alexametrics
22.7 C
Malang
Monday, 27 June 2022

Sembilan Hari Napak Tilas Spiritual ke Mesir, Palestina, dan Yordania (20): Kisah Dekatnya Makam Nabi Ya’kub dengan Nabi Yusuf

Mengapa makam Nabi Ya’kub Alaihissalam (AS) dan Nabi Yusuf AS berada di sinagog? Sedangkan makam Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS berada di dalam masjid?
***

Siang itu kami masih berada di Masjid Khalil Ibrahim di Kota Hebron, tempat makam Nabi Ibrahim AS. Seperti dijelaskan pada catatan sebelumnya, meskipun berada dalam satu ruangan, tapi kami tak bisa ke makamnya Nabi Ya’kub AS dan Nabi Yusuf AS. Karena kedua makam bapak dan anak itu berada di sinagog. Ruangan makamnya tertutup, dan dijaga.
Kompleks Masjid Khalil Ibrahim memang sangat ketat penjagaannya oleh polisi dan tentara Israel. Tak hanya dijaga polisi dan tentara. Kendaraan baja militer pun disiagakan di kawasan itu. Saya mencoba mencari-cari tahu, alasan di balik ketatnya penjagaan di kompleks Masjid Khalil Ibrahim. Bisa jadi, itu sangat terkait dengan insiden yang terjadi pada 1994.
Saat itu, seorang penganut Yahudi radikal dari Amerika Serikat yang bernama Baruch Goldstein menembaki umat Islam yang sedang salat Subuh berjamaah di Masjid Khalil Ibrahim. Akibat serangan itu, 29 jamaah mati syahid di dalam masjid tersebut. Goldstein lalu dibunuh di dalam masjid itu oleh para jamaah yang selamat dari pembantaian.
Peristiwa ini saya konfirmasikan kepada Nazzi, guide lokal yang mendampingi kami selama tour di Palestina. Dia membenarkan peristiwa tragis tersebut. Dan sejak itulah, katanya, masjid Khalil Ibrahim dijaga sangat ketat oleh tentara Israel. Pemerintah Israel kemudian membagi masjid menjadi dua bagian. Area utama masjid tetap difungsikan sebagai masjid untuk umat Islam. Sedangkan area lainnya dijadikan sinagog. Makam Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ishaq AS berada di area masjid, sedangkan makam Nabi Ya’kub AS dan Nabi Yusuf AS berada di area sinagog.
Sebenarnya pada 2017, UNESCO telah menetapkan Masjid Khalil Ibrahim sebagai situs sejarah milik Palestina. Namun, pemerintah Israel tetap menguasainya dengan dalih untuk melindungi kepentingan umat ketiga agama: Islam, Yahudi, dan Nasrani.
Saya mengerti alasannya, mengapa bagian dari masjid yang ada makamnya Nabi Ya’kub AS yang diminta oleh Israel dan dijadikan sinagog. Sebabnya, karena bagi orang Yahudi atau Bani Israil, Nabi Ya’kub AS adalah bapak moyangnya.
Seperti diceritakan di dalam sejarah, termasuk disebutkan di dalam Alquran, bahwa Nabi Ya’kub AS adalah putra dari Nabi Ishaq AS. Dan Nabi Ishaq AS adalah putra dari Nabi Ibrahim AS. Kitab Qishashul Anbiya karya Ibnu Katsir menceritakan, Nabi Ishaq AS menikah dengan Rifqa binti Bitawabil (orang Yahudi menyebutnya Rebca) di usianya yang ke-40 tahun. Rifqa sempat mandul. Nabi Ishaq AS berdoa agar diberikan keturunan. Doa Nabi Ishaq AS dikabulkan. Sehingga Rifqa akhirnya melahirkan dua anak laki-laki. Anak pertama bernama Aishu. Bangsa Arab menyebutnya Al Aish (Aish). Dalam perkembangannya kelak di kemudian hari, Aish adalah bapak moyangnya bangsa Romawi. Sedangkan anak laki-laki kedua diberi nama Ya’kub yang di kemudian hari, merupakan asal-usul keturunan Bani Israil.

MAQOM RASULULLAH: Di dalam ruangan ini terdapat batu yang pernah dijadikan pijakan kaki Rasulullah SAW saat beliau berziarah ke makam Nabi Ibrahim AS.

Suatu ketika, Nabi Ya’kub AS disuruh ibunya untuk pergi ke rumah pamannya, Laban, yang tinggal di Harran (sebuah kota di utaranya Suriah). Dan diminta untuk tinggal di sana. Permintaan sang ibu pun dituruti. Akhirnya Nabi Ya’kub AS pergi ke Harran. Dan di sana, dia tinggal bertahun-tahun. Suatu ketika, saat tinggal di Harran, Nabi Ya’kub AS bermimpi melihat sejenis tangga yang menjulur dari langit ke bumi. Nabi Ya’kub AS menyaksikan para malaikat sedang menaiki dan menuruni tangga tersebut. Allah berfirman kepada Nabi Ya’kub AS: ”Sesungguhnya Aku akan memberkahi dirimu dan memperbanyak anak-anak keturunanmu. Aku juga menjadikan bumi ini untukmu dan untuk anak-anak keturunanmu yang hidup sepeninggalmu nanti”.
Ketika Nabi Ya’kub AS terbangun dari tidurnya, dia merasa gembira dengan mimpinya itu. Dan mimpi itu di kemudian hari menjadi kenyataan.
Selama tinggal di Harran bersama pamannya Laban, Nabi Ya’kub menikahi dua putri Laban. Yakni Liya dan Rahil. Saat itu, secara syariat diperbolehkan. Kemudian pernikahan seperti ini dihapus dalam syariat Taurat. Oleh Laban, dua putrinya itu masing-masing diberi budak. Liya diberi budak bernama Zulfa dan Rahil diberi budak bernama Balha.
Singkat cerita, selama tinggal di Harran, Nabi Ya’kub dikaruniai 12 anak. Secara berurutan: Raubil, Syam’un, Lawi, Yahudza, Daan, Naftali, Haad, Asyir, Yasakhir, Zabilan, Dina, dan Yusuf. Dina adalah satu-satunya yang perempuan. Di kemudian hari, lahir satu lagi putra Nabi Ya’kub AS bernama Bunyamin.
Dari nama-nama itu, dari jalur Yahudza kelak akan lahir Nabi Daud AS dan Nabi Isa AS. Dan Yusuf kelak juga akan menjadi Nabi dan Rasul, bahkan diangkat derajatnya menjadi raja di Mesir.
Setelah beberapa lama tinggal di Harran, Nabi Ya’kub AS kemudian mengajak pulang istri-istri dan anak-anaknya ke orang tuanya. Nabi Ya’kub AS juga membawa semua ternak-ternaknya. Dalam perjalanan, mereka singgah di sebuah tempat untuk istirahat dan berteduh. Di tempat itu, Nabi Ya’kub AS membeli sebidang tanah. Allah kemudian memerintahkan Nabi Ya’kub AS untuk mendirikan bangunan di tempat itu sebagai pusat dakwah. Nabi Ya’kub AS kemudian mendekati sebuah batu, dan menandainya dengan olesan minyak. Tempat itulah yang kelak disebut sebagai Baitul Maqdis atau Al Aqsho. Dan direnovasi oleh Nabi Sulaiman AS, putra dari Nabi Daud AS.
Ke-12 anak-anak laki-laki Nabi Ya’kub itulah yang oleh Allah disebut sebagai Bani Israil. Israil adalah nama lain Nabi Ya’kub AS. Seperti pada catatan sebelumnya saya jelaskan, bahwa dari 12 anak laki-laki Nabi Ya’kub inilah kemudian berkembang menjadi 12 suku bangsa.
Dari ke-12 putra Israil itu, keturunan Yehuda atau Yahudza merupakan suku yang paling besar dan banyak. Oleh sebab itu, masyarakat zaman dulu cenderung menyebut keturunan Israil dengan sebutan Bangsa Yehuda atau Yahudi.
Maka jelaslah di sini, mengapa kaum Yahudi begitu menghormati Nabi Ya’kub AS. Dan mereka menempatkan makam Nabi Ya’kub AS di dalam sinagognya.

JADI PENGHALANG: Sekat yang membagi Masjid Khalil Ibrahim dengan Sinagog. Di dalamnya terdapat makam Nabi Ya’kub AS dan nabi Yusuf AS.

Mengapa makam Nabi Yusuf AS berada di tempat itu? Bukankah dalam sejarah disebutkan, bahwa Nabi Yusuf AS berkedudukan di Mesir sebagai pembesar atau raja di sana?
Ibnu Ishaq menyebutkan suatu riwayat yang berasal dari Ahli Kitab bahwa Nabi Ya’kub AS sempat menetap di Mesir selama 17 tahun bersama Nabi Yusuf AS setelah dia menjadi raja. Dan itu setelah Nabi Ya’kub AS berpisah dengan Nabi Yusuf AS cukup lama akibat Nabi Yusuf AS dicelakai saudara-saudaranya (dimasukkan ke dalam sumur).
Cukup lama tinggal di Mesir, Nabi Ya’kub AS wafat. Sebelum wafat, dia berwasiat kepada Nabi Yusuf AS agar mengebumikannya di sisi makam kakek dan ayahnya, yakni Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ishaq AS. Permintaan ini dilaksanakan oleh Nabi Yusuf AS.
Diceritakan juga oleh para ahli kitab, bahwa kepergian Nabi Ya’kub AS membuat Nabi Yusuf AS bersedih. Bahkan, disebutkan pula bahwa wafatnya Nabi Ya’kub AS membuat penduduk Mesir menangis selama 70 hari.
Hingga pada suatu saat, Nabi Yusuf AS pun wafat. Sebelum wafat, dia berwasiat agar jika meninggal dimakamkan di dekat makam ayahnya, Nabi Ya’kub AS dan makam kakeknya (Nabi Ishaq AS) serta buyutnya (Nabi Ibrahim AS).
Itulah sebabnya, makam Nabi Ya’kub AS berada di satu lokasi dengan makam Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ishaq AS dan juga Nabi Yusuf AS.
Saya benar-benar bersyukur, hari itu berkesempatan berziarah ke makam-makam Nabi dan Rasul itu. Terutama bisa berziarah ke makamnya Nabi Ibrahim AS. Setiap kitab yang diturunkan dari langit kepada seorang nabi di antara para nabi setelah Nabi Ibrahim AS, adalah termasuk dari keturunannya. Hal ini merupakan penghargaan tertinggi yang tidak tertandingi. Sebab, dari Nabi Ibrahim AS lahir dua putranya yang agung, yakni Nabi Ismail AS dan Nabi Ishaq AS. Dari Nabi Ismail AS, kelak akan lahir Nabi besar hingga akhir zaman, Rasulullah Muhammad SAW. Dari Nabi Ishaq AS lahirlah Nabi Ya’kub AS yang merupakan cikal bakal keturunan Bani Israil. Selanjutnya dari Nabi Ya’kub AS lahirlah generasi-generasi berikutnya yang di antara mereka juga diberikan risalah kenabian. Risalah kenabian itu terus berlangsung hingga berakhir pada Nabi Isa AS yang juga keturunan Bani Israil.(bersambung/dilengkapi berbagai sumber/ ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Mengapa makam Nabi Ya’kub Alaihissalam (AS) dan Nabi Yusuf AS berada di sinagog? Sedangkan makam Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS berada di dalam masjid?
***

Siang itu kami masih berada di Masjid Khalil Ibrahim di Kota Hebron, tempat makam Nabi Ibrahim AS. Seperti dijelaskan pada catatan sebelumnya, meskipun berada dalam satu ruangan, tapi kami tak bisa ke makamnya Nabi Ya’kub AS dan Nabi Yusuf AS. Karena kedua makam bapak dan anak itu berada di sinagog. Ruangan makamnya tertutup, dan dijaga.
Kompleks Masjid Khalil Ibrahim memang sangat ketat penjagaannya oleh polisi dan tentara Israel. Tak hanya dijaga polisi dan tentara. Kendaraan baja militer pun disiagakan di kawasan itu. Saya mencoba mencari-cari tahu, alasan di balik ketatnya penjagaan di kompleks Masjid Khalil Ibrahim. Bisa jadi, itu sangat terkait dengan insiden yang terjadi pada 1994.
Saat itu, seorang penganut Yahudi radikal dari Amerika Serikat yang bernama Baruch Goldstein menembaki umat Islam yang sedang salat Subuh berjamaah di Masjid Khalil Ibrahim. Akibat serangan itu, 29 jamaah mati syahid di dalam masjid tersebut. Goldstein lalu dibunuh di dalam masjid itu oleh para jamaah yang selamat dari pembantaian.
Peristiwa ini saya konfirmasikan kepada Nazzi, guide lokal yang mendampingi kami selama tour di Palestina. Dia membenarkan peristiwa tragis tersebut. Dan sejak itulah, katanya, masjid Khalil Ibrahim dijaga sangat ketat oleh tentara Israel. Pemerintah Israel kemudian membagi masjid menjadi dua bagian. Area utama masjid tetap difungsikan sebagai masjid untuk umat Islam. Sedangkan area lainnya dijadikan sinagog. Makam Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ishaq AS berada di area masjid, sedangkan makam Nabi Ya’kub AS dan Nabi Yusuf AS berada di area sinagog.
Sebenarnya pada 2017, UNESCO telah menetapkan Masjid Khalil Ibrahim sebagai situs sejarah milik Palestina. Namun, pemerintah Israel tetap menguasainya dengan dalih untuk melindungi kepentingan umat ketiga agama: Islam, Yahudi, dan Nasrani.
Saya mengerti alasannya, mengapa bagian dari masjid yang ada makamnya Nabi Ya’kub AS yang diminta oleh Israel dan dijadikan sinagog. Sebabnya, karena bagi orang Yahudi atau Bani Israil, Nabi Ya’kub AS adalah bapak moyangnya.
Seperti diceritakan di dalam sejarah, termasuk disebutkan di dalam Alquran, bahwa Nabi Ya’kub AS adalah putra dari Nabi Ishaq AS. Dan Nabi Ishaq AS adalah putra dari Nabi Ibrahim AS. Kitab Qishashul Anbiya karya Ibnu Katsir menceritakan, Nabi Ishaq AS menikah dengan Rifqa binti Bitawabil (orang Yahudi menyebutnya Rebca) di usianya yang ke-40 tahun. Rifqa sempat mandul. Nabi Ishaq AS berdoa agar diberikan keturunan. Doa Nabi Ishaq AS dikabulkan. Sehingga Rifqa akhirnya melahirkan dua anak laki-laki. Anak pertama bernama Aishu. Bangsa Arab menyebutnya Al Aish (Aish). Dalam perkembangannya kelak di kemudian hari, Aish adalah bapak moyangnya bangsa Romawi. Sedangkan anak laki-laki kedua diberi nama Ya’kub yang di kemudian hari, merupakan asal-usul keturunan Bani Israil.

MAQOM RASULULLAH: Di dalam ruangan ini terdapat batu yang pernah dijadikan pijakan kaki Rasulullah SAW saat beliau berziarah ke makam Nabi Ibrahim AS.

Suatu ketika, Nabi Ya’kub AS disuruh ibunya untuk pergi ke rumah pamannya, Laban, yang tinggal di Harran (sebuah kota di utaranya Suriah). Dan diminta untuk tinggal di sana. Permintaan sang ibu pun dituruti. Akhirnya Nabi Ya’kub AS pergi ke Harran. Dan di sana, dia tinggal bertahun-tahun. Suatu ketika, saat tinggal di Harran, Nabi Ya’kub AS bermimpi melihat sejenis tangga yang menjulur dari langit ke bumi. Nabi Ya’kub AS menyaksikan para malaikat sedang menaiki dan menuruni tangga tersebut. Allah berfirman kepada Nabi Ya’kub AS: ”Sesungguhnya Aku akan memberkahi dirimu dan memperbanyak anak-anak keturunanmu. Aku juga menjadikan bumi ini untukmu dan untuk anak-anak keturunanmu yang hidup sepeninggalmu nanti”.
Ketika Nabi Ya’kub AS terbangun dari tidurnya, dia merasa gembira dengan mimpinya itu. Dan mimpi itu di kemudian hari menjadi kenyataan.
Selama tinggal di Harran bersama pamannya Laban, Nabi Ya’kub menikahi dua putri Laban. Yakni Liya dan Rahil. Saat itu, secara syariat diperbolehkan. Kemudian pernikahan seperti ini dihapus dalam syariat Taurat. Oleh Laban, dua putrinya itu masing-masing diberi budak. Liya diberi budak bernama Zulfa dan Rahil diberi budak bernama Balha.
Singkat cerita, selama tinggal di Harran, Nabi Ya’kub dikaruniai 12 anak. Secara berurutan: Raubil, Syam’un, Lawi, Yahudza, Daan, Naftali, Haad, Asyir, Yasakhir, Zabilan, Dina, dan Yusuf. Dina adalah satu-satunya yang perempuan. Di kemudian hari, lahir satu lagi putra Nabi Ya’kub AS bernama Bunyamin.
Dari nama-nama itu, dari jalur Yahudza kelak akan lahir Nabi Daud AS dan Nabi Isa AS. Dan Yusuf kelak juga akan menjadi Nabi dan Rasul, bahkan diangkat derajatnya menjadi raja di Mesir.
Setelah beberapa lama tinggal di Harran, Nabi Ya’kub AS kemudian mengajak pulang istri-istri dan anak-anaknya ke orang tuanya. Nabi Ya’kub AS juga membawa semua ternak-ternaknya. Dalam perjalanan, mereka singgah di sebuah tempat untuk istirahat dan berteduh. Di tempat itu, Nabi Ya’kub AS membeli sebidang tanah. Allah kemudian memerintahkan Nabi Ya’kub AS untuk mendirikan bangunan di tempat itu sebagai pusat dakwah. Nabi Ya’kub AS kemudian mendekati sebuah batu, dan menandainya dengan olesan minyak. Tempat itulah yang kelak disebut sebagai Baitul Maqdis atau Al Aqsho. Dan direnovasi oleh Nabi Sulaiman AS, putra dari Nabi Daud AS.
Ke-12 anak-anak laki-laki Nabi Ya’kub itulah yang oleh Allah disebut sebagai Bani Israil. Israil adalah nama lain Nabi Ya’kub AS. Seperti pada catatan sebelumnya saya jelaskan, bahwa dari 12 anak laki-laki Nabi Ya’kub inilah kemudian berkembang menjadi 12 suku bangsa.
Dari ke-12 putra Israil itu, keturunan Yehuda atau Yahudza merupakan suku yang paling besar dan banyak. Oleh sebab itu, masyarakat zaman dulu cenderung menyebut keturunan Israil dengan sebutan Bangsa Yehuda atau Yahudi.
Maka jelaslah di sini, mengapa kaum Yahudi begitu menghormati Nabi Ya’kub AS. Dan mereka menempatkan makam Nabi Ya’kub AS di dalam sinagognya.

JADI PENGHALANG: Sekat yang membagi Masjid Khalil Ibrahim dengan Sinagog. Di dalamnya terdapat makam Nabi Ya’kub AS dan nabi Yusuf AS.

Mengapa makam Nabi Yusuf AS berada di tempat itu? Bukankah dalam sejarah disebutkan, bahwa Nabi Yusuf AS berkedudukan di Mesir sebagai pembesar atau raja di sana?
Ibnu Ishaq menyebutkan suatu riwayat yang berasal dari Ahli Kitab bahwa Nabi Ya’kub AS sempat menetap di Mesir selama 17 tahun bersama Nabi Yusuf AS setelah dia menjadi raja. Dan itu setelah Nabi Ya’kub AS berpisah dengan Nabi Yusuf AS cukup lama akibat Nabi Yusuf AS dicelakai saudara-saudaranya (dimasukkan ke dalam sumur).
Cukup lama tinggal di Mesir, Nabi Ya’kub AS wafat. Sebelum wafat, dia berwasiat kepada Nabi Yusuf AS agar mengebumikannya di sisi makam kakek dan ayahnya, yakni Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ishaq AS. Permintaan ini dilaksanakan oleh Nabi Yusuf AS.
Diceritakan juga oleh para ahli kitab, bahwa kepergian Nabi Ya’kub AS membuat Nabi Yusuf AS bersedih. Bahkan, disebutkan pula bahwa wafatnya Nabi Ya’kub AS membuat penduduk Mesir menangis selama 70 hari.
Hingga pada suatu saat, Nabi Yusuf AS pun wafat. Sebelum wafat, dia berwasiat agar jika meninggal dimakamkan di dekat makam ayahnya, Nabi Ya’kub AS dan makam kakeknya (Nabi Ishaq AS) serta buyutnya (Nabi Ibrahim AS).
Itulah sebabnya, makam Nabi Ya’kub AS berada di satu lokasi dengan makam Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ishaq AS dan juga Nabi Yusuf AS.
Saya benar-benar bersyukur, hari itu berkesempatan berziarah ke makam-makam Nabi dan Rasul itu. Terutama bisa berziarah ke makamnya Nabi Ibrahim AS. Setiap kitab yang diturunkan dari langit kepada seorang nabi di antara para nabi setelah Nabi Ibrahim AS, adalah termasuk dari keturunannya. Hal ini merupakan penghargaan tertinggi yang tidak tertandingi. Sebab, dari Nabi Ibrahim AS lahir dua putranya yang agung, yakni Nabi Ismail AS dan Nabi Ishaq AS. Dari Nabi Ismail AS, kelak akan lahir Nabi besar hingga akhir zaman, Rasulullah Muhammad SAW. Dari Nabi Ishaq AS lahirlah Nabi Ya’kub AS yang merupakan cikal bakal keturunan Bani Israil. Selanjutnya dari Nabi Ya’kub AS lahirlah generasi-generasi berikutnya yang di antara mereka juga diberikan risalah kenabian. Risalah kenabian itu terus berlangsung hingga berakhir pada Nabi Isa AS yang juga keturunan Bani Israil.(bersambung/dilengkapi berbagai sumber/ ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/