alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Coki Pardede Ditangkap, Tretan Muslim: Didakwahi Nggak Mempan

RADAR MALANG – Patrick Effendy, bos Majelis Lucu Indonesia (MLI) mengungkapkan kelegaannya atas penangkapkan komika Coki Pardede oleh petugas kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

“Gue kayak bisul pecah. Mungkin kedengerannya jahat bagi banyak orang, tapi gue lega,” kata Patrick dalam podcast Deddy Corbuzier yang dikutip dari Jawapos, Minggu (5/9).

Dia mengaku lega karena sejak hampir satu tahun belakangan kerap dilanda perasaan cemas dan khawatir. Sebab ia tahu Coki Pardede memang pengguna narkoba.

“Yang bikin lega adalah ini kan dari November. Dari November sampai sekarang hampir setiap hari aku deg-degan terus. Malam malam (Tretan) Muslim bang. Apa lagi nih, gitu,” katanya.

Selain Patrick Effendy, Tretan Muslim juga mengaku lega atas penangkapan Coki Pardede. Sebab ia juga selalu dilanda rasa khawatir ketika tiba-tiba Coki menghilang tanpa ada kabar. Tretan Muslim khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada sahabatnya itu. Seperti over dosis atau sejenisnya.

“Lega kalau ini yang terbaik. Karena didakwahin juga gak mempan, mau pakai cara apa lagi,” tuturnya.

Patrick mengakui kejadian yang menimpa Coki Pardede termasuk kesalahannya. Karena sejak tahu menggunakan narkoba, ia tidak langsung merekomendasikan ditangani secara serius di panti rehabilitasi guna memutus ketergantungannya pada obat-obatan terlarang.

Patrick juga mengungkapkan, pengacara Coki Pardede kini sedang berusaha menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian untuk mengupayakan proses asesmen. Dengan harapan Coki bisa segera direhab.

Sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo menyatakan Coki Pardede menggunakan narkoba dengan alasan untuk percaya diri. Hal itu sesuai dengan pengakuan Coki saat dilakukan pemeriksaan petugas.

“Dia pertamanya nyoba untuk percaya diri tampil di depan publik. Untuk ngilanginnya nggak bisa, kecanduan. Dia pakai biar percaya diri aja,” kata Pratomo Widodo saat dihubungi, Kamis (2/8).

Dari informasi yang dihimpun, Coki ditangkap di Jalan Foresta Raya, Pagedangan, Tangerang, Banten pada Rabu (1/9) malam. Dia ditangkap bersama penyuplai narkoba berinisial W.

Keduanya telah dilakukan tes urine. Hasilnya positif mengkonsumsi narkoba. “Positif amfetamin dan metafetamin dua-duanya,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo.

Amfetamin adalah kandungan yang ada di dalam narkotika jenis ekstasi. Sedangkan metafetamin merupakan kandungan yang ada di dalam sabu.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Patrick Effendy, bos Majelis Lucu Indonesia (MLI) mengungkapkan kelegaannya atas penangkapkan komika Coki Pardede oleh petugas kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

“Gue kayak bisul pecah. Mungkin kedengerannya jahat bagi banyak orang, tapi gue lega,” kata Patrick dalam podcast Deddy Corbuzier yang dikutip dari Jawapos, Minggu (5/9).

Dia mengaku lega karena sejak hampir satu tahun belakangan kerap dilanda perasaan cemas dan khawatir. Sebab ia tahu Coki Pardede memang pengguna narkoba.

“Yang bikin lega adalah ini kan dari November. Dari November sampai sekarang hampir setiap hari aku deg-degan terus. Malam malam (Tretan) Muslim bang. Apa lagi nih, gitu,” katanya.

Selain Patrick Effendy, Tretan Muslim juga mengaku lega atas penangkapan Coki Pardede. Sebab ia juga selalu dilanda rasa khawatir ketika tiba-tiba Coki menghilang tanpa ada kabar. Tretan Muslim khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada sahabatnya itu. Seperti over dosis atau sejenisnya.

“Lega kalau ini yang terbaik. Karena didakwahin juga gak mempan, mau pakai cara apa lagi,” tuturnya.

Patrick mengakui kejadian yang menimpa Coki Pardede termasuk kesalahannya. Karena sejak tahu menggunakan narkoba, ia tidak langsung merekomendasikan ditangani secara serius di panti rehabilitasi guna memutus ketergantungannya pada obat-obatan terlarang.

Patrick juga mengungkapkan, pengacara Coki Pardede kini sedang berusaha menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian untuk mengupayakan proses asesmen. Dengan harapan Coki bisa segera direhab.

Sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo menyatakan Coki Pardede menggunakan narkoba dengan alasan untuk percaya diri. Hal itu sesuai dengan pengakuan Coki saat dilakukan pemeriksaan petugas.

“Dia pertamanya nyoba untuk percaya diri tampil di depan publik. Untuk ngilanginnya nggak bisa, kecanduan. Dia pakai biar percaya diri aja,” kata Pratomo Widodo saat dihubungi, Kamis (2/8).

Dari informasi yang dihimpun, Coki ditangkap di Jalan Foresta Raya, Pagedangan, Tangerang, Banten pada Rabu (1/9) malam. Dia ditangkap bersama penyuplai narkoba berinisial W.

Keduanya telah dilakukan tes urine. Hasilnya positif mengkonsumsi narkoba. “Positif amfetamin dan metafetamin dua-duanya,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo.

Amfetamin adalah kandungan yang ada di dalam narkotika jenis ekstasi. Sedangkan metafetamin merupakan kandungan yang ada di dalam sabu.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/