alexametrics
20.9 C
Malang
Wednesday, 17 August 2022

Twitter Cabut Hak Istimewa Trump

RADARMALANG – Kekalahan pemilu membuat Trump tidak bisa bebas lagi menggunakan Twitter. Hak istimewa yang ia miliki akan resmi dicabut ketika Joe Biden mulai memerintah Amerika Serikat pada 20 Januari 2021.

“Hak istimewa itu hanya berlaku untuk mereka yang masih menjabat atau mereka yang akan menjadi calon kepala negara,” ujar juru bicara Twitter, dikutip dari Reuters, Selasa (10/11).

Sebelumnya, Twitter membuat aturan khusus bagi pemimpin dunia dan pejabat lainnya, bentuknya microblogging ini akan membiarkan konten yang melanggar dengan memberikan label atau membatasi aksesnya. Dengan begitu, tweet tersebut masih bisa dilihat apabila masih diperlukan, akan tetapi dengan peringatan.

Dalam pemilihan Amerika, Twitter banyak memberikan label terhadap tweet @realDonaldTrump, karena tweetnya yang membahas kecurangan pemilu yang tanpa bukti. Twitter juga pernah menyembunyikan cuitan Trump ketika ia membuat tulisan yang dianggap mengagungkan kekerasan dari kasus penembakan pria kulit hitam oleh aparat.

Perlakuan sama akan diterima oleh Trump untuk akun Facebook miliknya. Ketika Joe Biden menduduki kursi Presiden Amerika, maka akun Facebook Donald Trump tidak lagi bebas dari evaluasi tim cek fakta.

Penulis : M. Ubaidillah

RADARMALANG – Kekalahan pemilu membuat Trump tidak bisa bebas lagi menggunakan Twitter. Hak istimewa yang ia miliki akan resmi dicabut ketika Joe Biden mulai memerintah Amerika Serikat pada 20 Januari 2021.

“Hak istimewa itu hanya berlaku untuk mereka yang masih menjabat atau mereka yang akan menjadi calon kepala negara,” ujar juru bicara Twitter, dikutip dari Reuters, Selasa (10/11).

Sebelumnya, Twitter membuat aturan khusus bagi pemimpin dunia dan pejabat lainnya, bentuknya microblogging ini akan membiarkan konten yang melanggar dengan memberikan label atau membatasi aksesnya. Dengan begitu, tweet tersebut masih bisa dilihat apabila masih diperlukan, akan tetapi dengan peringatan.

Dalam pemilihan Amerika, Twitter banyak memberikan label terhadap tweet @realDonaldTrump, karena tweetnya yang membahas kecurangan pemilu yang tanpa bukti. Twitter juga pernah menyembunyikan cuitan Trump ketika ia membuat tulisan yang dianggap mengagungkan kekerasan dari kasus penembakan pria kulit hitam oleh aparat.

Perlakuan sama akan diterima oleh Trump untuk akun Facebook miliknya. Ketika Joe Biden menduduki kursi Presiden Amerika, maka akun Facebook Donald Trump tidak lagi bebas dari evaluasi tim cek fakta.

Penulis : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/