alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Thunderstorm dan Skyquake, Apa Bedanya?

RADAR MALANG – Suara dentuman yang menggegerkan warga Malang sejak Selasa (2/2) lalu akhirnya ditegaskan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono adalah fenomena thunderstorm.

Daryono menyebutkan bersamaan dengan hujan, statistik petir mencatat beberapa kali terjadi petir pada Selasa malam (2/2) lalu. Aktivitas petir tersebut sangat mampu untuk menghasilkan suara yang terdengar seperti dentuman.

Dentuman kencang yang mirip juga pernah terjadi di Amerika Serikat yang dinamakan Bama Boom pada 2017 lalu. Fenomena tersebut oleh beberapa ahli dinamakan skyquake yang mana ada suara bagai meriam keras yang berasal dari langit. Dilansir dari AccuWeather, Kamis (4/2), asal dari skyquake masih belum diketahui secara jelas.

“Rumah seseorang mungkin berguncang, tetapi tanah akan tetap diam. Berbeda dengan gempa bumi, jika seseorang berada di ruang kelas, mereka akan mendengar meja berguncang. Namun di gurun yang tidak ada apa-apa, tidak akan ada suara,” jelas Shawn Willsey, Profesor Geologi di College of Southern Idaho yang menjelaskan bagaimana efek suara skyquake jika dibandingkan gempa bumi.

Letnan Emileigh Rogers, yang bekerja untuk Pangkalan Angkatan Udara selama bertahun-tahun, juga mengatakan ledakan sonik dari kegiatan militer tidak akan sampai ke darat. Pernyataan tersebut juga menerangkan asal skyquake yang juga bukan dari aktivitas militer.

Lalu apa bedanya thunderstorm dengan skyquake? Thunderstorm ini terjadi karena udara hangat dan lembap yang bertabrakan dengan udara yang lebih dingin. Saat udara hangat tersebut bergerak cepat ke atas lalu mendingin dan mengembun, akan membentuk awan cumulonimbus. Resonansi yang terjadi dari aktivitas tersebut, sangat mungkin untuk menghasilkan suara.

Jika skyquake masih belum diketahui jelas dari mana asal suaranya, thunderstorm telah diketahui secara pasti penyebabnya. Sehingga dentuman yang mengejutkan warga Malang pada Selasa (2/2) hingga Rabu kemarin telah dipastikan BMKG berasal dari thunderstorm yang aktivitasnya malam itu menimbulkan suara.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Suara dentuman yang menggegerkan warga Malang sejak Selasa (2/2) lalu akhirnya ditegaskan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono adalah fenomena thunderstorm.

Daryono menyebutkan bersamaan dengan hujan, statistik petir mencatat beberapa kali terjadi petir pada Selasa malam (2/2) lalu. Aktivitas petir tersebut sangat mampu untuk menghasilkan suara yang terdengar seperti dentuman.

Dentuman kencang yang mirip juga pernah terjadi di Amerika Serikat yang dinamakan Bama Boom pada 2017 lalu. Fenomena tersebut oleh beberapa ahli dinamakan skyquake yang mana ada suara bagai meriam keras yang berasal dari langit. Dilansir dari AccuWeather, Kamis (4/2), asal dari skyquake masih belum diketahui secara jelas.

“Rumah seseorang mungkin berguncang, tetapi tanah akan tetap diam. Berbeda dengan gempa bumi, jika seseorang berada di ruang kelas, mereka akan mendengar meja berguncang. Namun di gurun yang tidak ada apa-apa, tidak akan ada suara,” jelas Shawn Willsey, Profesor Geologi di College of Southern Idaho yang menjelaskan bagaimana efek suara skyquake jika dibandingkan gempa bumi.

Letnan Emileigh Rogers, yang bekerja untuk Pangkalan Angkatan Udara selama bertahun-tahun, juga mengatakan ledakan sonik dari kegiatan militer tidak akan sampai ke darat. Pernyataan tersebut juga menerangkan asal skyquake yang juga bukan dari aktivitas militer.

Lalu apa bedanya thunderstorm dengan skyquake? Thunderstorm ini terjadi karena udara hangat dan lembap yang bertabrakan dengan udara yang lebih dingin. Saat udara hangat tersebut bergerak cepat ke atas lalu mendingin dan mengembun, akan membentuk awan cumulonimbus. Resonansi yang terjadi dari aktivitas tersebut, sangat mungkin untuk menghasilkan suara.

Jika skyquake masih belum diketahui jelas dari mana asal suaranya, thunderstorm telah diketahui secara pasti penyebabnya. Sehingga dentuman yang mengejutkan warga Malang pada Selasa (2/2) hingga Rabu kemarin telah dipastikan BMKG berasal dari thunderstorm yang aktivitasnya malam itu menimbulkan suara.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru