alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Cuci Miss V Bisa Cegah Kehamilan, Mitos atau Fakta?

RADAR MALANG – Beberapa wanita beranggapan mencuci miss V setelah berhubungan badan menjadi salah satu cara bagi pasangan mencegah kehamilan. Apakah langakh tersebut memang efektif atau sekadar mitos?

Melansir dari MedicalNewsToday (3/3), mencuci vagina dengan air atau cairan lain tidaklah berfungsi sebagai kontrasepsi. Hal itu berlaku juga untuk penggunaan douche, yaitu kantong dengan selang atau semprotan yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan pada area kewanitaan.

Baca juga : Terungkap, Ini Penyebab Miss V Selalu Basah

“Ketika mencuci organ vital, kita hanya mencuci pada bagian luar vagina seperti labia luar, labia bagian dalam, dan sekitar saluran pembuangan. Tidak sampai bagian dalam organ intim. Lubang menuju leher rahim sangat kecil. Oleh karena itu, sulit untuk air menembus leher rahim. Berbeda dengan sperma yang dapat dengan cepat masuk karena dia mikroba yang sangat kecil,” jelas dokter umum, dr Yusra Firdaus seperti dilansir dari Medicalnewstoday.

Artinya, ketika Anda bergegas ke kamar mandi setelah berhubungan seks untuk mencuci organ intim dengan harapan mencegah kehamilan, Anda tidak akan bisa mengalahkan pergerakan sperma menuju sel telur.

Sangat mungkin banyak dari sperma telah memasuki rahim saat Anda melakukan douching. Faktanya, douching malah bisa mendorong lebih banyak sperma ke atas.

Selain itu, douching juga dapat meningkatkan risiko infeksi vagina dan infeksi menular seksual. Lantas, bisakah sperma dikeluarkan dari vagina setelah berhubungan seks? Sperma adalah sel reproduksi pria yang bisa hidup di dalam vagina hingga 7 hari.

Begitu sperma ini memasuki rahim, tidak ada cara yang terbukti secara ilmiah untuk bisa mengeluarkannya.

Penulis : Khrisna Ambar

RADAR MALANG – Beberapa wanita beranggapan mencuci miss V setelah berhubungan badan menjadi salah satu cara bagi pasangan mencegah kehamilan. Apakah langakh tersebut memang efektif atau sekadar mitos?

Melansir dari MedicalNewsToday (3/3), mencuci vagina dengan air atau cairan lain tidaklah berfungsi sebagai kontrasepsi. Hal itu berlaku juga untuk penggunaan douche, yaitu kantong dengan selang atau semprotan yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan pada area kewanitaan.

Baca juga : Terungkap, Ini Penyebab Miss V Selalu Basah

“Ketika mencuci organ vital, kita hanya mencuci pada bagian luar vagina seperti labia luar, labia bagian dalam, dan sekitar saluran pembuangan. Tidak sampai bagian dalam organ intim. Lubang menuju leher rahim sangat kecil. Oleh karena itu, sulit untuk air menembus leher rahim. Berbeda dengan sperma yang dapat dengan cepat masuk karena dia mikroba yang sangat kecil,” jelas dokter umum, dr Yusra Firdaus seperti dilansir dari Medicalnewstoday.

Artinya, ketika Anda bergegas ke kamar mandi setelah berhubungan seks untuk mencuci organ intim dengan harapan mencegah kehamilan, Anda tidak akan bisa mengalahkan pergerakan sperma menuju sel telur.

Sangat mungkin banyak dari sperma telah memasuki rahim saat Anda melakukan douching. Faktanya, douching malah bisa mendorong lebih banyak sperma ke atas.

Selain itu, douching juga dapat meningkatkan risiko infeksi vagina dan infeksi menular seksual. Lantas, bisakah sperma dikeluarkan dari vagina setelah berhubungan seks? Sperma adalah sel reproduksi pria yang bisa hidup di dalam vagina hingga 7 hari.

Begitu sperma ini memasuki rahim, tidak ada cara yang terbukti secara ilmiah untuk bisa mengeluarkannya.

Penulis : Khrisna Ambar

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/