alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Pendaki Tersohor Pakistan Hilang di K2, Gunung Tertinggi Di Dunia

RADAR MALANG – Pendaki gunung tersohor dari Pakistan, Muhammad Ali Sadpara, 45, hilang bersama dua pendaki lainnya, John Snorri, 47, dari Islandia, dan Juan Pablo Mohr, 33, dari Chili, di K2, gunung tertinggi kedua di dunia.

Ketiganya terakhir terlihat oleh putra Sadpara, Sajid, sekitar tengah hari
pada Jumat waktu setempat di bottleneck, tempat yang dianggap sebagai bagian tersulit dari pendakian K2. Bottleneck merujuk pada jurang yang curam dan sempit ketika Sajid dipaksa untuk kembali karena masker oksigen tidak berfungsi menurut The Guardian pada Selasa (9/2).

Melansir Guardian, Selasa (9/2), tentara Pakistan berusaha keras untuk menyelamatkannya. Helikopter pun dikerahkan untuk mencari orang-orang itu selama tiga hari. “Muhammad Ali Sadpara adalah pahlawan nasional dan aset negara,” kata juru bicara militer Pakistan Babar Iftikhar, Senin (8/2).

Berbicara kepada wartawan pada hari Minggu, Sajid mengakui ada sedikit kemungkinan ketiganya bisa bertahan begitu tinggi di K2 saat musim dingin. Sajid mengaku telah menunggu semalam di kamp tepat di bawah Bottleneck, ia percaya, ketiganya telah mencapai puncak dan akan turun. “Saya terus menyalakan lampu tenda saya di malam hari sambil berpikir mereka akan melihatnya ketika mereka kembali,” katanya.

“Saya pikir jika mereka mencari mayat, masuk akal untuk melanjutkan operasi [penyelamatan], tetapi peluang mereka untuk bertahan hidup, jika Anda berada di 8.000 (meter) di musim dingin selama dua atau tiga hari … hampir tidak ada,” katanya.

Di antara mereka yang masih berharap untuk kembali dengan selamat adalah penulis Fatima Bhutto, yang menulis tweet pada Senin. “Sangat berharap untuk Ali Sadpara kembali dengan selamat,” cuit Fatimah Bhutto.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Pendaki gunung tersohor dari Pakistan, Muhammad Ali Sadpara, 45, hilang bersama dua pendaki lainnya, John Snorri, 47, dari Islandia, dan Juan Pablo Mohr, 33, dari Chili, di K2, gunung tertinggi kedua di dunia.

Ketiganya terakhir terlihat oleh putra Sadpara, Sajid, sekitar tengah hari
pada Jumat waktu setempat di bottleneck, tempat yang dianggap sebagai bagian tersulit dari pendakian K2. Bottleneck merujuk pada jurang yang curam dan sempit ketika Sajid dipaksa untuk kembali karena masker oksigen tidak berfungsi menurut The Guardian pada Selasa (9/2).

Melansir Guardian, Selasa (9/2), tentara Pakistan berusaha keras untuk menyelamatkannya. Helikopter pun dikerahkan untuk mencari orang-orang itu selama tiga hari. “Muhammad Ali Sadpara adalah pahlawan nasional dan aset negara,” kata juru bicara militer Pakistan Babar Iftikhar, Senin (8/2).

Berbicara kepada wartawan pada hari Minggu, Sajid mengakui ada sedikit kemungkinan ketiganya bisa bertahan begitu tinggi di K2 saat musim dingin. Sajid mengaku telah menunggu semalam di kamp tepat di bawah Bottleneck, ia percaya, ketiganya telah mencapai puncak dan akan turun. “Saya terus menyalakan lampu tenda saya di malam hari sambil berpikir mereka akan melihatnya ketika mereka kembali,” katanya.

“Saya pikir jika mereka mencari mayat, masuk akal untuk melanjutkan operasi [penyelamatan], tetapi peluang mereka untuk bertahan hidup, jika Anda berada di 8.000 (meter) di musim dingin selama dua atau tiga hari … hampir tidak ada,” katanya.

Di antara mereka yang masih berharap untuk kembali dengan selamat adalah penulis Fatima Bhutto, yang menulis tweet pada Senin. “Sangat berharap untuk Ali Sadpara kembali dengan selamat,” cuit Fatimah Bhutto.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/