alexametrics
29C
Malang
Monday, 19 April 2021

Tali Masker Berbahaya? Begini Penjelasan Medisnya

Malang Kota – Tali pengait masker atau strap masker semakin menjadi tren belakangan ini. Alat tersebut memudahkan pengguna saat akan makan atau minum tanpa harus melepas masker. Jadi tinggal menggantungkan saja, praktis.

Tetapi, perlu diketahui bahwa penggunaan tali masker memiliki risiko tersendiri. “Tali masker justru berpotensi menularkan virus Covid-19. Jika masker digantung akan mengenai baju, padahal masker tidak boleh kontak dengan benda lainnya. Masker harus tetap steril.” ujar Dr. Dhelya Widasmara SpKK(K) FINSDV, kepada Radar Malang Sabtu (6/3).

Baca juga : Maskne: Inilah Cara Melawan Jerawat Akibat Masker

“Selain itu, kuman virus di bagian luar masker bisa terhirup masuk. Baik lewat hidung atau terhisap masuk mulut. Itu jika masker terletak di bawah hidung atau dagu,” tambahnya.

Untuk itu, Dhelya memberikan saran sebagai pengganti tali masker. Masyarakat bisa menyiapkan wadah atau penyimpan khusus untuk masker. “Menggunakan tempat khusus masker. Bisa berupa pouch yang steril, bisa juga membawa amplop sendiri dari rumah untuk menyimpan masker.” jelas dokter yang kerap mengedukasi lewat akun instagram @dhelya_spkk.

Dhelya juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M, agar pandemi segara usai.“Sayangi orang-orang di sekitar kita. Karena pandemi ini adalah tanggung jawab bersama. Ini adalah bentuk perjuangan di era milenial. Gunakanlah masker, kapanpun dan di manapun. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi.” pungkasnya

Pewarta: Andika Satria Perdana

Malang Kota – Tali pengait masker atau strap masker semakin menjadi tren belakangan ini. Alat tersebut memudahkan pengguna saat akan makan atau minum tanpa harus melepas masker. Jadi tinggal menggantungkan saja, praktis.

Tetapi, perlu diketahui bahwa penggunaan tali masker memiliki risiko tersendiri. “Tali masker justru berpotensi menularkan virus Covid-19. Jika masker digantung akan mengenai baju, padahal masker tidak boleh kontak dengan benda lainnya. Masker harus tetap steril.” ujar Dr. Dhelya Widasmara SpKK(K) FINSDV, kepada Radar Malang Sabtu (6/3).

Baca juga : Maskne: Inilah Cara Melawan Jerawat Akibat Masker

“Selain itu, kuman virus di bagian luar masker bisa terhirup masuk. Baik lewat hidung atau terhisap masuk mulut. Itu jika masker terletak di bawah hidung atau dagu,” tambahnya.

Untuk itu, Dhelya memberikan saran sebagai pengganti tali masker. Masyarakat bisa menyiapkan wadah atau penyimpan khusus untuk masker. “Menggunakan tempat khusus masker. Bisa berupa pouch yang steril, bisa juga membawa amplop sendiri dari rumah untuk menyimpan masker.” jelas dokter yang kerap mengedukasi lewat akun instagram @dhelya_spkk.

Dhelya juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M, agar pandemi segara usai.“Sayangi orang-orang di sekitar kita. Karena pandemi ini adalah tanggung jawab bersama. Ini adalah bentuk perjuangan di era milenial. Gunakanlah masker, kapanpun dan di manapun. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi.” pungkasnya

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru