alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Begini Tradisi Lebaran dari Berbagai Belahan Dunia

RADAR MALANG – Momentum perayaan Lebaran Idul Fitri dirayakan dengan cara berbeda oleh umat muslim di berbagai belahan dunia. Rasa suka cita menyambut hari kemenangan tersebut biasa dituangkan dalam berbagai kegiatan menarik. Berikut beberapa gambaran perayaan Idul Fitri bagi umat muslim di seluruh dunia yang dilansir dari berbagai sumber.

  1. Amerika Serikat

Di New York, salat Ied biasa dilakukan di Masjid Al-Taqwa Brooklyn. Para jemaah pun harus menggelar sajadah dan salat di pinggir jalan karena kapasitas yang kurang. (Ist)

Saat lebaran, masyarakat muslim yang tinggal di AS utamanya yang berada di New York akan melakukan festival dan permainan di jalan setelah ibadah Idul Fitri. Biasanya, salat Ied dilakukan di lima wilayah dan Masjid Al-Taqwa Brooklyn. Para jemaah pun harus menggelar sajadah dan salat di pinggir jalan karena kapasitas yang kurang. Sebelum itu, mereka akan menyiapkan makanan atau snack di rumah untuk tamu dan keluarga. Tradisi Lebaran di AS juga dilengkapi dengan penggunaan pakaian formal ataupun pakaian adat asal daerah, sehingga menonjolkan keragaman latar belakang mereka.

  1. Turki

Lebaran di Turki dikenal dengan istilah Ramadhan Bayram atau Seker Bayrami.

Lebaran di Turki dikenal dengan istilah Ramadhan Bayram atau Seker Bayrami. Orang-orang di Turki biasanya melakukan tradisi tersebut di hari-hari terakhir Bulan Ramadhan. Seperti maknanya, Ramadhan Bayram memiliki arti perayaan manisan. Tradisi ini identik dengan pemberian manisan seperti permen, coklat ataupun makanan khas seperti baklava pada anak-anak untuk menyambut Lebaran.

  1. Nigeria

Saat tiba momen Lebaran Idul Fitri di Nigeria, tidak sedikit umat Kristen yang turut merayakan dengan membantu menyiapkan keperluan umat Muslim. (ist)

Nigeria adalah negara dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam dan Kristen. Meskipun berbeda keyakinan, keduanya hidup berdampingan dengan damai karena sikap toleransi yang tinggi. Begitupun saat tiba momen Lebaran Idul Fitri. Tidak sedikit umat Kristen yang turut merayakan dengan membantu menyiapkan keperluan umat Muslim. Mereka biasa mengucapkan salam berbunyi “Barka De Sallah” yang berarti salam sejahtera.

  1. China

Umat muslim di China mengunjungi makam dari Sayyid Ajjal Shams Al Din Omar saat momen lebaran. (ist)

Meskipun hanya menjadi minoritas, beberapa etnis muslim di China seperti Uyghur atau Hui juga mempunyai tradisi unik menyambut Hari Raya Idul Fitri. Biasanya, mereka akan mengunjungi makam dari Sayyid Ajjal Shams Al Din Omar yang merupakan gubernur pertama Yunnan sekaligus orang yang pertama kali mengenalkan Islam. Dalam kesempatan itu, mereka akan mendoakan, membacakan Alquran dan membersihkan makam bersama-sama.

  1. India

Menuju penghujung Ramadan, para perempuan di India biasa mempercantik diri dengan tradisi Chand Raat. (ist)

Menuju penghujung Ramadan, para perempuan di India biasa mempercantik diri dengan tradisi Chand Raat. Mereka akan menggambari tangan dan kaki menggunakan henna. Lukisan yang dibuat biasanya berupa ornamen-ornamen unik. Tidak hanya Chand Raat, perempuan-perempuan ini juga membagikan dan bertukar makanan manis.

  1. Afghanistan

Umat muslim di Afganistan melakukan tradisi memecah telur setelah melakukan salat Ied. (ist)

Tradisi Hari Raya selanjutnya datang dari Afghanistan. Umat muslim di negara ini melakukan tradisi pagi setelah melakukan salat Ied. Mereka akan berkumpul di satu tempat untuk melakukan kompetisi memecahkan telur rebus. Kompetisi ini diikuti masyarakat dari berbagai usia loh.

  1. Indonesia

Mudik lebaran, sungkem pada orang tua, hingga bersilaturahmi dengan keluarga menjadi tradisi tak terpisahkan ketika momen lebaran di Indonesia. (ist)

Bisa dibilang Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang lebih beragam dari negara-negara di atas. Sebelum lebaran, para perantau biasanya akan berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya agar bisa bersama-sama merayakan Hari Raya dengan keluarga. Istilah ini biasa dikenal dengan mudik. Pada malam sebelum lebaran, umat muslim juga akan bersuka cita dengan tumpah ruah ke jalan atau masjid untuk mengumandangkan takbir. Biasanya, saat malam hari juga banyak kembang api juga dinyalakan. Keesokan paginya setelah salat Ied, mereka akan menggelar sungkeman atau meminta maaf kepada orang-orang yang lebih tua dengan membungkukkan badan sambil mencium tangan. Adapun makanan khas yang disajikan seperti opor ayam dan lontong sayur.

RADAR MALANG – Momentum perayaan Lebaran Idul Fitri dirayakan dengan cara berbeda oleh umat muslim di berbagai belahan dunia. Rasa suka cita menyambut hari kemenangan tersebut biasa dituangkan dalam berbagai kegiatan menarik. Berikut beberapa gambaran perayaan Idul Fitri bagi umat muslim di seluruh dunia yang dilansir dari berbagai sumber.

  1. Amerika Serikat

Di New York, salat Ied biasa dilakukan di Masjid Al-Taqwa Brooklyn. Para jemaah pun harus menggelar sajadah dan salat di pinggir jalan karena kapasitas yang kurang. (Ist)

Saat lebaran, masyarakat muslim yang tinggal di AS utamanya yang berada di New York akan melakukan festival dan permainan di jalan setelah ibadah Idul Fitri. Biasanya, salat Ied dilakukan di lima wilayah dan Masjid Al-Taqwa Brooklyn. Para jemaah pun harus menggelar sajadah dan salat di pinggir jalan karena kapasitas yang kurang. Sebelum itu, mereka akan menyiapkan makanan atau snack di rumah untuk tamu dan keluarga. Tradisi Lebaran di AS juga dilengkapi dengan penggunaan pakaian formal ataupun pakaian adat asal daerah, sehingga menonjolkan keragaman latar belakang mereka.

  1. Turki

Lebaran di Turki dikenal dengan istilah Ramadhan Bayram atau Seker Bayrami.

Lebaran di Turki dikenal dengan istilah Ramadhan Bayram atau Seker Bayrami. Orang-orang di Turki biasanya melakukan tradisi tersebut di hari-hari terakhir Bulan Ramadhan. Seperti maknanya, Ramadhan Bayram memiliki arti perayaan manisan. Tradisi ini identik dengan pemberian manisan seperti permen, coklat ataupun makanan khas seperti baklava pada anak-anak untuk menyambut Lebaran.

  1. Nigeria

Saat tiba momen Lebaran Idul Fitri di Nigeria, tidak sedikit umat Kristen yang turut merayakan dengan membantu menyiapkan keperluan umat Muslim. (ist)

Nigeria adalah negara dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam dan Kristen. Meskipun berbeda keyakinan, keduanya hidup berdampingan dengan damai karena sikap toleransi yang tinggi. Begitupun saat tiba momen Lebaran Idul Fitri. Tidak sedikit umat Kristen yang turut merayakan dengan membantu menyiapkan keperluan umat Muslim. Mereka biasa mengucapkan salam berbunyi “Barka De Sallah” yang berarti salam sejahtera.

  1. China

Umat muslim di China mengunjungi makam dari Sayyid Ajjal Shams Al Din Omar saat momen lebaran. (ist)

Meskipun hanya menjadi minoritas, beberapa etnis muslim di China seperti Uyghur atau Hui juga mempunyai tradisi unik menyambut Hari Raya Idul Fitri. Biasanya, mereka akan mengunjungi makam dari Sayyid Ajjal Shams Al Din Omar yang merupakan gubernur pertama Yunnan sekaligus orang yang pertama kali mengenalkan Islam. Dalam kesempatan itu, mereka akan mendoakan, membacakan Alquran dan membersihkan makam bersama-sama.

  1. India

Menuju penghujung Ramadan, para perempuan di India biasa mempercantik diri dengan tradisi Chand Raat. (ist)

Menuju penghujung Ramadan, para perempuan di India biasa mempercantik diri dengan tradisi Chand Raat. Mereka akan menggambari tangan dan kaki menggunakan henna. Lukisan yang dibuat biasanya berupa ornamen-ornamen unik. Tidak hanya Chand Raat, perempuan-perempuan ini juga membagikan dan bertukar makanan manis.

  1. Afghanistan

Umat muslim di Afganistan melakukan tradisi memecah telur setelah melakukan salat Ied. (ist)

Tradisi Hari Raya selanjutnya datang dari Afghanistan. Umat muslim di negara ini melakukan tradisi pagi setelah melakukan salat Ied. Mereka akan berkumpul di satu tempat untuk melakukan kompetisi memecahkan telur rebus. Kompetisi ini diikuti masyarakat dari berbagai usia loh.

  1. Indonesia

Mudik lebaran, sungkem pada orang tua, hingga bersilaturahmi dengan keluarga menjadi tradisi tak terpisahkan ketika momen lebaran di Indonesia. (ist)

Bisa dibilang Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang lebih beragam dari negara-negara di atas. Sebelum lebaran, para perantau biasanya akan berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya agar bisa bersama-sama merayakan Hari Raya dengan keluarga. Istilah ini biasa dikenal dengan mudik. Pada malam sebelum lebaran, umat muslim juga akan bersuka cita dengan tumpah ruah ke jalan atau masjid untuk mengumandangkan takbir. Biasanya, saat malam hari juga banyak kembang api juga dinyalakan. Keesokan paginya setelah salat Ied, mereka akan menggelar sungkeman atau meminta maaf kepada orang-orang yang lebih tua dengan membungkukkan badan sambil mencium tangan. Adapun makanan khas yang disajikan seperti opor ayam dan lontong sayur.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru