alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Kunjungi Penampungan Migran, Camila Cabello Ungkap Rasa Prihatin

RADAR MALANG – Penyanyi asal Amerika, Camila Cabello baru saja membagikan momen kunjungan transformasinya ke perbatasan AS dan Meksiko. Kunjungannya kali ini berkaitan dengan misi kemanusiaan untuk para migran di perbatasan tersebut.

Melansir People, Rabu (11/8), wanita 24 tahun itu melakukan kunjungan agar lebih memahami sistem imigrasi. “Kunjungan ini membantu saya lebih memahami sistem imigrasi kami dan kenyataan memilukan yang dihadapi begitu banyak migran dan pencari suaka di perbatasan kami,” ucap Cabello.

Selain untuk misi kemanusiaan, pelantun “Havana” itu juga mengunjungi keluarga dan anak-anak di tempat penampungan. Ini dia lakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dihadapi para pencari suaka saat mereka melakukan perjalanan ke AS.

Momen ini sekaligus menjadi pengingat bagi perjalanannya dan refleksinya tentang sebuah perjalanan yang dilakukan sebelum ini terjadi. Cabello merasa beruntung kisah ini tak menimpa dirinya dahulu.

“Tanpa diragukan lagi, mereka adalah beberapa orang paling tangguh yang pernah saya temui. Banyak dari mereka melarikan diri dari situasi yang mengancam jiwa dan mengalami trauma yang tak terkatakan hanya untuk kesempatan menjalani kehidupan yang aman,” ucap Cabello saat diwawancara wartawan setempat.

Salah satu pendiri “This Is About Humanity” Elsa Collins menemani Cabello sepanjang perjalanan sembari menjelaskan berapa banyak dari mereka yang meninggalkan negara asal mereka untuk masuk ke AS. Mereka harus melarikan diri dari kondisi berbahaya dan berusaha menjaga keluarga agar tetap aman.

Berkeliling dan bermain bersama anak-anak yang berada di shelter tersebut, membuat bintang Cinderella itu merasa pilu. Pasalnya dibalik kegembiraan anak-anak tersebut terselip kesedihan yang seharusnya tidak mereka rasakan.

“Melihat kegembiraan di wajah mereka saat kami bermain bersama adalah pengingat yang sederhana namun memilukan bahwa mereka semua hanyalah anak-anak. Bedanya, anak-anak ini dipaksa untuk menghadapi tantangan dan trauma luar biasa yang tidak boleh dihadapi oleh anak seusianya,” ungkap Cabello.

Penulis : Nabila Sofie H.

RADAR MALANG – Penyanyi asal Amerika, Camila Cabello baru saja membagikan momen kunjungan transformasinya ke perbatasan AS dan Meksiko. Kunjungannya kali ini berkaitan dengan misi kemanusiaan untuk para migran di perbatasan tersebut.

Melansir People, Rabu (11/8), wanita 24 tahun itu melakukan kunjungan agar lebih memahami sistem imigrasi. “Kunjungan ini membantu saya lebih memahami sistem imigrasi kami dan kenyataan memilukan yang dihadapi begitu banyak migran dan pencari suaka di perbatasan kami,” ucap Cabello.

Selain untuk misi kemanusiaan, pelantun “Havana” itu juga mengunjungi keluarga dan anak-anak di tempat penampungan. Ini dia lakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dihadapi para pencari suaka saat mereka melakukan perjalanan ke AS.

Momen ini sekaligus menjadi pengingat bagi perjalanannya dan refleksinya tentang sebuah perjalanan yang dilakukan sebelum ini terjadi. Cabello merasa beruntung kisah ini tak menimpa dirinya dahulu.

“Tanpa diragukan lagi, mereka adalah beberapa orang paling tangguh yang pernah saya temui. Banyak dari mereka melarikan diri dari situasi yang mengancam jiwa dan mengalami trauma yang tak terkatakan hanya untuk kesempatan menjalani kehidupan yang aman,” ucap Cabello saat diwawancara wartawan setempat.

Salah satu pendiri “This Is About Humanity” Elsa Collins menemani Cabello sepanjang perjalanan sembari menjelaskan berapa banyak dari mereka yang meninggalkan negara asal mereka untuk masuk ke AS. Mereka harus melarikan diri dari kondisi berbahaya dan berusaha menjaga keluarga agar tetap aman.

Berkeliling dan bermain bersama anak-anak yang berada di shelter tersebut, membuat bintang Cinderella itu merasa pilu. Pasalnya dibalik kegembiraan anak-anak tersebut terselip kesedihan yang seharusnya tidak mereka rasakan.

“Melihat kegembiraan di wajah mereka saat kami bermain bersama adalah pengingat yang sederhana namun memilukan bahwa mereka semua hanyalah anak-anak. Bedanya, anak-anak ini dipaksa untuk menghadapi tantangan dan trauma luar biasa yang tidak boleh dihadapi oleh anak seusianya,” ungkap Cabello.

Penulis : Nabila Sofie H.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/