alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Netizen Indonesia Ancam Bunuh Pasangan Gay Thailand

RADAR MALANG – Pasangan gay asal Thailand mendapat kecaman dari netizen Indonesia setelah pernikahannya yang sempat viral di media sosial pada Selasa (13/4).

Ronnarong Kaewpetch, seorang pengacara dari Jaringan Kampanye untuk Keadilan yang menangani masalah kepentingan publik, membela pasangan tersebut setelah mereka dibanjiri dengan penghinaan serta ancaman pembunuhan di media sosial.

“Orang Indonesia, jangan mengira kalian ada di sana, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Setiap hari Anda memasuki Thailand, saya akan meminta polisi menunggu dengan surat perintah penangkapan terhadap Anda,” ujar Ronnarong seperti dilansir dari Coconut pada Rabu (14/4).

Setelah foto pernikahan pasangan asal Thailand diposting minggu lalu oleh salah satu calon pengantin pria, Suriya Koedsang, komentar mulai mengalir, yang mengarah ke perang online antara Thailand dan Indonesia.

Suriya mengatakan, dia telah diganggu oleh netizen Indonesia nonstop selama tiga hari tiga malam meski tidak pernah membalas satupun dari mereka dan membuatnya meminta nasihat hukum dari Ronnarong karena ancaman pembunuhan yang menurutnya ditujukan kepada dirinya, suaminya, orang tua, kerabat, bahkan fotografer pernikahan mereka.

“Saya memiliki banyak pertanyaan di kepala saya, ‘Mengapa?’” tulis Suriya dalam bahasa Inggris.

“Kami menikah di rumah dan keluarga saya yang hangat, tempat saya sendiri, [tanah air] saya sendiri dan apa yang salah dengan Indonesia dan orang Indonesia ?? Mengapa harus sedramatis itu? … Kenapa kalian begitu kasar pada kami? Apakah saya perlu bersembunyi ketika saya tidak melakukan kesalahan?”

Dia melanjutkan dengan mengatakan dia menghormati semua agama, mengingat tahun-tahun yang dia habiskan untuk belajar di Pattani, provinsi paling selatan Thailand di mana Islam adalah agama utama.

“Saya tidak punya masalah sama sekali, bahkan saat yang sulit. Selain itu, keluarga Muslim saya selalu mendukung saya apa adanya. Agama tidak pernah mengajarkan Anda untuk membenci orang lain, untuk merendahkan orang lain. Sebaliknya, agama memanfaatkan hati manusia untuk menjadi manusia yang baik,” tulis Suriya.

Sebagai informasi, pernikahan sesama jenis tidak diakui oleh hukum di Thailand.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Pasangan gay asal Thailand mendapat kecaman dari netizen Indonesia setelah pernikahannya yang sempat viral di media sosial pada Selasa (13/4).

Ronnarong Kaewpetch, seorang pengacara dari Jaringan Kampanye untuk Keadilan yang menangani masalah kepentingan publik, membela pasangan tersebut setelah mereka dibanjiri dengan penghinaan serta ancaman pembunuhan di media sosial.

“Orang Indonesia, jangan mengira kalian ada di sana, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Setiap hari Anda memasuki Thailand, saya akan meminta polisi menunggu dengan surat perintah penangkapan terhadap Anda,” ujar Ronnarong seperti dilansir dari Coconut pada Rabu (14/4).

Setelah foto pernikahan pasangan asal Thailand diposting minggu lalu oleh salah satu calon pengantin pria, Suriya Koedsang, komentar mulai mengalir, yang mengarah ke perang online antara Thailand dan Indonesia.

Suriya mengatakan, dia telah diganggu oleh netizen Indonesia nonstop selama tiga hari tiga malam meski tidak pernah membalas satupun dari mereka dan membuatnya meminta nasihat hukum dari Ronnarong karena ancaman pembunuhan yang menurutnya ditujukan kepada dirinya, suaminya, orang tua, kerabat, bahkan fotografer pernikahan mereka.

“Saya memiliki banyak pertanyaan di kepala saya, ‘Mengapa?’” tulis Suriya dalam bahasa Inggris.

“Kami menikah di rumah dan keluarga saya yang hangat, tempat saya sendiri, [tanah air] saya sendiri dan apa yang salah dengan Indonesia dan orang Indonesia ?? Mengapa harus sedramatis itu? … Kenapa kalian begitu kasar pada kami? Apakah saya perlu bersembunyi ketika saya tidak melakukan kesalahan?”

Dia melanjutkan dengan mengatakan dia menghormati semua agama, mengingat tahun-tahun yang dia habiskan untuk belajar di Pattani, provinsi paling selatan Thailand di mana Islam adalah agama utama.

“Saya tidak punya masalah sama sekali, bahkan saat yang sulit. Selain itu, keluarga Muslim saya selalu mendukung saya apa adanya. Agama tidak pernah mengajarkan Anda untuk membenci orang lain, untuk merendahkan orang lain. Sebaliknya, agama memanfaatkan hati manusia untuk menjadi manusia yang baik,” tulis Suriya.

Sebagai informasi, pernikahan sesama jenis tidak diakui oleh hukum di Thailand.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru