alexametrics
30.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

4 Film Indonesia Lolos Ke Busan International Film Festival 2021

RADAR MALANG – Di tengah bioskop di tanah air mati suri cukup panjang terimbas pandemi Covid-19, dunia perfilman tanah air datang dengan kabar gembira. Ada 4 film karya anak negeri berhasil lulus seleksi dalam Busan International Film Festival (BIFF) yang akan digelar di Busan, Korea Selatan, pada 6-15 Oktober 2021 mendatang.

Keempat film tersebut adalah Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Penyalin Cahaya, Yuni, dan Laut Memanggilku.

Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas dan film Yuni terseleksi masuk dalam program A Window on Asian Cinema di BIFF. Sementara film pendek Laut Memanggilku besutan Tumpal Tampubolon, terseleksi masuk ke dalam kompetisi film pendek program Wide Angle dalam Busan International Film Festival.

Dan yang terakhir, film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja juga diumumkan lulus seleksi masuk ke Busan International Film Festival untuk program New Currents. Dalam program ini, baru ada tiga film Indonesia yang berhasil lulus. Sebelumnya ada dua film yang behasil lulus yaitu film Babi Buta Yang Ingin Terbang pada 2008 dan The Mirror Never Lies pada 2011.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas adalah sebuah film yang adaptasi dari novel karya Eka Kurniawan dan disutradarai oleh Edwin. Film ini berhasil meraih Golden Leopard dalam Locarno International Film Festival pada Agustus 2021 lalu.

Filmnya kembali terseleksi dalam Busan International Film Festival 2021, Meiske Taurisia selaku produser Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas mengaku sangat senang dan bangga. Ia pun mengaku punya kenangan menarik dengan festival film kenamaan di kawasan Asia itu.

“Busan akan selalu menempati tempat yang spesial karena film pertama kami, Babi Buta Yang Ingin Terbang, 2008, sutradara Edwin dan saya sebagai produser berkompetisi dalam program New Currents. Sebuah program kompetisi untuk film pertama dan kedua yang didedikasikan untuk new discovery sutradara-sutradara muda Asia,” tutur Meiske Taurisia dilansir dari Jawapos, Rabu (15/9).

Ifa Isfansyah, produser dari film Yuni mengungkapkan hal senada. Ia mengaku senang sekali filmnya lulus seleksi dalam Busan International Film Festival tahun ini. Dia bahkan menyatakan memang sangat mengharapkan film filmnya bisa masuk ke dalam Busan.

“Senang sekali tahun ini Yuni bisa Asian Premiere di Busan. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain merayakan ini bersama teman-teman pembuat film di Indonesia. Kebahagiaan tersendiri justru di masa krisis ini film Indonesia memperoleh pencapaian yang membanggakan,” tutur Ifa Isfansyah.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Di tengah bioskop di tanah air mati suri cukup panjang terimbas pandemi Covid-19, dunia perfilman tanah air datang dengan kabar gembira. Ada 4 film karya anak negeri berhasil lulus seleksi dalam Busan International Film Festival (BIFF) yang akan digelar di Busan, Korea Selatan, pada 6-15 Oktober 2021 mendatang.

Keempat film tersebut adalah Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Penyalin Cahaya, Yuni, dan Laut Memanggilku.

Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas dan film Yuni terseleksi masuk dalam program A Window on Asian Cinema di BIFF. Sementara film pendek Laut Memanggilku besutan Tumpal Tampubolon, terseleksi masuk ke dalam kompetisi film pendek program Wide Angle dalam Busan International Film Festival.

Dan yang terakhir, film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja juga diumumkan lulus seleksi masuk ke Busan International Film Festival untuk program New Currents. Dalam program ini, baru ada tiga film Indonesia yang berhasil lulus. Sebelumnya ada dua film yang behasil lulus yaitu film Babi Buta Yang Ingin Terbang pada 2008 dan The Mirror Never Lies pada 2011.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas adalah sebuah film yang adaptasi dari novel karya Eka Kurniawan dan disutradarai oleh Edwin. Film ini berhasil meraih Golden Leopard dalam Locarno International Film Festival pada Agustus 2021 lalu.

Filmnya kembali terseleksi dalam Busan International Film Festival 2021, Meiske Taurisia selaku produser Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas mengaku sangat senang dan bangga. Ia pun mengaku punya kenangan menarik dengan festival film kenamaan di kawasan Asia itu.

“Busan akan selalu menempati tempat yang spesial karena film pertama kami, Babi Buta Yang Ingin Terbang, 2008, sutradara Edwin dan saya sebagai produser berkompetisi dalam program New Currents. Sebuah program kompetisi untuk film pertama dan kedua yang didedikasikan untuk new discovery sutradara-sutradara muda Asia,” tutur Meiske Taurisia dilansir dari Jawapos, Rabu (15/9).

Ifa Isfansyah, produser dari film Yuni mengungkapkan hal senada. Ia mengaku senang sekali filmnya lulus seleksi dalam Busan International Film Festival tahun ini. Dia bahkan menyatakan memang sangat mengharapkan film filmnya bisa masuk ke dalam Busan.

“Senang sekali tahun ini Yuni bisa Asian Premiere di Busan. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain merayakan ini bersama teman-teman pembuat film di Indonesia. Kebahagiaan tersendiri justru di masa krisis ini film Indonesia memperoleh pencapaian yang membanggakan,” tutur Ifa Isfansyah.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru