alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Situs Parler Kembali Aktif Usai Diblokir Karena Dianggap Dukung Trump

RADAR MALANG – Parler, situs jejaring sosial yang sempat populer di AS, telah kembali online setelah sebulan ditangguhkan. Perusahaan tersebut mengumumkan dalam siaran pers bahwa situs Parler sekarang dapat diakses pengguna dengan akun mereka yang sebelumnya dan akan mulai menerima pendaftaran akun baru pekan depan.

Sebelumnya, Parler ditangguhkan oleh Amazon, Google, dan Apple ini berkaitan dengan serangan di US Capitol pada Januari lalu. Situs ini dianggap menyebarkan informasi yang mengarah pada kekerasan hingga hasutan yang mengancam keselamatan publik.

Mengutip dari The Verge, Rabu (17/2), platform tersebut kembali online dengan menyebut diri mereka sebagai teknologi yang kuat, tangguh, dan independen. Mereka juga diketahui mendaftarkan domainnya ke Epik, registrar yang dikenal sebagai surga bagi situs sayap kanan yang kerap mengalami deplatform.

Selain mendesain ulang logonya, Parler juga memperbarui pedoman komunitasnya. Yang menjelaskan bahwa perusahaan tidak akan mengizinkan dirinya digunakan sebagai alat untuk kejahatan, gugatan perdata, atau tindakan melanggar hukum lainnya.

“Dalam kasus apa pun Parler tidak ikut memutuskan konten apa yang akan dihapus atau difilter, serta akun siapa yang akan dihapus,” tulis pedoman komunitas tersebut. Meski telah kembali online, Apple dan Google masih belum juga memulihkan aplikasi Parler dalam store-nya. Sedangkan Parler juga masih melawan gugatan yang dilayangkan oleh Amazon.

CEO sementara yang baru, Mark Meckler yang sebelumnya menjadi salah satu pendiri grup Tea Party Patriots, menegaskan bahwa Parler tidak berafiliasi politik dengan pihak manapun. Namun Parler justru menjadi pusat kampanye pro-Trump yang berupaya membatalkan terselenggaranya pemilu AS pada 6 Januari lalu, yang membuat Amazon Web Service menangguhkan situs ini pada 10 Januari.

Meski Trump tidak memiliki akun Parler yang terverifikasi, namun tim kampanyenya diketahui memiliki akun di Parler. Bahkan sekutu Trump, pengacara Rudy Guliani dan Eric Trump diketahui juga memiliki akun di Parler.

Sementara itu, kepopuleran Parler berdasar data di Sensor Tower, telah diunduh sebanyak 10,8 juta kali dari App Store dan Google Play. Sedangkan sebanyak 8,7 juta di antaranya adalah pengguna asal Amerika Serikat.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Parler, situs jejaring sosial yang sempat populer di AS, telah kembali online setelah sebulan ditangguhkan. Perusahaan tersebut mengumumkan dalam siaran pers bahwa situs Parler sekarang dapat diakses pengguna dengan akun mereka yang sebelumnya dan akan mulai menerima pendaftaran akun baru pekan depan.

Sebelumnya, Parler ditangguhkan oleh Amazon, Google, dan Apple ini berkaitan dengan serangan di US Capitol pada Januari lalu. Situs ini dianggap menyebarkan informasi yang mengarah pada kekerasan hingga hasutan yang mengancam keselamatan publik.

Mengutip dari The Verge, Rabu (17/2), platform tersebut kembali online dengan menyebut diri mereka sebagai teknologi yang kuat, tangguh, dan independen. Mereka juga diketahui mendaftarkan domainnya ke Epik, registrar yang dikenal sebagai surga bagi situs sayap kanan yang kerap mengalami deplatform.

Selain mendesain ulang logonya, Parler juga memperbarui pedoman komunitasnya. Yang menjelaskan bahwa perusahaan tidak akan mengizinkan dirinya digunakan sebagai alat untuk kejahatan, gugatan perdata, atau tindakan melanggar hukum lainnya.

“Dalam kasus apa pun Parler tidak ikut memutuskan konten apa yang akan dihapus atau difilter, serta akun siapa yang akan dihapus,” tulis pedoman komunitas tersebut. Meski telah kembali online, Apple dan Google masih belum juga memulihkan aplikasi Parler dalam store-nya. Sedangkan Parler juga masih melawan gugatan yang dilayangkan oleh Amazon.

CEO sementara yang baru, Mark Meckler yang sebelumnya menjadi salah satu pendiri grup Tea Party Patriots, menegaskan bahwa Parler tidak berafiliasi politik dengan pihak manapun. Namun Parler justru menjadi pusat kampanye pro-Trump yang berupaya membatalkan terselenggaranya pemilu AS pada 6 Januari lalu, yang membuat Amazon Web Service menangguhkan situs ini pada 10 Januari.

Meski Trump tidak memiliki akun Parler yang terverifikasi, namun tim kampanyenya diketahui memiliki akun di Parler. Bahkan sekutu Trump, pengacara Rudy Guliani dan Eric Trump diketahui juga memiliki akun di Parler.

Sementara itu, kepopuleran Parler berdasar data di Sensor Tower, telah diunduh sebanyak 10,8 juta kali dari App Store dan Google Play. Sedangkan sebanyak 8,7 juta di antaranya adalah pengguna asal Amerika Serikat.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/