudahkan pengguna untuk video call dengan menggunakan messenger rooms.

4 Zodiak yang Susah Minta Maaf, Check!

Jika kita melakukan suatu kesalahan sudah sewajarnya meminta maaf bukan? Tapi mengakui sebuah kesalahan juga memerlukan keberanian yang besar. Maka tidak semua orang bisa dengan mudah mengucapkan minta maaf. Dikutip dari Womentalk, Rabu (12/8), berikut sederet zodiak yang terkenal sulit untuk mengucapkan maaf. Mungkin Anda salah satunya?

Gathering Sambil Beramal, Cara DCAB ID Malang Rayakan Anniversary

PASURUAN - Komunitas pecinta mobil double cabin Indonesia, DCAB ID merayakan anniversary-nya yang ke-6 di Kebun Raya Purwodadi, Sabtu (8/8) dan Minggu (9/8). Selama dua hari, ada berbagai aktivitas yang dilakukan anggota komunitas.

Sukses Cetak Rekor Dunia, BTS Siap Comeback!

RADARMALANG - Penantian ARMY akhirnya terjawab, bulan depan BTS bakal comeback ke layar lebar lewat film keempat mereka "Break the Silence: The Movie"
- Advertisement -