MALANG – Ngopi atau nongkrong di dalam kafe? sudah biasa. Ngopi di tempat outdor? juga sudah banyak. Tapi, bagaimana dengan ngopi di dalam bus yang didesain seperti kafe?
Itu jelas tidak biasa. Di Kota Malang, konsep itu ditawarkan PO Bus Juragan 99 Trans.
Perusaahaan otobus itu menyulap salah satu armadanya menjadi kafe keliling. Yakni Mercedez Benz OH 1626 yang bodinya dibikin Adi Putro.
Stiker #NgopiSultan pun menempel di kaca samping bus.

Bus-kafe Juragan 99 Trans saat melintas di Jalan Ijen, Kota Malang, Jumat malam (3/7). Foto: Darmono/Radar Malang

Jumat malam (3/7) Jawa Pos Radar Malang mencoba langsung desain bus yang langka itu. Kursinya diatur dengan konfigurasi 2-2 dan saling berhadapan, dengan terpisah meja di setiap dua ruas.
Penataan ini membuat penumpang bisa berkomunikasi sambil menyeruput kopi yang disuguhkan pihak bus.
Dengan adanya meja, kapasitas penumpang berkurang. Jika umumnya satu bus terdapat 62 kursi, PO bus Juragan 99 hanya berkapasitas 32 kursi.
Tujuannya memberikan kenyamanan kepada penumpang. ”Kenyamanan tetap terjamin,” ujar Manager Garasi Juragan 99 Trans Slamet.
Seperti bus pada, “kafe” milik Juragan 99 ini juga mobile. Penumpang diajak keliling Kota Malang-Kota Batu.
”Ini pukul 17.00 mulai jalan,” tambah Slamet.
Sementara itu, owner Juragan 99 Trans Gilang Widya Pramana mengatakan, kegiatan wisata ngopi di atas bus yang dimulai sejak Senin lalu (29/6) itu merupakan salah satu cara mengakali agar ada pemasukan selama pandemi ini. ”Seperti yang kita tahu, sektor pariwisata sedang tidak bagus. Maka dari itu, kami adakan Ngopi Sultan agar pemasukan tetap ada,” jelasnya.
Untuk bisa berkeliling sambil ngopi di bus tersebut, penumpang perlu merogoh kocek Rp 50 ribu per orang. Bus berangkat  pada pukul 16.00 dari Kota Malang dan diperkirakan tiba di Kota Batu sekitar pukul 18.30.
”Ada es kopi, kopi panas, dan cemilan yang bisa dinikmati dalam satu kali perjalanan. Ada live music dan karaoke juga,” kata Gilang.

Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhi live music. Foto: Darmono/Radar Malang

Sejauh ini Gilang menyebut animo masyarakat cukup baik menyambut wisata keliling dengan bus ini. Jika terus meningkat, pihaknya akan menambah frekuensi perjalanan busnya. ”Sementara ini masih satu unit yang jalan. Kalau animonya meningkat, bisa diupayakan untuk tambah frekuensi,” kata Gilang.
Pewarta: Biyan Mudzakiy
Foto: Darmono
Editor: Indra M