alexametrics
21.4 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Mengenal Marie Thomas, Wanita yang Nampang di Google Doodle Hari Ini

RADAR MALANG – Google menampilkan ilustrasi sosok dokter wanita yang sedang menggendong bayi di halaman pencarian. Tak banyak orang yang tahu siapa sosok yang ada di Google Doodle hari ini, Rabu (17/2). Lantas siapakah dokter wanita itu? Dan mengapa Google Doodle menampilkan sosok tersebut?

Melansir dari timebulletin, Rabu (17/2), Google Doodle merayakan ulang tahun dokter wanita Indonesia pertama Dr Marie Thomas yang ke-125. Dokter spesialis wanita pertama di bidang ginekologi dan kebidanan ini lahir pada tanggal 17 Februari 1896 di Likupang yang terletak di wilayah Minahasa Sulawesi Utara.

Marie Thomas memperoleh ijazahnya dari Sekolah Pelatihan Dokter Asli (STOVIA atau School tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1922. Ia melanjutkan studinya ke spesialis kebidanan dan ginekologi. Sehingga ia dipandang sebagai dokter Indonesia pertama yang mengkhususkan diri di bidang ini. Ia pun mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi.

Pada September 1912, Thomas masuk STOVIA (Sekolah Pendidikan Dokter Asli) dan didukung oleh yayasan STOVIA. Pada saat pendaftarannya, Marie adalah satu-satunya siswa perempuan di antara sekitar 200 siswa laki-laki.

Marie Thomas menyelesaikan studinya di STOVIA pada tahun 1922 dan diakui sebagai lulusan wanita pertama. Dia kemudian memulai praktik medisnya di rumah sakit utama di Batavia (sekarang Jakarta) bernama Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ) (sekarang Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo).

Dokter wanita ini bekerja di Medan, Manado, dan Batavia, di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, rumah sakit yang didirikan oleh yayasan STOVIA. Thomas juga pernah menjadi asisten Nicolaas Boerma, seorang dokter Belanda yang mewakili spesialis di bidang kebidanan. Dia adalah salah satu dokter pertama yang mengelola alat kontrasepsi dan alat kontrasepsi dalam rahim.

Pada tanggal 16 Maret 1929, Marie Thomas menikah dengan Mohammad Joesoef yang juga seorang dokter. Mereka kemudian pindah ke Padang di Sumatera Barat tempat asal Mohammad. Dr Marie Thomas kemudian bekerja di Pelayanan Kesehatan Masyarakat (DVG atau Dienst der Volksgezondheid).

Terkenal dengan kemurahan hatinya, Marie Thomas biasanya memberikan perhatian kepada pasien-pasien yang tidak mampu membayar perawatan.

Penulis : Anggi Dianing

RADAR MALANG – Google menampilkan ilustrasi sosok dokter wanita yang sedang menggendong bayi di halaman pencarian. Tak banyak orang yang tahu siapa sosok yang ada di Google Doodle hari ini, Rabu (17/2). Lantas siapakah dokter wanita itu? Dan mengapa Google Doodle menampilkan sosok tersebut?

Melansir dari timebulletin, Rabu (17/2), Google Doodle merayakan ulang tahun dokter wanita Indonesia pertama Dr Marie Thomas yang ke-125. Dokter spesialis wanita pertama di bidang ginekologi dan kebidanan ini lahir pada tanggal 17 Februari 1896 di Likupang yang terletak di wilayah Minahasa Sulawesi Utara.

Marie Thomas memperoleh ijazahnya dari Sekolah Pelatihan Dokter Asli (STOVIA atau School tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1922. Ia melanjutkan studinya ke spesialis kebidanan dan ginekologi. Sehingga ia dipandang sebagai dokter Indonesia pertama yang mengkhususkan diri di bidang ini. Ia pun mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi.

Pada September 1912, Thomas masuk STOVIA (Sekolah Pendidikan Dokter Asli) dan didukung oleh yayasan STOVIA. Pada saat pendaftarannya, Marie adalah satu-satunya siswa perempuan di antara sekitar 200 siswa laki-laki.

Marie Thomas menyelesaikan studinya di STOVIA pada tahun 1922 dan diakui sebagai lulusan wanita pertama. Dia kemudian memulai praktik medisnya di rumah sakit utama di Batavia (sekarang Jakarta) bernama Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ) (sekarang Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo).

Dokter wanita ini bekerja di Medan, Manado, dan Batavia, di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, rumah sakit yang didirikan oleh yayasan STOVIA. Thomas juga pernah menjadi asisten Nicolaas Boerma, seorang dokter Belanda yang mewakili spesialis di bidang kebidanan. Dia adalah salah satu dokter pertama yang mengelola alat kontrasepsi dan alat kontrasepsi dalam rahim.

Pada tanggal 16 Maret 1929, Marie Thomas menikah dengan Mohammad Joesoef yang juga seorang dokter. Mereka kemudian pindah ke Padang di Sumatera Barat tempat asal Mohammad. Dr Marie Thomas kemudian bekerja di Pelayanan Kesehatan Masyarakat (DVG atau Dienst der Volksgezondheid).

Terkenal dengan kemurahan hatinya, Marie Thomas biasanya memberikan perhatian kepada pasien-pasien yang tidak mampu membayar perawatan.

Penulis : Anggi Dianing

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/