alexametrics
29C
Malang
Friday, 5 March 2021

Lukisan Binatang Tertua Dunia Ditemukan di Indonesia

RADARMALANG – Para arkeolog menemukan lukisan gua hewan tertua dunia yang diyakini digambar pada 45.500 tahun yang lalu. Lukisan ini ditemukan di gua Leang Tedongnge, sebuah lembah terpencil di pulau Sulawesi. Gambarnya berupa babi kutil Sulawesi.

Gambar babi kutil tersebut sesuai ukuran aslinya dan diidentifikasi digambar menggunakan pigmen oker merah tua. yaitu Pigmen kuning-merah-coklat alami yang berasal dari tanah liat berpigmen hematit atau mineral kemerahan yang mengandung zat besi teroksidasi.

“Orang yang membuat ini sudah modern. Mereka memiliki kemampuan dan alat untuk menggambar apapun yang mereka mau. Sama seperti kita sekarang ini,” ungkap Maxime Auber, salah satu penulis laporan yang diterbitkan di jurnal Science Advances.

Melansir jurnal Science Advances, Sabtu (16/1), laporan tersebut mengatakan bahwa lukisan ini berukuran 136×54 sentimeter yang menggambarkan babi dengan kutil wajah seperti tanduk yang merupakan cirri khas babi jantan dewasa. Juga ada dua cetakan tangan di atas punggung babi dan ada dua babi lainnya yang hanya diawetkan sebagian.

“Babi itu tampak sedang mengamati perkelahian atau interaksi antara dua babi lainnya,” terang Adam Brunn, rekan penulis Maxime.

Untuk membuat cetakan tangan tersebut, seniman harus meletakkan tangannya di atas permukaan sebelum menuangkan dan meludahkan pigmen di atasnya. Sehingga para arkeolog ini juga sedang mencoba untuk mencari DNA dan sisa air liur yang tertinggal.

Menurut Brunn, temuan ini memberikan bukti bahwa telah ada pemukiman manusia sejak tahun tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa gambar lukisan tersebut nampak seperti bagian dari sebuah adegan naratif. Dari identifikasinya berupa kandungan uranium yang ada di kalsit gua tersebut telah berusia 45.500 tahun.

Sehingga ada kemudian umur lukisan itu tidak setua itu, atau hanya sekitar 44.000 tahun. “Tapi bisa jadi lebih tua lagi karena hasil identifikasi kami hanya berupa kalsit,” tambahnya seperti yang dilansir pada BBC, Kamis (14/1).

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADARMALANG – Para arkeolog menemukan lukisan gua hewan tertua dunia yang diyakini digambar pada 45.500 tahun yang lalu. Lukisan ini ditemukan di gua Leang Tedongnge, sebuah lembah terpencil di pulau Sulawesi. Gambarnya berupa babi kutil Sulawesi.

Gambar babi kutil tersebut sesuai ukuran aslinya dan diidentifikasi digambar menggunakan pigmen oker merah tua. yaitu Pigmen kuning-merah-coklat alami yang berasal dari tanah liat berpigmen hematit atau mineral kemerahan yang mengandung zat besi teroksidasi.

“Orang yang membuat ini sudah modern. Mereka memiliki kemampuan dan alat untuk menggambar apapun yang mereka mau. Sama seperti kita sekarang ini,” ungkap Maxime Auber, salah satu penulis laporan yang diterbitkan di jurnal Science Advances.

Melansir jurnal Science Advances, Sabtu (16/1), laporan tersebut mengatakan bahwa lukisan ini berukuran 136×54 sentimeter yang menggambarkan babi dengan kutil wajah seperti tanduk yang merupakan cirri khas babi jantan dewasa. Juga ada dua cetakan tangan di atas punggung babi dan ada dua babi lainnya yang hanya diawetkan sebagian.

“Babi itu tampak sedang mengamati perkelahian atau interaksi antara dua babi lainnya,” terang Adam Brunn, rekan penulis Maxime.

Untuk membuat cetakan tangan tersebut, seniman harus meletakkan tangannya di atas permukaan sebelum menuangkan dan meludahkan pigmen di atasnya. Sehingga para arkeolog ini juga sedang mencoba untuk mencari DNA dan sisa air liur yang tertinggal.

Menurut Brunn, temuan ini memberikan bukti bahwa telah ada pemukiman manusia sejak tahun tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa gambar lukisan tersebut nampak seperti bagian dari sebuah adegan naratif. Dari identifikasinya berupa kandungan uranium yang ada di kalsit gua tersebut telah berusia 45.500 tahun.

Sehingga ada kemudian umur lukisan itu tidak setua itu, atau hanya sekitar 44.000 tahun. “Tapi bisa jadi lebih tua lagi karena hasil identifikasi kami hanya berupa kalsit,” tambahnya seperti yang dilansir pada BBC, Kamis (14/1).

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru