alexametrics
26.9 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Bangga Punya Profesi Sebagai Barista Wanita di Kota Batu

KOTA BATU – Siapa bilang dunia barista hanya milik kaum adam? Tak sedikit kaum wanita yang terjun secara profesional dibidang ini. Salah satunya seperti Melya Dea Rachmawati. Tidak hanya bicara bisnis, menjadi seorang barista juga menjadi kebanggan sekaligus tantangan tersendiri bagi gadis asal Kota Batu itu.

Menurutnya, menjadi barista tidak hanya dinilai dari penampilan luarnya saja. Melainkan juga sikap yang baik hingga soal personal branding. Sebab dengan dua hal tersebut, gadis yang akrab disapa Meli ini bisa terus mengembangkan jenjang karirnya.

“Jadi barista perempuan itu tidak mudah, karena hal-hal yang biasa dilakukan oleh laki-laki, dilakukan juga sama perempuan. Seperti minum espresso tiap kalibrasi, angkat galon, dan memastikan semua kondimen aman,” ujar wanita asal Batu tersebut.

Profesi sebagai barista sudah dilakoni Meli sejak satu setengah tahun belakangan. Selain menjadi barista di kafe, Meli juga berkesempatan untuk mengikuti lomba fun battle manual brew di salah satu event coffee shop. Meski hanya menjadi finalis, hal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar.

“Awalnya insecure pasti, karena itu event battle barista perempuan se-Malang Raya. Waktu mengamati mereka, ternyata banyak teknik manual yang aku nggak paham di awal, jadi tahu kesalahan enggak lolosnya,” tambahnya.

Salah satu mimpinya saat ini yakni menjadi entrepreneur yang memiliki cafe shop dengan banyak cabang. 

 

Pewarta: Roisyatul Mufidah

KOTA BATU – Siapa bilang dunia barista hanya milik kaum adam? Tak sedikit kaum wanita yang terjun secara profesional dibidang ini. Salah satunya seperti Melya Dea Rachmawati. Tidak hanya bicara bisnis, menjadi seorang barista juga menjadi kebanggan sekaligus tantangan tersendiri bagi gadis asal Kota Batu itu.

Menurutnya, menjadi barista tidak hanya dinilai dari penampilan luarnya saja. Melainkan juga sikap yang baik hingga soal personal branding. Sebab dengan dua hal tersebut, gadis yang akrab disapa Meli ini bisa terus mengembangkan jenjang karirnya.

“Jadi barista perempuan itu tidak mudah, karena hal-hal yang biasa dilakukan oleh laki-laki, dilakukan juga sama perempuan. Seperti minum espresso tiap kalibrasi, angkat galon, dan memastikan semua kondimen aman,” ujar wanita asal Batu tersebut.

Profesi sebagai barista sudah dilakoni Meli sejak satu setengah tahun belakangan. Selain menjadi barista di kafe, Meli juga berkesempatan untuk mengikuti lomba fun battle manual brew di salah satu event coffee shop. Meski hanya menjadi finalis, hal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar.

“Awalnya insecure pasti, karena itu event battle barista perempuan se-Malang Raya. Waktu mengamati mereka, ternyata banyak teknik manual yang aku nggak paham di awal, jadi tahu kesalahan enggak lolosnya,” tambahnya.

Salah satu mimpinya saat ini yakni menjadi entrepreneur yang memiliki cafe shop dengan banyak cabang. 

 

Pewarta: Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/