alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Kebijakan Privasi Terbaru WhatsApp Berlaku Hari Ini

RADAR MALANG – Usai menimbulkan pro dan kontra hingga berujung eksodus user besar-besar ke Telegram, akhirnya WhatsApp resmi memberlakukan kebijakan privasi terbaru hari ini, Sabtu (15/5).

Awalnya, aplikasi perpesanan itu mengancam akan menonaktifkan akun jika tak menyetujui kebijakan tersebut. Setelah mendapatkan protes besar, alih-alih menghapus akun, WhatsApp akan mengurangi fasilitas untuk pengguna yang tidak menyetujui kebijakan privasi terbaru itu.

Dengan pengumuman baru tersebut, para user memang tidak perlu khawatir akunnya bakal hilang. ”Bagi pengguna yang belum sempat, akun mereka tidak akan dihapus atau kehilangan fungsi pada 15 Mei,” kata juru bicara WhatsApp seperti dilansir blog resmi mereka, Sabtu (15/5).

Platform perpesanan itu mengatakan akan memberikan waktu lebih banyak bagi pengguna untuk membaca dan menerima pembaruan tersebut.

Namun, beberapa minggu setelah tenggat waktu tanggal 15 Mei, peringatan yang meminta pengguna menerima pembaruan itu akan muncul lebih sering. Setelah itu pengguna akan mulai kehilangan beberapa fungsi di WhatsApp sampai mereka menerima pembaruan.

“Pengguna yang masih belum juga menerima pembaruan akan kehilangan beberapa fungsi seperti tidak bisa melihat daftar chat,” sambung WhatsApp.

Sementara itu, pengguna juga masih bisa menerima panggilan suara atau video yang masuk. Untuk membaca, membalas pesan, atau menelepon kembali jika ada panggilan tak terjawab, pengguna harus mengaktifkan notifikasi.

Kebijakan privasi baru mencatat bahwa ketika pengguna memakai layanan pihak ketiga atau produk Facebook lain yang terintegrasi dengan WhatsApp, layanan itu dapat menerima informasi tentang apa yang pengguna atau orang lain bagikan dengan mereka.

WhatsApp menjelaskan, ketika pengguna mengandalkan ini, informasi seperti alamat IP bisa diberikan kepada pihak ketiga terkait atau produk Facebook lainnya.

Hal ini juga berarti, ketika seseorang memakai layanan pihak ketiga atau produk Facebook lainnya, ketentuan dan kebijakan privasi mereka akan mengatur penggunaan atas layanan dan produk tersebut.

Untuk informasi soal platform Facebook dan WhatsApp juga akan dijelaskan setelah melakukan pembaharuan. Baik itu info seputar peningkatan infrastruktur dan sistem pengiriman, keselamatan dan keamanan produk-produk Facebook, pengalaman layanan termasuk saran untuk pengguna, serta konten yang dipersonalisasi seputar pembelian dan transaksi.

Juru bicara WhatsApp mengatakan pengguna yang tidak menerima pembaruan juga tidak akan kehilangan akunnya. Namun, WhatsApp memperingatkan bahwa mereka memiliki aturan terpisah tentang pengguna yang tidak aktif, dan akun yang tidak aktif selama 120 hari akan dihapus.

Penulis: Inifia

RADAR MALANG – Usai menimbulkan pro dan kontra hingga berujung eksodus user besar-besar ke Telegram, akhirnya WhatsApp resmi memberlakukan kebijakan privasi terbaru hari ini, Sabtu (15/5).

Awalnya, aplikasi perpesanan itu mengancam akan menonaktifkan akun jika tak menyetujui kebijakan tersebut. Setelah mendapatkan protes besar, alih-alih menghapus akun, WhatsApp akan mengurangi fasilitas untuk pengguna yang tidak menyetujui kebijakan privasi terbaru itu.

Dengan pengumuman baru tersebut, para user memang tidak perlu khawatir akunnya bakal hilang. ”Bagi pengguna yang belum sempat, akun mereka tidak akan dihapus atau kehilangan fungsi pada 15 Mei,” kata juru bicara WhatsApp seperti dilansir blog resmi mereka, Sabtu (15/5).

Platform perpesanan itu mengatakan akan memberikan waktu lebih banyak bagi pengguna untuk membaca dan menerima pembaruan tersebut.

Namun, beberapa minggu setelah tenggat waktu tanggal 15 Mei, peringatan yang meminta pengguna menerima pembaruan itu akan muncul lebih sering. Setelah itu pengguna akan mulai kehilangan beberapa fungsi di WhatsApp sampai mereka menerima pembaruan.

“Pengguna yang masih belum juga menerima pembaruan akan kehilangan beberapa fungsi seperti tidak bisa melihat daftar chat,” sambung WhatsApp.

Sementara itu, pengguna juga masih bisa menerima panggilan suara atau video yang masuk. Untuk membaca, membalas pesan, atau menelepon kembali jika ada panggilan tak terjawab, pengguna harus mengaktifkan notifikasi.

Kebijakan privasi baru mencatat bahwa ketika pengguna memakai layanan pihak ketiga atau produk Facebook lain yang terintegrasi dengan WhatsApp, layanan itu dapat menerima informasi tentang apa yang pengguna atau orang lain bagikan dengan mereka.

WhatsApp menjelaskan, ketika pengguna mengandalkan ini, informasi seperti alamat IP bisa diberikan kepada pihak ketiga terkait atau produk Facebook lainnya.

Hal ini juga berarti, ketika seseorang memakai layanan pihak ketiga atau produk Facebook lainnya, ketentuan dan kebijakan privasi mereka akan mengatur penggunaan atas layanan dan produk tersebut.

Untuk informasi soal platform Facebook dan WhatsApp juga akan dijelaskan setelah melakukan pembaharuan. Baik itu info seputar peningkatan infrastruktur dan sistem pengiriman, keselamatan dan keamanan produk-produk Facebook, pengalaman layanan termasuk saran untuk pengguna, serta konten yang dipersonalisasi seputar pembelian dan transaksi.

Juru bicara WhatsApp mengatakan pengguna yang tidak menerima pembaruan juga tidak akan kehilangan akunnya. Namun, WhatsApp memperingatkan bahwa mereka memiliki aturan terpisah tentang pengguna yang tidak aktif, dan akun yang tidak aktif selama 120 hari akan dihapus.

Penulis: Inifia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru