alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

KPI Stop Sinetron Zahra, Boleh Tayang Lagi Asalkan Begini…

RADAR MALANG – Sinetron Suara Hati Istri: Zahra yang tengah ramai diperbincangkan publik kini telah dihentikan sementara oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hal ini sudah disepakati bersama pihak Indosiar sebagai stasiun televisi yang menayangkan acara tersebut.

KPI secara langsung mengumumkan pemberhentian sinetron Suara Hati Istri: Zahra di laman resmi lembaga penyiaran tersebut Jumat (4/6). Jeda ini dilakukan untuk memberikan ruang kepada tim produksi mengubah alur cerita.

Direktur Program Indosiar, Harsiwi Ahmad, mengatakan bahwa pihaknya mengambil keputusan ini setelah bertemu dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Mega Kreasi Film (MKF) selaku rumah produksi pada Kamis (3/6).

Dalam pertemuan itu, KPI menilai sinetron Suara Hati Istri memiliki muatan yang berpotensi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI. Dengan demikian, KPI meminta evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.

“Langkah ini diambil untuk memberi kesempatan waktu pada rumah produksi untuk menutup sementara cerita dan menyusun alur cerita lanjutannya,” kata Harsiwi seperti dikutip dalam keterangan resmi di laman KPI.

KPI telah menerima aduan dari masyarakat yang disampaikan lewat berbagai saluran media sosial atas sinetron ini. Aduan tersebut dikarenakan adanya artis yang masih berusia 15 tahun untuk peran istri ketiga.

Dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, usia 15 masih masuk kategori anak. Keberatan publik yang disampaikan ke KPI juga terkait muatan cerita yang sarat dengan kekerasan dalam rumah tangga dan romantisme suami istri yang berlebihan sehingga, jika dikaitkan dengan pemeran utama yang masih 15 tahun, tentu berpotensi melanggar hak-hak anak.

“Ada tuntutan dari masyarakat agar sinetron ini dihentikan. Namun KPI sendiri berkepentingan untuk menjernihkan masalah ini agar tindakan yang diambil sesuai dengan kewenangan dan juga berdasarkan regulasi yang ada,” kata Nuning Rodiyah Anggota KPI Pusat.

Rumah produksi Mega Kreasi Film (MKF) dan Indosiar sudah mengganti pemeran Zahra dalam Suara Hati Istri. Diketahui dalam unggahan di media sosial dan YouTube, MKF menampilkan cuplikan babak baru karakter Zahra.

Zahra dikisahkan mengalami kecelakaan karena mobil yang ia kendarai masuk jurang dan harus melalui operasi medis.

Operasi tersebut juga sekaligus berusaha mengembalikan lagi wajah Zahra. Namun, ketika perban dibuka, wajahnya jauh berbeda dibanding sebelumnya. Kali ini, pemeran Zahra adalah aktris 23 tahun bernama Hanna Kirana.

Namun guna melakukan realisasi atas evaluasi sinetron Suara Hati Istri: Zahra, Indosiar akan menghentikan sementara program siaran ini. Menurut Harsiwi, langkah ini diambil untuk memberi kesempatan waktu pada rumah produksi untuk menutup sementara cerita dan menyusun alur cerita lanjutannya.

“Komitmen perubahan ini tentunya tidak hanya dilakukan untuk sinetron ‘Suara Hati Istri’, tapi juga di program lain dan sinetron lainnya,” kata Harsiwi.

Penulis : Fanda Yusnia

RADAR MALANG – Sinetron Suara Hati Istri: Zahra yang tengah ramai diperbincangkan publik kini telah dihentikan sementara oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hal ini sudah disepakati bersama pihak Indosiar sebagai stasiun televisi yang menayangkan acara tersebut.

KPI secara langsung mengumumkan pemberhentian sinetron Suara Hati Istri: Zahra di laman resmi lembaga penyiaran tersebut Jumat (4/6). Jeda ini dilakukan untuk memberikan ruang kepada tim produksi mengubah alur cerita.

Direktur Program Indosiar, Harsiwi Ahmad, mengatakan bahwa pihaknya mengambil keputusan ini setelah bertemu dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Mega Kreasi Film (MKF) selaku rumah produksi pada Kamis (3/6).

Dalam pertemuan itu, KPI menilai sinetron Suara Hati Istri memiliki muatan yang berpotensi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI. Dengan demikian, KPI meminta evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.

“Langkah ini diambil untuk memberi kesempatan waktu pada rumah produksi untuk menutup sementara cerita dan menyusun alur cerita lanjutannya,” kata Harsiwi seperti dikutip dalam keterangan resmi di laman KPI.

KPI telah menerima aduan dari masyarakat yang disampaikan lewat berbagai saluran media sosial atas sinetron ini. Aduan tersebut dikarenakan adanya artis yang masih berusia 15 tahun untuk peran istri ketiga.

Dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, usia 15 masih masuk kategori anak. Keberatan publik yang disampaikan ke KPI juga terkait muatan cerita yang sarat dengan kekerasan dalam rumah tangga dan romantisme suami istri yang berlebihan sehingga, jika dikaitkan dengan pemeran utama yang masih 15 tahun, tentu berpotensi melanggar hak-hak anak.

“Ada tuntutan dari masyarakat agar sinetron ini dihentikan. Namun KPI sendiri berkepentingan untuk menjernihkan masalah ini agar tindakan yang diambil sesuai dengan kewenangan dan juga berdasarkan regulasi yang ada,” kata Nuning Rodiyah Anggota KPI Pusat.

Rumah produksi Mega Kreasi Film (MKF) dan Indosiar sudah mengganti pemeran Zahra dalam Suara Hati Istri. Diketahui dalam unggahan di media sosial dan YouTube, MKF menampilkan cuplikan babak baru karakter Zahra.

Zahra dikisahkan mengalami kecelakaan karena mobil yang ia kendarai masuk jurang dan harus melalui operasi medis.

Operasi tersebut juga sekaligus berusaha mengembalikan lagi wajah Zahra. Namun, ketika perban dibuka, wajahnya jauh berbeda dibanding sebelumnya. Kali ini, pemeran Zahra adalah aktris 23 tahun bernama Hanna Kirana.

Namun guna melakukan realisasi atas evaluasi sinetron Suara Hati Istri: Zahra, Indosiar akan menghentikan sementara program siaran ini. Menurut Harsiwi, langkah ini diambil untuk memberi kesempatan waktu pada rumah produksi untuk menutup sementara cerita dan menyusun alur cerita lanjutannya.

“Komitmen perubahan ini tentunya tidak hanya dilakukan untuk sinetron ‘Suara Hati Istri’, tapi juga di program lain dan sinetron lainnya,” kata Harsiwi.

Penulis : Fanda Yusnia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/