alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Begini Cara Klarisa Temukan Karakter Baru, Dari Tomboy ke Feminin

MALANG KOTA – Dunia pageant sebelumnya tidak pernah terfikirkan bagi Klarisa Difa Rahmasari. Gadis asal Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang ini mengaku sebelumnya memiliki karakter yang tomboy. ”Dulu aku sukanya balapan motocross, main sepak bola, dan bela diri,” kata Klarisa, sapaan akrabnya.

Namun memasuki masa puber, gadis kelahiran Malang, 26 Juni 2001 ini merasa mulai tertarik dengan hal-hal yang berbau feminim. ”Sempat disepelein banget sama teman-teman, tapi ternyata aku bisa,” ujarnya. Rasa percaya diri itu mulai muncul sejak dirinya memutuskan untuk turun dalam kompetisi pageant.

”Waktu awal kelas X SMA, mulailah ada rasa ingin bisa jadi lebih feminin. Akhirnya iseng daftar lomba modeling tanpa ikut agensi, dan Alhamdulillah di kompetisi pertama yang aku ikutin aku langsung juara. Waktu itu aku ikutnya lomba duta sekolah,” sambung alumnus SMA Negeri 1 Tumpang itu. Dari situ, semangat Klarisa untuk terjun secara profesional dalam dunia pageant maupun modeling semakin terpacu.

”Tapi sempat bingung juga, karena aku masih nggak bisa meninggalkan hobi lama baik bela diri maupun sepak bola,” jelas Klarisa. Namun akhirnya, mahasiswi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang itu berusaha untuk menyeimbangkan hobi dan passion-nya. ”Jadi sekarang sambil jalani dunia pageant juga kadang masih suka futsal dan latihan bela diri buat refreshing,” tukas gadis yang juga menyandang gelar jadi Duta Kampus Unisma tersebut. (iik)

MALANG KOTA – Dunia pageant sebelumnya tidak pernah terfikirkan bagi Klarisa Difa Rahmasari. Gadis asal Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang ini mengaku sebelumnya memiliki karakter yang tomboy. ”Dulu aku sukanya balapan motocross, main sepak bola, dan bela diri,” kata Klarisa, sapaan akrabnya.

Namun memasuki masa puber, gadis kelahiran Malang, 26 Juni 2001 ini merasa mulai tertarik dengan hal-hal yang berbau feminim. ”Sempat disepelein banget sama teman-teman, tapi ternyata aku bisa,” ujarnya. Rasa percaya diri itu mulai muncul sejak dirinya memutuskan untuk turun dalam kompetisi pageant.

”Waktu awal kelas X SMA, mulailah ada rasa ingin bisa jadi lebih feminin. Akhirnya iseng daftar lomba modeling tanpa ikut agensi, dan Alhamdulillah di kompetisi pertama yang aku ikutin aku langsung juara. Waktu itu aku ikutnya lomba duta sekolah,” sambung alumnus SMA Negeri 1 Tumpang itu. Dari situ, semangat Klarisa untuk terjun secara profesional dalam dunia pageant maupun modeling semakin terpacu.

”Tapi sempat bingung juga, karena aku masih nggak bisa meninggalkan hobi lama baik bela diri maupun sepak bola,” jelas Klarisa. Namun akhirnya, mahasiswi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang itu berusaha untuk menyeimbangkan hobi dan passion-nya. ”Jadi sekarang sambil jalani dunia pageant juga kadang masih suka futsal dan latihan bela diri buat refreshing,” tukas gadis yang juga menyandang gelar jadi Duta Kampus Unisma tersebut. (iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/