alexametrics
21.4 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Otak Tetap Tajam Meski Bertambah Usia? Begini Caranya

RADAR MALANG – Proses penuaan merupakan  hal  yang lazim dialami oleh semua orang. Otak merupakan organ tubuh yang paling banyak diserang seiring proses penuaan. Bagian-bagian penting otak cenderung mengalami atrofi seiring bertambahnya usia. Atrofi merupakan hilangnya sel otak secara berkelanjutan. Namun, proses pemindaian dalam otak setiap orang terjadi secara berbeda-beda.

Melansir dari Time (8/6), penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan atau aktivitas yang dilakukan untuk membuat otak tetap tajam seiring bertambahnya usia. ”Terlepas dari stereotip tersebut, penurunan kognitif tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia dan mengadopsi kebiasaan gaya hidup sehat dapat secara signifikan mengurangi risiko demensia atau penurunan daya ingat di kemudian hari,” ucap Wakil Presiden Senior dan Direktur Eksekutif Dewan Global untuk Otak AARP Sarah Lenz Lock.

Berikut beberapa cara untuk meningkatkan ketajaman otak seiring bertambahnya usia:

  1. Start Socializing (Mulai Bersosialisasi)

Tidak perlu mencari teman sebanyak-banyaknya di saat mulai bersosialisasi. Yang dibutuhkan hanya fokus terhadap lingkaran sosial yang dapat memenuhi kepuasan pribadi. Sebagai contoh, kita dapat memulai sosialisasi dengan berbincang-bincang bersama tetangga, menjadi sukarelawan di suatu event komunitas, dan terdapat cara lain bersosialisasi yang dilakukan tidak hanya dengan manusia. Anda juga alian dapat mengadopsi hewan peliharaan kesukaan yang dapat dijadikan sebagai teman mengobrol.

  1. Practice Relaxation (Berlatih Relaksasi)

Stres merupakan bagian alami dari kehidupan. Seiring dengan bertambahnya usia, tingkat stres seseorang menjadi lebih tinggi. Tak perlu khawatir akan hal tersebut, sebab ada banyak cara yang dianggap cocok untuk berlatih relaksasi. Menurut Lock, berlatih relaksasi yang paling baik yaitu ketika beristirahat pada malam hari. Ketika seseorang tidur nyenyak, otak dapat menyimpan dan mengkonsolidasikan ingatan dengan baik.

  1. Smart Exercise (Olahraga dengan Cerdas)

Salah satu cara terbaik untuk menunda penuaan yaitu dengan cara melakukan aktivitas yang melibatkan fisik. Hal yang sama berlaku pada otak manusia. ”Berolahraga meningkatkan protein pada otak  yang disebut Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang penting untuk menumbuhkan dan menjaga neuron” ujar Lock. Olahraga yang disarankan yaitu aerobik dan olahraga yang berguna untuk kekuatan.

  1. Eat for Your Brain (Makanan untuk Mempertajam Otak)

Setelah berolahraga, pilihlah makanan yang dapat menyehatkan otak. Terdapat penelitian tentang makanan sehat yang cocok untuk menyehatkan otak.  Profesor Neurologi di Universitas Columbia Dr Nikolaos Scarmeas menyatakan, mengkonsumsi makanan bergizi sangat berpengaruh terhadap kondisi otak. ”Orang dewasa yang melakukan diet Mediterania dengan mengkonsumsi ikan dan makanan nabati seperti buah, sayuran, kacang-kacangan dan minyak zaitun, cenderung terhindar dari penyakit Alzheimer. Mereka juga membatasi konsumsi daging merah,” ujar Scarmeas.

  1. Pursue the Purpose (Mengejar Tujuan)

Memiliki tujuan hidup dapat mengurangi resiko demensia sekitar 30 persen. Hal tersebut disampaikan salah satu studi tahun 2017 oleh Psikolog Florida State University Sutin. Bagi sebagian orang, mengejar tujuan hidup adalah suatu keistimewaan dan keberuntungan. Bukan melulu soal pendapatan, kekayaan, atau pendidikan.

Penulis: Nabila Sofie H.

RADAR MALANG – Proses penuaan merupakan  hal  yang lazim dialami oleh semua orang. Otak merupakan organ tubuh yang paling banyak diserang seiring proses penuaan. Bagian-bagian penting otak cenderung mengalami atrofi seiring bertambahnya usia. Atrofi merupakan hilangnya sel otak secara berkelanjutan. Namun, proses pemindaian dalam otak setiap orang terjadi secara berbeda-beda.

Melansir dari Time (8/6), penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan atau aktivitas yang dilakukan untuk membuat otak tetap tajam seiring bertambahnya usia. ”Terlepas dari stereotip tersebut, penurunan kognitif tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia dan mengadopsi kebiasaan gaya hidup sehat dapat secara signifikan mengurangi risiko demensia atau penurunan daya ingat di kemudian hari,” ucap Wakil Presiden Senior dan Direktur Eksekutif Dewan Global untuk Otak AARP Sarah Lenz Lock.

Berikut beberapa cara untuk meningkatkan ketajaman otak seiring bertambahnya usia:

  1. Start Socializing (Mulai Bersosialisasi)

Tidak perlu mencari teman sebanyak-banyaknya di saat mulai bersosialisasi. Yang dibutuhkan hanya fokus terhadap lingkaran sosial yang dapat memenuhi kepuasan pribadi. Sebagai contoh, kita dapat memulai sosialisasi dengan berbincang-bincang bersama tetangga, menjadi sukarelawan di suatu event komunitas, dan terdapat cara lain bersosialisasi yang dilakukan tidak hanya dengan manusia. Anda juga alian dapat mengadopsi hewan peliharaan kesukaan yang dapat dijadikan sebagai teman mengobrol.

  1. Practice Relaxation (Berlatih Relaksasi)

Stres merupakan bagian alami dari kehidupan. Seiring dengan bertambahnya usia, tingkat stres seseorang menjadi lebih tinggi. Tak perlu khawatir akan hal tersebut, sebab ada banyak cara yang dianggap cocok untuk berlatih relaksasi. Menurut Lock, berlatih relaksasi yang paling baik yaitu ketika beristirahat pada malam hari. Ketika seseorang tidur nyenyak, otak dapat menyimpan dan mengkonsolidasikan ingatan dengan baik.

  1. Smart Exercise (Olahraga dengan Cerdas)

Salah satu cara terbaik untuk menunda penuaan yaitu dengan cara melakukan aktivitas yang melibatkan fisik. Hal yang sama berlaku pada otak manusia. ”Berolahraga meningkatkan protein pada otak  yang disebut Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang penting untuk menumbuhkan dan menjaga neuron” ujar Lock. Olahraga yang disarankan yaitu aerobik dan olahraga yang berguna untuk kekuatan.

  1. Eat for Your Brain (Makanan untuk Mempertajam Otak)

Setelah berolahraga, pilihlah makanan yang dapat menyehatkan otak. Terdapat penelitian tentang makanan sehat yang cocok untuk menyehatkan otak.  Profesor Neurologi di Universitas Columbia Dr Nikolaos Scarmeas menyatakan, mengkonsumsi makanan bergizi sangat berpengaruh terhadap kondisi otak. ”Orang dewasa yang melakukan diet Mediterania dengan mengkonsumsi ikan dan makanan nabati seperti buah, sayuran, kacang-kacangan dan minyak zaitun, cenderung terhindar dari penyakit Alzheimer. Mereka juga membatasi konsumsi daging merah,” ujar Scarmeas.

  1. Pursue the Purpose (Mengejar Tujuan)

Memiliki tujuan hidup dapat mengurangi resiko demensia sekitar 30 persen. Hal tersebut disampaikan salah satu studi tahun 2017 oleh Psikolog Florida State University Sutin. Bagi sebagian orang, mengejar tujuan hidup adalah suatu keistimewaan dan keberuntungan. Bukan melulu soal pendapatan, kekayaan, atau pendidikan.

Penulis: Nabila Sofie H.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/