alexametrics
21.4 C
Malang
Tuesday, 5 July 2022

Sembilan Hari Napak Tilas Spiritual ke Mesir, Palestina, dan Yordania (24): Tadarus tentang Kaum Pembegal di Makam Nabi Syuaib AS

Di makam Nabi Syuaib Alaihissalam (AS), saya sempat menghitung panjangnya. Sekitar 6 meter. Berarti setinggi itu Nabi Syuaib AS semasa hidupnya?
***

Dalam perjalanan ke Wadi Rum, kami singgah ke makamnya Nabi Syuaib AS. Makamnya terletak di kawasan Wadi Syuaib atau Lembah Syuaib. Ketika akan memasuki areal itu, kami melewati perkebunan pisang. Berarti, lahan di sana cukup subur.
Perjalanan dari restoran yang dekat dengan Laut Mati itu ke makam Nabi Syuaib AS sekitar satu jam. Pukul 14.30 waktu setempat kami sudah tiba di lokasi makam Nabi Syuaib AS. Makamnya terletak di sebelah kiri bangunan masjid. Dan masjid itu berbentuk kotak, dengan kubah warna putih di atasnya. Dengan dinding masjid berwarna pastel.
Ketika kami tiba di masjid itu, ada beberapa jamaah yang bersiap-siap melaksanakan salat Asar. Kami sudah salat Asar. Untuk bisa berziarah ke makam Nabi Syuaib AS, kami harus menunggu jamaah salat Asar di masjid itu selesai. Sebab, yang mengurus makam Nabi Syuaib AS atau juru kunci makam itu sedang ikut salat. Dan makam Nabi Syuaib AS terletak di sebuah ruangan yang terkunci.
Sore itu hanya kami rombongan yang berziarah ke makam Nabi Syuaib AS. Sama seperti makam nabi-nabi yang lain di Mesir, yang berziarah memang tak banyak.
Tak berapa lama, sang juru kunci makam Nabi Syuaib AS menyapa kami dengan ramah. Dia pria separo baya. Setelah menanyakan asal kami, dia lantas membuka ruangan makam, lalu mempersilakan kami masuk.
Makam Nabi Syuaib AS terletak di sebuah ruangan yang tak seberapa luas. Kira-kira 8×4 meter. Makamnya dibungkus semacam keranda yang ditutupi kain berwarna hijau. Terdapat tulisan di kain hijau itu: Sayyidina Hadroti Syuaib Alaihissalam. Saya hitung, panjang dari makam itu sekitar 6 meter. Saya membayangkan, berarti kira-kira setinggi itulah Nabi Syuaib AS semasa hidupnya.
Kisah Nabi Syuaib AS disebutkan di dalam Alquran 11 kali. Dan Nabi Syuaib AS termasuk satu dari empat nabi dan rasul dari kalangan bangsa Arab. Seperti disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dzar yang terdapat dalam kitab Sahih bin Hibban pada pembahasan tentang ”Para Nabi dan Rasul”, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Ada empat Nabi dari kalangan bangsa Arab, yaitu Hud, Shaleh, Syuaib, dan nabimu ini (Muhammad SAW), wahai Abu Dzar,” (HR Ibnu Hibban).
Nabi Syuaib AS diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada kaum Madyan. Sebagaimana disebutkan di dalam Alquran Surat Al A’raf ayat 85: ”Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syuaib. Dia berkata: Wahai kaumku sembahlah Allah. Sekali-kali tidak ada Tuhan bagi kalian selain Dia. Sesungguhnya, telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian”.
Selain itu, kisah Nabi Syuaib AS dan kaumnya bernama Madyan ini juga diceritakan Allah SWT dalam surat Hud ayat 84-95.
Menurut Ibnu Katsir dalam Kitab Qishashul Anbiyak diceritakan, bahwa penduduk Madyan merupakan kaum Arab yang menetap di Kota Madyan. Kota ini terletak di daerah Ma’an, perbatasan dengan Syam (kini pecah menjadi tiga negara: Mesir, Palestina, dan Yordania), dekat dengan danau kaumnya Nabi Luth AS. Penduduk Madyan berkembang tidak lama setelah binasanya kaum Nabi Luth AS.

PENJAGA: Penulis bersama penjaga makam Nabi Syuaib AS di depan Masjid Syuaib.

Merujuk pada keterangan di atas, lokasi yang kami datangi, yakni tempat makam Nabi Syuaib AS itu, diperkirakan adalah lokasi tempat tinggalnya kaum Madyan. Karena lokasi itu berdekatan dengan Laut Mati. Dan Laut Mati disebut-sebut sebagai bekas danaunya kaum Nabi Luth AS. Dari Laut Mati yang sebelumnya kami datangi, ke makam Nabi Syuaib AS tak seberapa jauh. Hanya satu jam perjalanan.
Penduduk Madyan adalah orang-orang kafir yang mempunyai kebiasaan merampok di tengah jalan (begal), dan menakut-nakuti orang yang sedang dalam perjalanan. Mereka menyembah Aykah, yaitu sebatang pohon yang dikelilingi oleh kebun-kebun. Makanya, kaum Madyan juga disebut sebagai Ashabul Aykah.
Penduduk Madyan ini adalah kelompok masyarakat yang paling jahat karakternya dalam berhubungan dengan orang lain. Mereka suka mengurangi timbangan dan takaran ketika menjual dan mengambil tambahan ketika membeli. Dengan berbagai macam kesesatan dan kerusakan inilah, Nabi Syuaib AS diutus untuk memberikan peringatan dan menyadarkan kaumnya itu.
Tapi, kebanyakan kaum Madyan itu membangkang atas perintah Allah yang disampaikan melalui Nabi Syuaib AS. Mereka malah melecehkan, mengancam, dan bahkan mengusir Nabi Syuaib AS. Hingga akhirnya Allah SWT menimpakan berbagai macam azab kepada kaum Madyan. Allah menimpakan gempa yang sangat dahsyat kepada mereka, sehingga semua aktivitas kehidupan menjadi terhenti seketika dan semua makhluk binasa. Gelegar suara yang sangat dahsyat telah menghentikan semua bunyi. Mereka dipayungi oleh naungan awan hitam yang dikirim kepada mereka hingga mereka terjebak dalam kobaran api yang sangat mematikan dari segala penjuru.
Kisah tentang siksa Allah kepada kaum Madyan ini disebutkan di dalam Alquran surat Al A’raf ayat 91: ”Kemudian mereka ditimpa gempa maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka”.
Selain itu juga disebutkan di dalam Surat Asy Syu’ara ayat 189: ”Kemudian mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan.
Sesungguhnya, itulah azab pada hari yang besar”.
Demikianlah, ketika berziarah ke makam Nabi dan Rasul, maka sesungguhnya kita sedang bertadarus Alquran. Karena kisah-kisah dari para nabi itu juga diceritakan di dalam Alquran.
Dari kisah Nabi Syuaib AS, kita bisa belajar tentang bentuk kejahatan umat-umat terdahulu yang ternyata terjadi sampai sekarang. Misalnya, kejahatan begal maupun kejahatan memanipulasi timbangan. Kejahatan ini terjadi sejak zaman kaumnya Nabi Syuaib AS. Dan sampai sekarang masih dilakukan.
Seperti pada makam-makam Nabi dan Rasul sebelumnya yang kami datangi, terdapat beberapa versi tentang keberadaan makam Nabi Syuaib AS. Selain di Yordania, tempat yang kami datangi itu, makam Nabi Syuaib AS disebut-sebut juga terdapat di Hadramaut, Yaman. Ada pula yang berpendapat, makam Nabi Syuaib AS terdapat di Makkah, di sebelah Barat Kakbah, yang terletak di antara Dar an-Nadwah dan Dar Bani Sahm.
Mana yang benar? Wallahu A’lam Bissowab. Yang penting, saya sudah berniat berziarah ke makam Nabi Syuaib AS. Dan ini adalah makam Nabi dan Rasul terakhir yang kami ziarahi dalam rute perjalanan kami.(bersambung/dilengkapi berbagai sumber/ibnuisrofam@gmail.com/YT:mas kum official)

Di makam Nabi Syuaib Alaihissalam (AS), saya sempat menghitung panjangnya. Sekitar 6 meter. Berarti setinggi itu Nabi Syuaib AS semasa hidupnya?
***

Dalam perjalanan ke Wadi Rum, kami singgah ke makamnya Nabi Syuaib AS. Makamnya terletak di kawasan Wadi Syuaib atau Lembah Syuaib. Ketika akan memasuki areal itu, kami melewati perkebunan pisang. Berarti, lahan di sana cukup subur.
Perjalanan dari restoran yang dekat dengan Laut Mati itu ke makam Nabi Syuaib AS sekitar satu jam. Pukul 14.30 waktu setempat kami sudah tiba di lokasi makam Nabi Syuaib AS. Makamnya terletak di sebelah kiri bangunan masjid. Dan masjid itu berbentuk kotak, dengan kubah warna putih di atasnya. Dengan dinding masjid berwarna pastel.
Ketika kami tiba di masjid itu, ada beberapa jamaah yang bersiap-siap melaksanakan salat Asar. Kami sudah salat Asar. Untuk bisa berziarah ke makam Nabi Syuaib AS, kami harus menunggu jamaah salat Asar di masjid itu selesai. Sebab, yang mengurus makam Nabi Syuaib AS atau juru kunci makam itu sedang ikut salat. Dan makam Nabi Syuaib AS terletak di sebuah ruangan yang terkunci.
Sore itu hanya kami rombongan yang berziarah ke makam Nabi Syuaib AS. Sama seperti makam nabi-nabi yang lain di Mesir, yang berziarah memang tak banyak.
Tak berapa lama, sang juru kunci makam Nabi Syuaib AS menyapa kami dengan ramah. Dia pria separo baya. Setelah menanyakan asal kami, dia lantas membuka ruangan makam, lalu mempersilakan kami masuk.
Makam Nabi Syuaib AS terletak di sebuah ruangan yang tak seberapa luas. Kira-kira 8×4 meter. Makamnya dibungkus semacam keranda yang ditutupi kain berwarna hijau. Terdapat tulisan di kain hijau itu: Sayyidina Hadroti Syuaib Alaihissalam. Saya hitung, panjang dari makam itu sekitar 6 meter. Saya membayangkan, berarti kira-kira setinggi itulah Nabi Syuaib AS semasa hidupnya.
Kisah Nabi Syuaib AS disebutkan di dalam Alquran 11 kali. Dan Nabi Syuaib AS termasuk satu dari empat nabi dan rasul dari kalangan bangsa Arab. Seperti disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dzar yang terdapat dalam kitab Sahih bin Hibban pada pembahasan tentang ”Para Nabi dan Rasul”, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Ada empat Nabi dari kalangan bangsa Arab, yaitu Hud, Shaleh, Syuaib, dan nabimu ini (Muhammad SAW), wahai Abu Dzar,” (HR Ibnu Hibban).
Nabi Syuaib AS diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada kaum Madyan. Sebagaimana disebutkan di dalam Alquran Surat Al A’raf ayat 85: ”Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syuaib. Dia berkata: Wahai kaumku sembahlah Allah. Sekali-kali tidak ada Tuhan bagi kalian selain Dia. Sesungguhnya, telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian”.
Selain itu, kisah Nabi Syuaib AS dan kaumnya bernama Madyan ini juga diceritakan Allah SWT dalam surat Hud ayat 84-95.
Menurut Ibnu Katsir dalam Kitab Qishashul Anbiyak diceritakan, bahwa penduduk Madyan merupakan kaum Arab yang menetap di Kota Madyan. Kota ini terletak di daerah Ma’an, perbatasan dengan Syam (kini pecah menjadi tiga negara: Mesir, Palestina, dan Yordania), dekat dengan danau kaumnya Nabi Luth AS. Penduduk Madyan berkembang tidak lama setelah binasanya kaum Nabi Luth AS.

PENJAGA: Penulis bersama penjaga makam Nabi Syuaib AS di depan Masjid Syuaib.

Merujuk pada keterangan di atas, lokasi yang kami datangi, yakni tempat makam Nabi Syuaib AS itu, diperkirakan adalah lokasi tempat tinggalnya kaum Madyan. Karena lokasi itu berdekatan dengan Laut Mati. Dan Laut Mati disebut-sebut sebagai bekas danaunya kaum Nabi Luth AS. Dari Laut Mati yang sebelumnya kami datangi, ke makam Nabi Syuaib AS tak seberapa jauh. Hanya satu jam perjalanan.
Penduduk Madyan adalah orang-orang kafir yang mempunyai kebiasaan merampok di tengah jalan (begal), dan menakut-nakuti orang yang sedang dalam perjalanan. Mereka menyembah Aykah, yaitu sebatang pohon yang dikelilingi oleh kebun-kebun. Makanya, kaum Madyan juga disebut sebagai Ashabul Aykah.
Penduduk Madyan ini adalah kelompok masyarakat yang paling jahat karakternya dalam berhubungan dengan orang lain. Mereka suka mengurangi timbangan dan takaran ketika menjual dan mengambil tambahan ketika membeli. Dengan berbagai macam kesesatan dan kerusakan inilah, Nabi Syuaib AS diutus untuk memberikan peringatan dan menyadarkan kaumnya itu.
Tapi, kebanyakan kaum Madyan itu membangkang atas perintah Allah yang disampaikan melalui Nabi Syuaib AS. Mereka malah melecehkan, mengancam, dan bahkan mengusir Nabi Syuaib AS. Hingga akhirnya Allah SWT menimpakan berbagai macam azab kepada kaum Madyan. Allah menimpakan gempa yang sangat dahsyat kepada mereka, sehingga semua aktivitas kehidupan menjadi terhenti seketika dan semua makhluk binasa. Gelegar suara yang sangat dahsyat telah menghentikan semua bunyi. Mereka dipayungi oleh naungan awan hitam yang dikirim kepada mereka hingga mereka terjebak dalam kobaran api yang sangat mematikan dari segala penjuru.
Kisah tentang siksa Allah kepada kaum Madyan ini disebutkan di dalam Alquran surat Al A’raf ayat 91: ”Kemudian mereka ditimpa gempa maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka”.
Selain itu juga disebutkan di dalam Surat Asy Syu’ara ayat 189: ”Kemudian mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan.
Sesungguhnya, itulah azab pada hari yang besar”.
Demikianlah, ketika berziarah ke makam Nabi dan Rasul, maka sesungguhnya kita sedang bertadarus Alquran. Karena kisah-kisah dari para nabi itu juga diceritakan di dalam Alquran.
Dari kisah Nabi Syuaib AS, kita bisa belajar tentang bentuk kejahatan umat-umat terdahulu yang ternyata terjadi sampai sekarang. Misalnya, kejahatan begal maupun kejahatan memanipulasi timbangan. Kejahatan ini terjadi sejak zaman kaumnya Nabi Syuaib AS. Dan sampai sekarang masih dilakukan.
Seperti pada makam-makam Nabi dan Rasul sebelumnya yang kami datangi, terdapat beberapa versi tentang keberadaan makam Nabi Syuaib AS. Selain di Yordania, tempat yang kami datangi itu, makam Nabi Syuaib AS disebut-sebut juga terdapat di Hadramaut, Yaman. Ada pula yang berpendapat, makam Nabi Syuaib AS terdapat di Makkah, di sebelah Barat Kakbah, yang terletak di antara Dar an-Nadwah dan Dar Bani Sahm.
Mana yang benar? Wallahu A’lam Bissowab. Yang penting, saya sudah berniat berziarah ke makam Nabi Syuaib AS. Dan ini adalah makam Nabi dan Rasul terakhir yang kami ziarahi dalam rute perjalanan kami.(bersambung/dilengkapi berbagai sumber/ibnuisrofam@gmail.com/YT:mas kum official)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/