alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Tinggal 10 Hari Lagi, Pertahankan Kurangi Konsumsi Kopimu Ya! 

RADAR MALANG – Anda yang sudah terbiasa mengurangi porsi konsumsi minuman berkafein salah satunya kopi selama Ramadan, tetaplah bertahan di 10 hari terakhir bulan suci ini. Ini perlu dilakukan agar tubuh terhindar dari dehidrasi.

“Apabila Anda biasa mengonsumsi kopi sebanyak 2 sendok teh, bisa dikurangi menjadi 1 sendok teh” ujar dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Tirta Prawita Sari seperti dilansir Jawa Pos, Minggu (2/5).

Tirta mengatakan, mereka yang tidak mempunyai masalah seperti pada perut, lambung dan dehidrasi bisa tetap mengonsumsi kopi saat Ramadan. Tetapi, dia tak menyarankan konsumsi minuman yang belakangan populer di kalangan anak muda itu pada saat sahur. Sebab efek diuresis atau peningkatan urin sebagai efek samping konsumsi kafein bisa menyebabkan dehidrasi. Namun kondisi ini juga bergantung dari jumlah kopi dan jenisnya.

“Minum kopi saat sahur dapat saja berpotensi memberi efek diuresis dan menyebabkan dehidrasi. Jika tidak perlu benar minum kopi, maka tidak perlu minum kopi saat sahur ya,” kata Tirta.

Biasanya, pada mereka yang belum terbiasa mengurangi konsumsi kafein apalagi menghentikannya sementara selama Ramadhan akan mengeluhkan sakit kepala parah selama berhari-hari. Hingga akhirnya, mereka akan terbiasa dengan rutinitas baru, yakni mengurangi porsi.

Menurut pakar penyakit dalam di Unit Emirat Arab, Mustafa Saif, seperti dikutip dari Gulfnews, ini merupakan gejala penarikan diri atau withdrawal symptoms yang juga mencakup kelelahan, lesu, mudah tersinggung, kurang konsentrasi, insomnia dan cemas.

Dokter tidur di Burjeel Hospital, Abu Dhabi, Supriya Sundaram mengingatkan, Anda sebaiknya menghindari terlalu banyak kafein agar kualitas tidur terjaga. Sebaliknya, minumlah air sesuai kebutuhan tubuh atau setidaknya delapan gelas per hari.

Sumber: Jawa Pos

RADAR MALANG – Anda yang sudah terbiasa mengurangi porsi konsumsi minuman berkafein salah satunya kopi selama Ramadan, tetaplah bertahan di 10 hari terakhir bulan suci ini. Ini perlu dilakukan agar tubuh terhindar dari dehidrasi.

“Apabila Anda biasa mengonsumsi kopi sebanyak 2 sendok teh, bisa dikurangi menjadi 1 sendok teh” ujar dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Tirta Prawita Sari seperti dilansir Jawa Pos, Minggu (2/5).

Tirta mengatakan, mereka yang tidak mempunyai masalah seperti pada perut, lambung dan dehidrasi bisa tetap mengonsumsi kopi saat Ramadan. Tetapi, dia tak menyarankan konsumsi minuman yang belakangan populer di kalangan anak muda itu pada saat sahur. Sebab efek diuresis atau peningkatan urin sebagai efek samping konsumsi kafein bisa menyebabkan dehidrasi. Namun kondisi ini juga bergantung dari jumlah kopi dan jenisnya.

“Minum kopi saat sahur dapat saja berpotensi memberi efek diuresis dan menyebabkan dehidrasi. Jika tidak perlu benar minum kopi, maka tidak perlu minum kopi saat sahur ya,” kata Tirta.

Biasanya, pada mereka yang belum terbiasa mengurangi konsumsi kafein apalagi menghentikannya sementara selama Ramadhan akan mengeluhkan sakit kepala parah selama berhari-hari. Hingga akhirnya, mereka akan terbiasa dengan rutinitas baru, yakni mengurangi porsi.

Menurut pakar penyakit dalam di Unit Emirat Arab, Mustafa Saif, seperti dikutip dari Gulfnews, ini merupakan gejala penarikan diri atau withdrawal symptoms yang juga mencakup kelelahan, lesu, mudah tersinggung, kurang konsentrasi, insomnia dan cemas.

Dokter tidur di Burjeel Hospital, Abu Dhabi, Supriya Sundaram mengingatkan, Anda sebaiknya menghindari terlalu banyak kafein agar kualitas tidur terjaga. Sebaliknya, minumlah air sesuai kebutuhan tubuh atau setidaknya delapan gelas per hari.

Sumber: Jawa Pos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru