alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Lebih Dekat dengan Shandy Purnamasari, Founder MS Glow

Kuncinya adalah Terus Berinovasi dan Punya Value Lebih

Berawal dari passion sang founder Shandy Purnamasari, MS Glow kini menjadi salah satu raja bisnis kosmetika di Indonesia. Seperti apa perjuangan Shandy dan suaminya Gilang Widya Pramana melahirkan dan membesarkan MS Glow?

—————-

Shandy mengawali bisnis produk kosmetik dari passionnya di dunia kecantikan. Dari situ ia mulai menjadi reseller paket wajah dari seorang dokter, menjualnya melalui social media secara eceran hingga pertumbuhan konsumen semakin pesat.

”Hingga kemudian memiliki ide untuk membuat brand sendiri,” kata Shandy beberapa waktu lalu. Shandy menceritakan, proses ini cukup panjang. Dimulai dari membuat pendaftaran merk, sertifikat halal, hingga mengurus surat ijin edar dan ijin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). “Ini tidak hanya membutuhkan waktu. Namun juga membutuhkan biaya yang sangat banyak pada saat itu dan memerlukan perjuangan untuk bisa mengumpulkan dana. Ini untuk memperoleh legalitas produk. Saya percaya tidak ada perjuangan yang sia-sia. Dan hari ini, alhamdulilah perjuangannya telah menuai hasil manis,” papar istri Gilang Widya Pramana itu.

Lebih lanjut ibu dua anak itu menyebutkan, kesuksesan MS Glow juga karena faktor tim yang sudah tertata secara struktural. Mulai dari general manager, manager, supervisor hingga staff dan juga pembantu operasional. Setiap bagian dan peran dalam tim ini kinerjanya akan terukur melalui penilaian KPI (Key Performance Indicator). “Kami juga selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas SDM kami melalui pelatihan pelatihan yang sesuai dengan bidang mereka,” tambah perempuan dengan 1 juta followers di Instagram tersebut.

Shandy melanjutkan, perjalanan bisnis MS Glow juga menghadapi banyak tantangan. Meskipun begitu, setiap tantangan yang berhasil dihadapi, terus membawa MS Glow ke level yang lebih tinggi. Mulai dari bisnis rumahan biasa, hingga saat ini sudah memiliki office dan bahkan 11 klinik yang tersebar di kota besar di Indonesia. Serta lebih dari 50 ribu mitra bisnis. Shandy mengatakan, apabila ingin naik level dalam bisnis, memang harus siap menghadapi tantangan dengan strategi yang baik dan tepat.

“Sukanya, dalam membangun bisnis ini saya memiliki banyak keluarga baru di seluruh Indonesia dari mitra bisnis kami. Dengan berbisnis juga bisa menjadi semakin bermanfaat bagi orang lain, membuka banyak lapangan pekerjaan. Bahkan kini kami memiliki J99 Foundation yang siap siaga memberikan bantuan untuk rekan rekan yang membutuhkan. Seperti contoh, saat ada gempa dan banjir di Manado, Kalimantan, NTT, Sulawesi, Probolinggo, dan juga gempa di Malang selatan kemarin. Senang sekali rasanya bisa membantu saudara-saudara yang membutuhkan bantuan dan meringankan beban mereka,” beber Shandy.

Shandy mengatakan, dia dan Gilang yang saat ini menjadi Presiden Arema FC menikmati setiap proses dari bawah hingga hari ini. “Dari yang dulu mas Gilang masih bekerja pulangnya masih harus membantu untuk packing dan baru bisa istirahat tengah malam besoknya sudah kerja lagi, di hari libur pun yang lain berlibur kami masih bekerja. Namun sekarang melihat kebelakang kami betul betul bersyukur akan proses tersebut, yang bisa membawa kami ke titik ini,” tegas Shandy.

Apa yang membuat MS Glow terus meroket? Gilang menambahkan, adalah kemampuan untuk berinovasi dan mengambil resiko ini sangat penting. “Untuk bisa memenangkan pasar kita harus berinovasi untuk memiliki value lebih dan pembeda dari pada produk atau jasa yang sudah ada di pasaran. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa dan bersedekah, karena dengan berbagi inilah rejeki akan ditambah oleh Tuhan,” tandasnya.

Di Indonesia, MS Glow Aesthetic Clinic ada 11 cabang yang tersebar di beberapa kota. Sedangkan untuk pabrik, ada tiga pabrik yang juga membuka jasa maklon (pembuatan bahan sesuai dengan pesanan customer) di 3 kota. Yaitu Surabaya, Malang dan Bekasi. (rmc/dik)

Berawal dari passion sang founder Shandy Purnamasari, MS Glow kini menjadi salah satu raja bisnis kosmetika di Indonesia. Seperti apa perjuangan Shandy dan suaminya Gilang Widya Pramana melahirkan dan membesarkan MS Glow?

—————-

Shandy mengawali bisnis produk kosmetik dari passionnya di dunia kecantikan. Dari situ ia mulai menjadi reseller paket wajah dari seorang dokter, menjualnya melalui social media secara eceran hingga pertumbuhan konsumen semakin pesat.

”Hingga kemudian memiliki ide untuk membuat brand sendiri,” kata Shandy beberapa waktu lalu. Shandy menceritakan, proses ini cukup panjang. Dimulai dari membuat pendaftaran merk, sertifikat halal, hingga mengurus surat ijin edar dan ijin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). “Ini tidak hanya membutuhkan waktu. Namun juga membutuhkan biaya yang sangat banyak pada saat itu dan memerlukan perjuangan untuk bisa mengumpulkan dana. Ini untuk memperoleh legalitas produk. Saya percaya tidak ada perjuangan yang sia-sia. Dan hari ini, alhamdulilah perjuangannya telah menuai hasil manis,” papar istri Gilang Widya Pramana itu.

Lebih lanjut ibu dua anak itu menyebutkan, kesuksesan MS Glow juga karena faktor tim yang sudah tertata secara struktural. Mulai dari general manager, manager, supervisor hingga staff dan juga pembantu operasional. Setiap bagian dan peran dalam tim ini kinerjanya akan terukur melalui penilaian KPI (Key Performance Indicator). “Kami juga selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas SDM kami melalui pelatihan pelatihan yang sesuai dengan bidang mereka,” tambah perempuan dengan 1 juta followers di Instagram tersebut.

Shandy melanjutkan, perjalanan bisnis MS Glow juga menghadapi banyak tantangan. Meskipun begitu, setiap tantangan yang berhasil dihadapi, terus membawa MS Glow ke level yang lebih tinggi. Mulai dari bisnis rumahan biasa, hingga saat ini sudah memiliki office dan bahkan 11 klinik yang tersebar di kota besar di Indonesia. Serta lebih dari 50 ribu mitra bisnis. Shandy mengatakan, apabila ingin naik level dalam bisnis, memang harus siap menghadapi tantangan dengan strategi yang baik dan tepat.

“Sukanya, dalam membangun bisnis ini saya memiliki banyak keluarga baru di seluruh Indonesia dari mitra bisnis kami. Dengan berbisnis juga bisa menjadi semakin bermanfaat bagi orang lain, membuka banyak lapangan pekerjaan. Bahkan kini kami memiliki J99 Foundation yang siap siaga memberikan bantuan untuk rekan rekan yang membutuhkan. Seperti contoh, saat ada gempa dan banjir di Manado, Kalimantan, NTT, Sulawesi, Probolinggo, dan juga gempa di Malang selatan kemarin. Senang sekali rasanya bisa membantu saudara-saudara yang membutuhkan bantuan dan meringankan beban mereka,” beber Shandy.

Shandy mengatakan, dia dan Gilang yang saat ini menjadi Presiden Arema FC menikmati setiap proses dari bawah hingga hari ini. “Dari yang dulu mas Gilang masih bekerja pulangnya masih harus membantu untuk packing dan baru bisa istirahat tengah malam besoknya sudah kerja lagi, di hari libur pun yang lain berlibur kami masih bekerja. Namun sekarang melihat kebelakang kami betul betul bersyukur akan proses tersebut, yang bisa membawa kami ke titik ini,” tegas Shandy.

Apa yang membuat MS Glow terus meroket? Gilang menambahkan, adalah kemampuan untuk berinovasi dan mengambil resiko ini sangat penting. “Untuk bisa memenangkan pasar kita harus berinovasi untuk memiliki value lebih dan pembeda dari pada produk atau jasa yang sudah ada di pasaran. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa dan bersedekah, karena dengan berbagi inilah rejeki akan ditambah oleh Tuhan,” tandasnya.

Di Indonesia, MS Glow Aesthetic Clinic ada 11 cabang yang tersebar di beberapa kota. Sedangkan untuk pabrik, ada tiga pabrik yang juga membuka jasa maklon (pembuatan bahan sesuai dengan pesanan customer) di 3 kota. Yaitu Surabaya, Malang dan Bekasi. (rmc/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru