alexametrics
30.3 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Skizofrenia Bisa Perburuk Infeksi Covid-19 Pada Pasien

RADAR MALANG – Penderita penyakit komorbid, seperti diabetes, jantung, atau kanker umumnya mendapatkan perhatian khusus ketika pandemi COVID-19. Karena, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengalami perburukan yang fatal ketika terinfeksi virus corona.

Tak hanya pasien penyakit komorbid tersebut yang rentan mengalami perburukan saat pandemi.

Menurut sebuah penelitian yang dikutip dari Klikdokter Senin (8/2), penderita skizofrenia justru paling berisiko mengalami kematian saat terinfeksi COVID-19.

Berdasarkan penelitian, skizofrenia adalah faktor risiko nomor dua penyabab kematian akibat COVID-19. Faktor risiko kematian COVID-19 yang pertama disebabkan oleh usia. Dugaan adanya obat–obatan yang dikonsumsi oleh skizofrenia yang mengakibatkan berkurangnya kekebalan tubuh.

Penelitian terdahulu juga pernah menjelaskan tentang penyakit skizofrenia yang bisa mengubah gen pengatur respons sistem imun terhadap infeksi.

Beberapa psikiater pun turut menyatakan, kondisi skizofrenia berhubungan dengan aktivasi sistem imun dan molekul sinyal proinflamasi yang dikenal sebagai sitokin.

“Dalam satu setengah bulan pertama setelah diagnosis Covid-19 pasien dengan skizofrenia dibandingkan dengan pasien tanpa gangguan kejiwaan kira-kira dua setengah kali lebih mungkin meninggal,” kata Profesor Psikiatri di Universitas Columbia, Mark Olfson.

Oleh karena itu, beberapa negara tengah memasukkan pengidap skizofrenia sebagai prioritas penerima vaksin.

Untuk mencegah perburukan akibat COVID-19 atau menjaga agar pasien tak tertular virus corona, diperlukan konsultasi rutin dengan psikiater dan dokter yang menangani, selain itu juga seseorang harus bisa mengubah pola pikir agar badan lebih rileks.

Penulis : Khrisna Ambar

RADAR MALANG – Penderita penyakit komorbid, seperti diabetes, jantung, atau kanker umumnya mendapatkan perhatian khusus ketika pandemi COVID-19. Karena, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengalami perburukan yang fatal ketika terinfeksi virus corona.

Tak hanya pasien penyakit komorbid tersebut yang rentan mengalami perburukan saat pandemi.

Menurut sebuah penelitian yang dikutip dari Klikdokter Senin (8/2), penderita skizofrenia justru paling berisiko mengalami kematian saat terinfeksi COVID-19.

Berdasarkan penelitian, skizofrenia adalah faktor risiko nomor dua penyabab kematian akibat COVID-19. Faktor risiko kematian COVID-19 yang pertama disebabkan oleh usia. Dugaan adanya obat–obatan yang dikonsumsi oleh skizofrenia yang mengakibatkan berkurangnya kekebalan tubuh.

Penelitian terdahulu juga pernah menjelaskan tentang penyakit skizofrenia yang bisa mengubah gen pengatur respons sistem imun terhadap infeksi.

Beberapa psikiater pun turut menyatakan, kondisi skizofrenia berhubungan dengan aktivasi sistem imun dan molekul sinyal proinflamasi yang dikenal sebagai sitokin.

“Dalam satu setengah bulan pertama setelah diagnosis Covid-19 pasien dengan skizofrenia dibandingkan dengan pasien tanpa gangguan kejiwaan kira-kira dua setengah kali lebih mungkin meninggal,” kata Profesor Psikiatri di Universitas Columbia, Mark Olfson.

Oleh karena itu, beberapa negara tengah memasukkan pengidap skizofrenia sebagai prioritas penerima vaksin.

Untuk mencegah perburukan akibat COVID-19 atau menjaga agar pasien tak tertular virus corona, diperlukan konsultasi rutin dengan psikiater dan dokter yang menangani, selain itu juga seseorang harus bisa mengubah pola pikir agar badan lebih rileks.

Penulis : Khrisna Ambar

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/