alexametrics
24.3 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Oppa Ini Sulap Masker Bekas Jadi Kursi Aesthetic

RADARMALANG – Pemakaian masker kesehatan saat pandemi Covid-19 mengalami lonjakan yang signifikan. kondisi ini menimbulkan permasalahan limbah masker sekali pakai di seluruh dunia. Terganggung dengan limbah masker sekali pakai, mahasiswa desain furniture Korea Selatan, Kim Ha-Neul mengolah sampah masker sekali pakai menjadi kursi.

Dilansir dari reuters (11/12). Oppa (sebutan kakak di Korea Selatan) ini, menemukan solusi yang ramah lingkungan dan menemukan ide dengan mencairkan limbah masker. Masker wajah sekali pakai ini terbuat dari bahan polypropylene, senyawa kimia termoplastik yang biasa ditemukan pada tekstil, alat tulis, atau wadah makanan. Untuk membuat satu kursi, ia memerlukan 1.500 masker bekas.

“Plastik dapat didaur ulang, jadi mengapa kita tidak mendaur ulang masker wajah, yang terbuat dari plastik?,” kata pria berusia 23 tahun itu.

Pada bulan Juni, Kim menyiapkan kotak koleksi topeng di sekolahnya, Universitas Seni dan Desain Kaywon di kota Uiwang, selatan Seoul. Dia telah mengumpulkan 10.000 masker bekas, dan telah menerima lebih dari satu ton masker yang rusak dari sebuah pabrik juga.

Selain kursi, Kim Ha-Neul juga ingin membuat kreasi furnitur lain dari masker bekas (Reuters)

Untuk mengurangi risiko penularan virus corona, Kim menyimpannya di gudang setidaknya selama empat hari. Kemudian, melepas karet gelang dan kabel, ia menggunakan heat gun di atas topeng dalam cetakan, melelehkannya pada suhu lebih dari 300 derajat Celcius (570 derajat Fahrenheit).

Hasilnya kursi berkaki tiga berukuran 45cm (18 inci) didaur ulang dari topeng putih, merah muda, biru dan hitam, yang dipamerkan Kim dalam pameran kelulusannya. Namun, kim ternyata masih belum puas dengan itu. Kim berharap dapat membuat furnitur lain seperti kursi, meja, atau lampu berbahan masker bekas.

“Ini mengingatkan kita pada apa yang kita lalui di tahun 2020 dengan virus corona, dan ini juga ramah lingkungan,” kata dia.

Dia juga mendesak pemerintah dan perusahaan swasta untuk mendaur ulang masker wajah dengan menyiapkan kotak terpisah untuk koleksi mereka. Sebab, berdasarkan data pemerintah, pada bulan September lalu, Korea Selatan memproduksi lebih dari satu miliar masker wajah untuk keperluan rumah tangga.

Mahasiswa lain di Kaywon University of Art and Design terkesan dengan ide dan desain bangku hasil Kim Ha-neul. “Ini memiliki pesan yang kuat,” ujar Park Sung-chan.

Penulis : Roisyatul Mufidah

RADARMALANG – Pemakaian masker kesehatan saat pandemi Covid-19 mengalami lonjakan yang signifikan. kondisi ini menimbulkan permasalahan limbah masker sekali pakai di seluruh dunia. Terganggung dengan limbah masker sekali pakai, mahasiswa desain furniture Korea Selatan, Kim Ha-Neul mengolah sampah masker sekali pakai menjadi kursi.

Dilansir dari reuters (11/12). Oppa (sebutan kakak di Korea Selatan) ini, menemukan solusi yang ramah lingkungan dan menemukan ide dengan mencairkan limbah masker. Masker wajah sekali pakai ini terbuat dari bahan polypropylene, senyawa kimia termoplastik yang biasa ditemukan pada tekstil, alat tulis, atau wadah makanan. Untuk membuat satu kursi, ia memerlukan 1.500 masker bekas.

“Plastik dapat didaur ulang, jadi mengapa kita tidak mendaur ulang masker wajah, yang terbuat dari plastik?,” kata pria berusia 23 tahun itu.

Pada bulan Juni, Kim menyiapkan kotak koleksi topeng di sekolahnya, Universitas Seni dan Desain Kaywon di kota Uiwang, selatan Seoul. Dia telah mengumpulkan 10.000 masker bekas, dan telah menerima lebih dari satu ton masker yang rusak dari sebuah pabrik juga.

Selain kursi, Kim Ha-Neul juga ingin membuat kreasi furnitur lain dari masker bekas (Reuters)

Untuk mengurangi risiko penularan virus corona, Kim menyimpannya di gudang setidaknya selama empat hari. Kemudian, melepas karet gelang dan kabel, ia menggunakan heat gun di atas topeng dalam cetakan, melelehkannya pada suhu lebih dari 300 derajat Celcius (570 derajat Fahrenheit).

Hasilnya kursi berkaki tiga berukuran 45cm (18 inci) didaur ulang dari topeng putih, merah muda, biru dan hitam, yang dipamerkan Kim dalam pameran kelulusannya. Namun, kim ternyata masih belum puas dengan itu. Kim berharap dapat membuat furnitur lain seperti kursi, meja, atau lampu berbahan masker bekas.

“Ini mengingatkan kita pada apa yang kita lalui di tahun 2020 dengan virus corona, dan ini juga ramah lingkungan,” kata dia.

Dia juga mendesak pemerintah dan perusahaan swasta untuk mendaur ulang masker wajah dengan menyiapkan kotak terpisah untuk koleksi mereka. Sebab, berdasarkan data pemerintah, pada bulan September lalu, Korea Selatan memproduksi lebih dari satu miliar masker wajah untuk keperluan rumah tangga.

Mahasiswa lain di Kaywon University of Art and Design terkesan dengan ide dan desain bangku hasil Kim Ha-neul. “Ini memiliki pesan yang kuat,” ujar Park Sung-chan.

Penulis : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/