21.6 C
Malang
Friday, 3 February 2023

151 Kandidat Duta Hijab Ikuti Tes Tulis

MALANG KOTA – Seleksi Duta Hijab Radar Malang 2023 mulai masuk ke tahap teknis. Kemarin (14/1) siang, 151 peserta mengikuti tes tulis di Universitas Islam Malang (Unisma). Seluruh peserta juga mendapat pemaparan dari panitia di sesi technical meeting.

Wakil Rektor 4 Unisma Dr Ir Hj Istirochah Pujiwati MP turut memberi wejangan dalam sesi itu. Dia memastikan bila kampusnya sangat mendukung ajang tersebut. ”Di era digital ini, menjadi perempuan harus aktualisasi diri, supaya tidak direndahkan oleh kaum laki- laki,” kata dia.

Menurutnya, seorang perempuan tidak hanya dituntut berpenampilan cantik saja. Namun harus memiliki intelegensi yang tinggi dan daya pikir yang kritis. ”Hijab yang kita sandang harus bisa mewakili bahwa kita adalah duta muslim, dan lebih spesifik duta hijab Radar Malang,” imbuhnya.

Wejangan juga disampaikan Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya. Secara spesifik, dia mengatakan bila perempuan harus memiliki dua B. Yakni brain dan behavior. “Harus memiliki kecerdasan intelektual, brain, dan kecerdasan emosional, behavior,” tuturnya.

Tauhid juga memberi memberikan semangat kepada para peserta Duta Hijab agar tidak berkecil hati bila tak lolos dalam seleksi. ”Sampai di tahap ini kalian sudah menang, setidaknya untuk diri kalian sendiri,” imbuhnya. Tes tulis yang dilakukan kemarin (14/1) berlangsung sekitar 60 menit. Seluruh peserta menggunakan baju dengan warna senada, yakni sage green. Dari total 151 peserta, panitia akan menunjuk 80 peserta yang akan lolos ke tahap selanjutnya.

Dari jadwal panitia, tahap lanjutan untuk 80 peserta itu akan dilangsungkan hari ini (15/1) dengan materi tes terbuka. Setelah itu jumlah peserta bakal dikerucutkan lagi. Menjadi 40 peserta. Materi tes untuk 40 finalis adalah tes tertutup. Masing2 finalis akan di-interview satu-persatu. Baru setelah itu ditunjuk 20 finalis Duta Hijab Radar Malang 2023.

DIIKUTI 151 PESERTA: 1) Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya; 2) Wakil Rektor 4 Unisma Dr Ir Hj Istirochah Pujiwati MP; 3) General Manager Jawa Pos Radar Malang Don Virgo; dan 4) Ketua panitia seleksi Duta Hijab Radar Malang 2023 Ida Ayu Lestari setelah memberi pemaparan tentang seleksi Duta Hijab Radar Malang di Universitas Islam Malang (Unisma), kemarin (14/1). – Suharto/ Radar Malang

Ketua panitia seleksi Duta Hijab Radar Malang 2023 Ida Ayu Lestari mengatakan, jumlah pendaftar tahun ini melebihi angka yang ditargetkan. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya merupakan mahasiswa. Sisanya yakni pelajar SMA. ”Kalau untuk peserta dari luar kota sekitar 5 persen dari keseluruhan (pendaftar),” kata dia.

Salah satu peserta Duta Hijab 2023 Ega Anasya Putri dengan nomor urut 34 mengaku ikut audisi karena ingin menambah value dan berperan aktif dalam kegiatan di luar kampus. ”Karena Duta Hijab Radar Malang ini ada nilai plusnya dalam jurnalistik, berkaitan dengan jurusan kuliah saya,” terang mahasiswi semester empat Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Maliki Malang tersebut.

Mita Berliana, peserta lainnya dengan nomor urut 75 mengatakan, alasannya mengikuti ajang itu untuk belajar dengan orang- orang yang kompeten. ”Karena ini ajang yang bergengsi, yang pasti orang- orang di dalamnya juga seperti itu. Baik dari peserta ataupun penyelenggara kompetisi ini,” kata mahasiswi S2 Biologi Universitas Brawijaya tersebut. (dur/by

MALANG KOTA – Seleksi Duta Hijab Radar Malang 2023 mulai masuk ke tahap teknis. Kemarin (14/1) siang, 151 peserta mengikuti tes tulis di Universitas Islam Malang (Unisma). Seluruh peserta juga mendapat pemaparan dari panitia di sesi technical meeting.

Wakil Rektor 4 Unisma Dr Ir Hj Istirochah Pujiwati MP turut memberi wejangan dalam sesi itu. Dia memastikan bila kampusnya sangat mendukung ajang tersebut. ”Di era digital ini, menjadi perempuan harus aktualisasi diri, supaya tidak direndahkan oleh kaum laki- laki,” kata dia.

Menurutnya, seorang perempuan tidak hanya dituntut berpenampilan cantik saja. Namun harus memiliki intelegensi yang tinggi dan daya pikir yang kritis. ”Hijab yang kita sandang harus bisa mewakili bahwa kita adalah duta muslim, dan lebih spesifik duta hijab Radar Malang,” imbuhnya.

Wejangan juga disampaikan Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya. Secara spesifik, dia mengatakan bila perempuan harus memiliki dua B. Yakni brain dan behavior. “Harus memiliki kecerdasan intelektual, brain, dan kecerdasan emosional, behavior,” tuturnya.

Tauhid juga memberi memberikan semangat kepada para peserta Duta Hijab agar tidak berkecil hati bila tak lolos dalam seleksi. ”Sampai di tahap ini kalian sudah menang, setidaknya untuk diri kalian sendiri,” imbuhnya. Tes tulis yang dilakukan kemarin (14/1) berlangsung sekitar 60 menit. Seluruh peserta menggunakan baju dengan warna senada, yakni sage green. Dari total 151 peserta, panitia akan menunjuk 80 peserta yang akan lolos ke tahap selanjutnya.

Dari jadwal panitia, tahap lanjutan untuk 80 peserta itu akan dilangsungkan hari ini (15/1) dengan materi tes terbuka. Setelah itu jumlah peserta bakal dikerucutkan lagi. Menjadi 40 peserta. Materi tes untuk 40 finalis adalah tes tertutup. Masing2 finalis akan di-interview satu-persatu. Baru setelah itu ditunjuk 20 finalis Duta Hijab Radar Malang 2023.

DIIKUTI 151 PESERTA: 1) Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya; 2) Wakil Rektor 4 Unisma Dr Ir Hj Istirochah Pujiwati MP; 3) General Manager Jawa Pos Radar Malang Don Virgo; dan 4) Ketua panitia seleksi Duta Hijab Radar Malang 2023 Ida Ayu Lestari setelah memberi pemaparan tentang seleksi Duta Hijab Radar Malang di Universitas Islam Malang (Unisma), kemarin (14/1). – Suharto/ Radar Malang

Ketua panitia seleksi Duta Hijab Radar Malang 2023 Ida Ayu Lestari mengatakan, jumlah pendaftar tahun ini melebihi angka yang ditargetkan. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya merupakan mahasiswa. Sisanya yakni pelajar SMA. ”Kalau untuk peserta dari luar kota sekitar 5 persen dari keseluruhan (pendaftar),” kata dia.

Salah satu peserta Duta Hijab 2023 Ega Anasya Putri dengan nomor urut 34 mengaku ikut audisi karena ingin menambah value dan berperan aktif dalam kegiatan di luar kampus. ”Karena Duta Hijab Radar Malang ini ada nilai plusnya dalam jurnalistik, berkaitan dengan jurusan kuliah saya,” terang mahasiswi semester empat Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Maliki Malang tersebut.

Mita Berliana, peserta lainnya dengan nomor urut 75 mengatakan, alasannya mengikuti ajang itu untuk belajar dengan orang- orang yang kompeten. ”Karena ini ajang yang bergengsi, yang pasti orang- orang di dalamnya juga seperti itu. Baik dari peserta ataupun penyelenggara kompetisi ini,” kata mahasiswi S2 Biologi Universitas Brawijaya tersebut. (dur/by

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru