alexametrics
22.8 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Lukisan Mahasiswa UB Ini Hadirkan Pesan Ganda Portal Korona

KOTA BATU – Pandemi Covid-19 menginsiprasi Nicho Hadi P melahirkan karya. Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ini melihat ada fenomena yang menggerakkan masyarakat dengan merebaknya virus asal Tiongkok ini.

Virus ini membuat warga bahu membahu menjaga lingkungannya. Praktis, keamanan lingkungan sekitar lebih terjaga dibandingkan sebelum pandemi. Hal ini yang ditangkap mahasiswa semester X ini lewat karya lukisan yang diberi judul: dilarang masuk.

Lukisan itu termasuk salah satu di antara puluhan karya yang dipamerkan di ajang bertajuk ’Kaleidoskop Art Exhibition’ di kantor Jawa Pos Radar Batu. ”Semenjak ada wabah, saya melihat portal-portal di kampung pada ditutup. Ini nggak cuma bisa nahan (mencegah) korona, tapi juga juga bisa nahan masuknya pencuri,” kata mahasiswa seni rupa UB ini di sela-sela mengikuti pameran, Senin (1/2).

Dia menjelaskan lukisan dengan ukuran sekitar 50 x 60 sentimeter ini bisa diselesaikan relatif cepat. Hanya butuh waktu sekitar dua minggu. ”Nggak ada kesulitan, bahan bakunya (inspirasinya) dari fenomena sekitar,” terang dia.

Tak hanya itu, masih kata dia, dalam karya tersebut juga tersimpan ’makna’ lain dari portal. Yaitu jika semua masyarakat mematuhi larangan tersebut, maka penyebaran korona bisa dicegah. ”Kalau sudah ditutup, jangan dilanggar. Nanti bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ungkap dia.

Sementara itu, pameran yang akan berlangsung hingga 5 Februari ini diikuti 46 karya seni lukis, instalasi dan patung kreasi 45 seniman yang tergabung dalam Komunitas Taman Langit. Bagi masyarakat Malang Raya yang suka atau hobi barang seni bisa langsung datang ke kantor Radar Batu, gratis!

Pewarta: Imam N

KOTA BATU – Pandemi Covid-19 menginsiprasi Nicho Hadi P melahirkan karya. Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ini melihat ada fenomena yang menggerakkan masyarakat dengan merebaknya virus asal Tiongkok ini.

Virus ini membuat warga bahu membahu menjaga lingkungannya. Praktis, keamanan lingkungan sekitar lebih terjaga dibandingkan sebelum pandemi. Hal ini yang ditangkap mahasiswa semester X ini lewat karya lukisan yang diberi judul: dilarang masuk.

Lukisan itu termasuk salah satu di antara puluhan karya yang dipamerkan di ajang bertajuk ’Kaleidoskop Art Exhibition’ di kantor Jawa Pos Radar Batu. ”Semenjak ada wabah, saya melihat portal-portal di kampung pada ditutup. Ini nggak cuma bisa nahan (mencegah) korona, tapi juga juga bisa nahan masuknya pencuri,” kata mahasiswa seni rupa UB ini di sela-sela mengikuti pameran, Senin (1/2).

Dia menjelaskan lukisan dengan ukuran sekitar 50 x 60 sentimeter ini bisa diselesaikan relatif cepat. Hanya butuh waktu sekitar dua minggu. ”Nggak ada kesulitan, bahan bakunya (inspirasinya) dari fenomena sekitar,” terang dia.

Tak hanya itu, masih kata dia, dalam karya tersebut juga tersimpan ’makna’ lain dari portal. Yaitu jika semua masyarakat mematuhi larangan tersebut, maka penyebaran korona bisa dicegah. ”Kalau sudah ditutup, jangan dilanggar. Nanti bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ungkap dia.

Sementara itu, pameran yang akan berlangsung hingga 5 Februari ini diikuti 46 karya seni lukis, instalasi dan patung kreasi 45 seniman yang tergabung dalam Komunitas Taman Langit. Bagi masyarakat Malang Raya yang suka atau hobi barang seni bisa langsung datang ke kantor Radar Batu, gratis!

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/