alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Cara Praktis Memilih Busana Berdasarkan Bentuk Tubuh

RADAR MALANG – Keseluruhan bentuk tubuh biasanya diklasifikasikan seperti bentuk buah apel, buah pir, segitiga terbalik, dan macam-macam. Namun klasifikasi tersebut menjadi sangat sempit dan tidak memberikan gambaran lengkap.

Mengutip dari Styled By Sally, Jumat (12/2), mereka kemudian mengklasifikasikan bentuk tubuh berdasar proporsi tubuh. Apakah seseorang memiliki bahu sempit atau lebar. Karena jika memasukkan betuk tubuh seseorang ke dalam bentuk apel atau pir, tidak akan mempertimbangkan proporsi tubuh. Namun hanya siluet tubuh.

Jika seseorang memiiki bahu yang lebih sempit dari pinggul, maka perlu diciptakan ilusi agar mencapai keseimbangan proporsi tubuh. Maka coba gunakakan v-neck, halter neck, baju dengan garis-garis horizontal. Ini akan membuat bahu seolah-olah terlihat sama lebarnya dengan pinggul.

Namun jika bahu yang lebih lebar dari pinggul, maka harus membuat ilusi seolah-seolah pinggul selebar bahu. Gunakan rok A-line, celana kulot, bawahan dengan motif garis-garis horizontal, atau pilih warna-warna yang cerah untuk bawahan. Semua hal tersebut akan menambah lebar pada tubuh bagian bawah. Serta akan dapat menyeimbangkan bahu yang lebar.

Tubuh yang panjang atau kaki yang pendek. Jika seseorang memiliki bentuk tubuh seperti ini, maka ia tentu ingin membuat kakinya terlihat lebih panjang. Maka gunakan celana atau jeans dengan garis pinggang yang tinggi, rok berpinggang, gaun dengan jahitan di pinggang, atau ikat pinggang. Ia juga bisa mengenakan sepatu hak tinggi untuk membantu menyeimbangkan bagian atas dan bawah.

Namun jika badan yang pendek dan kaki yang panjang, hindari sabuk pinggang lebar, baju atau jaket crop. Gunakan jaket dengan motif garis-garis panjang dan pakaian dengan tone warna yang mirip-mirip.

Meski tipe-tipe tersebut tentu tidak mencakup seluruh variasi bentuk butuh, setidaknya itulah yang menjadi poin-poin pentingnya. Yang paling penting adalah, kenali aset tubuh dan pilih pakaian yang menonjolkan bagian-bagian tubuh tersebut.

“Karena tidak setiap tren cocok untuk semua orang. Tren datang dan pergi, tetapi hanya karena majalah mode memberi tahu Anda bahwa ada sesuatu yang ‘sedang tren’ bukan berarti itu tren yang tepat untuk Anda,” tulis Lore Ebeling, Stylist dan Personal Shopper kepada Styled By Sally.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Keseluruhan bentuk tubuh biasanya diklasifikasikan seperti bentuk buah apel, buah pir, segitiga terbalik, dan macam-macam. Namun klasifikasi tersebut menjadi sangat sempit dan tidak memberikan gambaran lengkap.

Mengutip dari Styled By Sally, Jumat (12/2), mereka kemudian mengklasifikasikan bentuk tubuh berdasar proporsi tubuh. Apakah seseorang memiliki bahu sempit atau lebar. Karena jika memasukkan betuk tubuh seseorang ke dalam bentuk apel atau pir, tidak akan mempertimbangkan proporsi tubuh. Namun hanya siluet tubuh.

Jika seseorang memiiki bahu yang lebih sempit dari pinggul, maka perlu diciptakan ilusi agar mencapai keseimbangan proporsi tubuh. Maka coba gunakakan v-neck, halter neck, baju dengan garis-garis horizontal. Ini akan membuat bahu seolah-olah terlihat sama lebarnya dengan pinggul.

Namun jika bahu yang lebih lebar dari pinggul, maka harus membuat ilusi seolah-seolah pinggul selebar bahu. Gunakan rok A-line, celana kulot, bawahan dengan motif garis-garis horizontal, atau pilih warna-warna yang cerah untuk bawahan. Semua hal tersebut akan menambah lebar pada tubuh bagian bawah. Serta akan dapat menyeimbangkan bahu yang lebar.

Tubuh yang panjang atau kaki yang pendek. Jika seseorang memiliki bentuk tubuh seperti ini, maka ia tentu ingin membuat kakinya terlihat lebih panjang. Maka gunakan celana atau jeans dengan garis pinggang yang tinggi, rok berpinggang, gaun dengan jahitan di pinggang, atau ikat pinggang. Ia juga bisa mengenakan sepatu hak tinggi untuk membantu menyeimbangkan bagian atas dan bawah.

Namun jika badan yang pendek dan kaki yang panjang, hindari sabuk pinggang lebar, baju atau jaket crop. Gunakan jaket dengan motif garis-garis panjang dan pakaian dengan tone warna yang mirip-mirip.

Meski tipe-tipe tersebut tentu tidak mencakup seluruh variasi bentuk butuh, setidaknya itulah yang menjadi poin-poin pentingnya. Yang paling penting adalah, kenali aset tubuh dan pilih pakaian yang menonjolkan bagian-bagian tubuh tersebut.

“Karena tidak setiap tren cocok untuk semua orang. Tren datang dan pergi, tetapi hanya karena majalah mode memberi tahu Anda bahwa ada sesuatu yang ‘sedang tren’ bukan berarti itu tren yang tepat untuk Anda,” tulis Lore Ebeling, Stylist dan Personal Shopper kepada Styled By Sally.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/