alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

MFM 2021 Bikin Desainer Ibu Kota Ini Meneteskan Air Mata

MALANG KOTA – Gelaran Malang Fashion Movement (MFM) 2021 dua hari lalu (10/4) menjadi kenangan tersendiri bagi Migi Rihalasay. Membawakan koleksi SEMI, Migi sempat ketar-ketir akan turun hujan dan menghambat acara. Ditambah lagi, adanya gempa yang terpusat di Malang Selatan juga membuat hatinya tak tenang.

Namun, dengan semangatnya sejak persiapan MFM 2021 Januari lalu, Migi optimistis dia dan seluruh desainer lainnya bisa menampilkan koleksi terbaiknya. ”Sekitar pukul 14.00 saya sempat khawatir akan turun hujan, ditambah takut akan adanya gempa susulan, namun alam berkehendak lain, acara bisa berjalan dengan lancar,” kata dia.

Dengan menyuguhkan 8 look terbaik dari koleksi SEMI-nya, Migi mengatakan bahwa persiapan yang dia lakukan untuk MFM 2021 ini sudah dia lakukan sejak Januari lalu. Inspirasi SEMI itu berasal dari adanya banjir yang melanda Jakarta dan daerah sekitarnya beberapa saat lalu. ”Koleksi ini adalah sebuah harapan dan penantian Migi di musim hujan kemarin, Migi mengharapkan musim semi segera tiba,” kata dia.

Dengan 15 look yang dia bawa dari Jakarta, Migi memilih 8 look terbaik yang ditampilkan di Runway MFM 2021 dua hari lalu. Dengan warna-warna cerah, Migi menyebut bahwa koleksinya itu sangat cocok dengan runway outdoor dari MFM 2021.

Untuk diketahui, MFM tahun ini digelar di Taman Kemesraan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Migi mengaku sempat tersentuh saat pertama kali datang di venue MFM.

”Ini kedua kalinya saya mengikuti MFM, tapi kali ini sangat menarik karena venue-nya outdoor dan dikelilingi pohon-pohon, saya hampir mengeluarkan air mata karena terkagum dengan runway yang dihiasi dengan biji pinus sepanjang 40 meter, apalagi di samping kiri ada air terjun yang mengalir,” terangnya.

Migi mengaku sangat senang bisa terlibat dalam gelaran MFM 2021, selain dapat menampilkan koleksi terbarunya di masa pandemi Covid-19 ini, dia juga mengapresiasi seluruh jalannya acara sangat memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat.

”Ditambah lagi ini masih dalam masa pandemi, konsep ini mendukung dan memenuhi syarat ketentuan masa pandemi,” kata dia. (arl/c1/mas)

MALANG KOTA – Gelaran Malang Fashion Movement (MFM) 2021 dua hari lalu (10/4) menjadi kenangan tersendiri bagi Migi Rihalasay. Membawakan koleksi SEMI, Migi sempat ketar-ketir akan turun hujan dan menghambat acara. Ditambah lagi, adanya gempa yang terpusat di Malang Selatan juga membuat hatinya tak tenang.

Namun, dengan semangatnya sejak persiapan MFM 2021 Januari lalu, Migi optimistis dia dan seluruh desainer lainnya bisa menampilkan koleksi terbaiknya. ”Sekitar pukul 14.00 saya sempat khawatir akan turun hujan, ditambah takut akan adanya gempa susulan, namun alam berkehendak lain, acara bisa berjalan dengan lancar,” kata dia.

Dengan menyuguhkan 8 look terbaik dari koleksi SEMI-nya, Migi mengatakan bahwa persiapan yang dia lakukan untuk MFM 2021 ini sudah dia lakukan sejak Januari lalu. Inspirasi SEMI itu berasal dari adanya banjir yang melanda Jakarta dan daerah sekitarnya beberapa saat lalu. ”Koleksi ini adalah sebuah harapan dan penantian Migi di musim hujan kemarin, Migi mengharapkan musim semi segera tiba,” kata dia.

Dengan 15 look yang dia bawa dari Jakarta, Migi memilih 8 look terbaik yang ditampilkan di Runway MFM 2021 dua hari lalu. Dengan warna-warna cerah, Migi menyebut bahwa koleksinya itu sangat cocok dengan runway outdoor dari MFM 2021.

Untuk diketahui, MFM tahun ini digelar di Taman Kemesraan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Migi mengaku sempat tersentuh saat pertama kali datang di venue MFM.

”Ini kedua kalinya saya mengikuti MFM, tapi kali ini sangat menarik karena venue-nya outdoor dan dikelilingi pohon-pohon, saya hampir mengeluarkan air mata karena terkagum dengan runway yang dihiasi dengan biji pinus sepanjang 40 meter, apalagi di samping kiri ada air terjun yang mengalir,” terangnya.

Migi mengaku sangat senang bisa terlibat dalam gelaran MFM 2021, selain dapat menampilkan koleksi terbarunya di masa pandemi Covid-19 ini, dia juga mengapresiasi seluruh jalannya acara sangat memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat.

”Ditambah lagi ini masih dalam masa pandemi, konsep ini mendukung dan memenuhi syarat ketentuan masa pandemi,” kata dia. (arl/c1/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru