alexametrics
27.9 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Apa Itu Gaslighting? Kenali 5 Tandanya Sebelum Anda Jadi Korban

RADAR MALANG – Banyak orang tidak menyadari ketika mengalami pelecehan emosional atau mental. Situasi manipulatif ini biasa dilakukan seseorang untuk mencari pembenaran. Sebaliknya, orang yang ada disekitarnya akan dibuat merasa bersalah atas kondisi yang sebenarnya bukanlah kesalahannya. Keadaan yang disebut gaslighting ini tidak hanya terjadi pada pasangan saja, tapi juga bisa terjadi pada keluarga, teman, bahkan rekan kerja.

Melansir The Healthy, Minggu (12/9), gaslighting merupakan pencucian otak, dimana seseorang melakukan taktik manipulasi dan pengalih perhatian untuk mendistorsi kebenaran. Imbasnya, para korban biasanya akan mempertanyakan realitas mereka sendiri.

Apakah gaslighting berbahaya? Ya, tentu saja. Psikoanalis berlisensi dari Yale Center for Emotional Intelligence Robin Stern PhD,mengungkapkan, terdapat 2 bahaya dari gaslighting. Baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

“Berbohong kepada seseorang tentang apa yang sebenarnya terjadi akan menyakitkan dalam jangka pendek. Mereka akan bertanya-tanya mengapa orang yang dicintai mencoba menipu. Sementara untuk jangka panjang, ini akan menghancurkan harga diri dan kepercayaan untuk korban,” kata Stern.

Maka dari itu, sebelum itu terjadi pada Anda, kenalilah tanda gaslighting yang biasanya terjadi di sekitar Anda.

  1. Gaslighting sebagai Taktik Parenting

Hal yang paling sering terjadi adalah ketika orang tua merusak realitas anak dengan cara yang polos. Ini biasa dilakukan dengan tujuan membuat anak patuh. Sebagai contoh ketika orang tua mengatakan “kamu tidak lapar, kamu baru saja makan”. Padahal memanipulasi anak dengan cara ini justru akan merusak psikologis anak.

  1. Gaslighting untuk Menunjukkan Cinta

Orang yang melakukan taktik ini beralibi hanya ingin yang terbaik untuk pasangannya. Padahal jika korbannya tahu, dia justru akan merasa sangat dikhianati. Sebagai contoh, saat wanita mencoba melamar kerja ke suatu tempat bahkan telah melakukan wawancara, namun sang pria tidak ingin pasangan melakukan pekerjaannya dengan mengatakan hasil wawancara yang dilakukan terlalu buruk.

  1. Gaslighting untuk Menampik Kesalahan

Salah satu alasan paling umum untuk gaslighting adalah bahwa dengan mengubah kenyataan, gaslighter dapat menjadikan masalah seperti korban daripada perilaku buruk mereka sendiri. Contohnya ketika terjadi perselingkuhan, gaslighter akan menyalahkan pasangannya menjadi penyebab perselingkuhan.

  1. Gaslighting Untuk Mengisolasi

Mengisolasi korban yang dilakukan teman dan keluarga adalah ciri kekerasan dalam rumah tangga dan gaslighting adalh salah satu cara untuk mencapainya. Contoh dari gaslighting ini seperti kalimat “Tidak ada yang akan mencintaimu selain aku”.

  1. Gaslighting Sebagai Hukuman

Perlakuan diam atau marah adalah cara utama yang dilakukan oleh gaslighter untuk menghukum korban mereka. Biasanya jenis gaslighter ini akan mengatakan “kamu membuatku melakukan ini”.

Nah, beberapa tanda gaslighting tersebut dapat membantu Anda untuk mengurangi resiko menjadi korban gaslighter.

 

Penulis : Nabila Sofie H.

RADAR MALANG – Banyak orang tidak menyadari ketika mengalami pelecehan emosional atau mental. Situasi manipulatif ini biasa dilakukan seseorang untuk mencari pembenaran. Sebaliknya, orang yang ada disekitarnya akan dibuat merasa bersalah atas kondisi yang sebenarnya bukanlah kesalahannya. Keadaan yang disebut gaslighting ini tidak hanya terjadi pada pasangan saja, tapi juga bisa terjadi pada keluarga, teman, bahkan rekan kerja.

Melansir The Healthy, Minggu (12/9), gaslighting merupakan pencucian otak, dimana seseorang melakukan taktik manipulasi dan pengalih perhatian untuk mendistorsi kebenaran. Imbasnya, para korban biasanya akan mempertanyakan realitas mereka sendiri.

Apakah gaslighting berbahaya? Ya, tentu saja. Psikoanalis berlisensi dari Yale Center for Emotional Intelligence Robin Stern PhD,mengungkapkan, terdapat 2 bahaya dari gaslighting. Baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

“Berbohong kepada seseorang tentang apa yang sebenarnya terjadi akan menyakitkan dalam jangka pendek. Mereka akan bertanya-tanya mengapa orang yang dicintai mencoba menipu. Sementara untuk jangka panjang, ini akan menghancurkan harga diri dan kepercayaan untuk korban,” kata Stern.

Maka dari itu, sebelum itu terjadi pada Anda, kenalilah tanda gaslighting yang biasanya terjadi di sekitar Anda.

  1. Gaslighting sebagai Taktik Parenting

Hal yang paling sering terjadi adalah ketika orang tua merusak realitas anak dengan cara yang polos. Ini biasa dilakukan dengan tujuan membuat anak patuh. Sebagai contoh ketika orang tua mengatakan “kamu tidak lapar, kamu baru saja makan”. Padahal memanipulasi anak dengan cara ini justru akan merusak psikologis anak.

  1. Gaslighting untuk Menunjukkan Cinta

Orang yang melakukan taktik ini beralibi hanya ingin yang terbaik untuk pasangannya. Padahal jika korbannya tahu, dia justru akan merasa sangat dikhianati. Sebagai contoh, saat wanita mencoba melamar kerja ke suatu tempat bahkan telah melakukan wawancara, namun sang pria tidak ingin pasangan melakukan pekerjaannya dengan mengatakan hasil wawancara yang dilakukan terlalu buruk.

  1. Gaslighting untuk Menampik Kesalahan

Salah satu alasan paling umum untuk gaslighting adalah bahwa dengan mengubah kenyataan, gaslighter dapat menjadikan masalah seperti korban daripada perilaku buruk mereka sendiri. Contohnya ketika terjadi perselingkuhan, gaslighter akan menyalahkan pasangannya menjadi penyebab perselingkuhan.

  1. Gaslighting Untuk Mengisolasi

Mengisolasi korban yang dilakukan teman dan keluarga adalah ciri kekerasan dalam rumah tangga dan gaslighting adalh salah satu cara untuk mencapainya. Contoh dari gaslighting ini seperti kalimat “Tidak ada yang akan mencintaimu selain aku”.

  1. Gaslighting Sebagai Hukuman

Perlakuan diam atau marah adalah cara utama yang dilakukan oleh gaslighter untuk menghukum korban mereka. Biasanya jenis gaslighter ini akan mengatakan “kamu membuatku melakukan ini”.

Nah, beberapa tanda gaslighting tersebut dapat membantu Anda untuk mengurangi resiko menjadi korban gaslighter.

 

Penulis : Nabila Sofie H.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/