MALANG – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat masyarakat takut untuk menghadirkan banyak orang. Apalagi menggelar pernikahan yang tentu saja bakal dihadiri para undangan. Menyikapi hal itu, Omah Semar Poncokusumo mencoba menghadirkan gagasan intimate wedding dan private wedding. Sebuah pernikahan hangat yang membuat nyaman para tamu.

Terobosan ini tidak hanya meminimalisasi interaksi dengan banyak orang. Tapi juga sebagai upaya memotong rantai penyebaran virus korona karena penerapan social distancing.

”Bagaimanapun, kehidupan terus berjalan. Termasuk dengan pernikahan. Itulah yang melatarbelakangi kami menyajikan konsep pernikahan yang lebih privat namun tetap hangat,” ungkap Direktur Operasional Omah Semar Camalia Fajrina di sela-sela simulasi intimate wedding Omah Semar pertengahan Juli lalu.

Masyarakat pun bisa memilih model pernikahan yang diinginkan. Mau bergaya Jawa, sangat masuk. Karena Omah Semar memang menyajikan bangunan serba Jawa. Gaya modern pun masuk. Tinggal menyesuaikan tema pesta saja. ”Karena di sini banyak joglonya, masyarakat tinggal pilih mau menggelar akad dan resepsi di mana,” tambahnya. ”Misalnya, akad nikah bergaya Jawa di joglo art perform. Lalu resepsi di joglo utama,” kata dia.

Sajian full Jawa, seperti gebyok, lumpang, tampah, sangkar burung, hingga batik-batik Sidomukti menjadi pelengkap dekorasi. Berasa banget sedang berada di desa yang jauh dari keramaian. Sedangkan gemerlap untaian lampu-lampunya menyuguhkan perpaduan indah antara suasana desa dan perkotaan yang modern.

”Kami menawarkan paket wedding lengkap di angka sekitar Rp 34,5 jutaan. Itu termasuk venue, wedding organizer, make-up artist untuk mempelai dan orang tuanya, gown and suit, photo serta video, hingga band dan sound,” jelas Camalia. ”Bonusnya, free photobooth,” tukas alumnus Polinema ini.

Foto: Rofia
Penyunting: Fia