Toy Photography, Seni Hidupkan Mainan dan Merangkai Cerita

Foto : Haekal Ammarasyad/Radar Malang

ZETIZEN MALANG – Dari namanya, toys photography memang merujuk pada kegiatan memotret mainan. Namun, pegiat toys photographer Indonesia, Rahmat Budiman atau yang akrab disapa Mate, tak setuju dengan definisi tersebut.

Lebih dari itu, baginya toys photography adalah seni menghidupkan mainan. “Toy photography adalah ‘SENI’ memotret mainan,” ujar Mate memberi penekanan pada kata ‘Seni’. “Di dalamnya diselipkan pesan, dikemas dengan indah, dan dieksekusi menggunakan teknik khusus,” imbuhnya.

Tujuannya satu: menghidupkan benda mati! Yap, toy photographer seakan punya kekuatan super untuk “memberi nyawa” pada mainan yang dipotretnya. “Mainan berpotensi membentuk cerita. Itu sebabnya, pegiat toy photography tak asing dengan kalimat ‘Grab your toys and make them alive’,” ujarnya lagi.

Bisa dibilang, dunia toy photography adalah rumah yang tepat untuk seniman yang haus pengetahuan dan skill baru. “Toys photography menggabungkan beberapa genre dan teknik fotografi, seperti foto produk, foto model, dan teknik lighting,” jelas Mate.

Belum lagi, jenis mainan yang bervariasi, mulai dari boneka, diecast, gundam, hingga action figure yang memiliki keunikan oleh tiap mereknya seperti LEGO, Mattel, Hasbro, dan McFarlane.

Dalam menggeluti bidang ini, Mate mengatakan bahwa seorang seniman bisa berangkat dari 3 modal utama yakni Imagination, Action, dan Toys. Insiatif tersebut dirangkumnya dengan tagar #imaginactoys untuk mendorong pegiat lainnya terus berkarya.

Tentu, modal untuk bikin diorama seperti Felix Hernandez (@hernandez_dreamphography) atau efek dan lighting profesional seperti Mitchel Wu (@mitchelwuphotography) membutuhkan modal yang besar.

Namun, setidaknya kamu bisa berguru pada sang master Tatsuya Tanaka (@tanaka_tatsuya). Jika mengamati hasil karyanya, tentu kamu akan dibikin takjub dengan imajinasi luar batas yang dimilikinya.

Seniman Jepang tersebut acapkali memanfaatkan benda-benda di rumah untuk dipotret menggunakan perspektif miniatur. Yap, seperti brokoli yang dijadikan pohon, hingga senar gitar yang dijadikan jemuran.

Foto : Rahmat Budiman

Bidang ini memang sudah ada sejak lama dan berkembang pesat di kancah dunia, bahkan sudah jadi hobi profesional yang mendatangkan uang. Perusahaan besar seperti Disney, Mattel, dan Bandai sudah punya fotografer khusus untuk mainan mereka.

Sayangnya, meski telah banyak pegiat bermunculan, toys photographer di Indonesia masuk dalam kelas content creator yang kebanyakan dikontrak untuk memotret produk brand umum. “Itu karena di Indonesia masih belum ada merek mainan lokal,” jelas Mate.

Meski begitu, setidaknya skena toy photography Indonesia memiliki ritme dan rutenya sendiri. Nama-nama seniman seperti Saykoji, Fauzie Helmy, Seno Haryo, HR Joe, dan Agam pun memberikan warna tersendiri dalam perjalanan komunitas Toy Photography Indonesia (@toygraphyid).

Foto : Haekal Ammarasyad/Radar Malang

Baik di Indonesia maupun dunia, popularitas toys photography makin meledak di masa pandemi ini. Yap, jenis fotografi ini memang membuat para fotografer tak perlu pergi ke luar rumah untuk bisa menghasilkan karya.

Penulis: Ananda Triana
Foto: Haekal Ammarasyad, Dok. Rahmat Budiman

Editor: Indra M