alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Trik Jitu Mendengkur Mode Silent

RADAR MALANG – Mendengkur tak hanay dialami pria, namun perempuan, bahkan anak-anak juga berpotensi mendengkur dalam tidurnya. Sebuah penelitian menyebut, mendengkur dialami 57 persen pria, 40 persen wanita dan sekitar 10 persen anak-anak.

Mengutip PsychologyToday, Rabu (17/3), meski mendengkur adalah fenomena umum, namun kondisi ini mengindikasikan masalah kesehatan, salah satunya kelebihan berat badan.

“Untuk menghentikan dengkuran, dapat dimulai dengan menurunkan berat badan. Langkah ini adalah yang paling signifikan yang dapat mengurangi dan bahkan menghilangkan dengkuran,” tulis Michael J.Breus PhD, seorang psikolog klinis dan diplomat lulusan American Board of Sleep Medicine.

Apabila menurunkan berat badan tidak membantu, coba untuk berhenti merokok. Karena asap rokok bisa mengiritasi saluran udara. Lalu hindari juga mengonsumsi alkohol. Karena alkohol dapat mengendurkan jaringan di tenggorokan, selain itu alkohol juga menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia, kelainan ritme sirkadian, dan durasi tidur yang singkat.

Jika cara-cara tersebut masih belum ampuh, ubahlah posisi tidur. Tidur telentang dapat menyebabkan lidah jatuh ke tenggorokan dan menekan bagian atas saluran napas. Untuk mengatasinya, angkat sedikit kepala atau tidur dengan posisi miring.

Jika kesulitan tetap tidur dalam posisi miring di malam hari, gunakan bantal tubuh untuk membantu menopang tubuh ketika posisi telentang. Atau juga dapat melatih tidur miring dengan menggunakan bola tenis atau kaus kaki yang digulung di bagian belakang pakaian tidur. Ini akan membuat tidur telentang menjadi tidak nyaman, sehingga mendorong diri sendiri untuk berguling miring.

Terakhir, hindari juga mengonsumsi obat yang dapat meningkatkan relaksasi otot di malam hari. Seperti Benzodiazepin, Xanax, Ativan, atau Valium yang dapat mengendurkan otot di tenggorokan dan menyebabkan dengkuran.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Mendengkur tak hanay dialami pria, namun perempuan, bahkan anak-anak juga berpotensi mendengkur dalam tidurnya. Sebuah penelitian menyebut, mendengkur dialami 57 persen pria, 40 persen wanita dan sekitar 10 persen anak-anak.

Mengutip PsychologyToday, Rabu (17/3), meski mendengkur adalah fenomena umum, namun kondisi ini mengindikasikan masalah kesehatan, salah satunya kelebihan berat badan.

“Untuk menghentikan dengkuran, dapat dimulai dengan menurunkan berat badan. Langkah ini adalah yang paling signifikan yang dapat mengurangi dan bahkan menghilangkan dengkuran,” tulis Michael J.Breus PhD, seorang psikolog klinis dan diplomat lulusan American Board of Sleep Medicine.

Apabila menurunkan berat badan tidak membantu, coba untuk berhenti merokok. Karena asap rokok bisa mengiritasi saluran udara. Lalu hindari juga mengonsumsi alkohol. Karena alkohol dapat mengendurkan jaringan di tenggorokan, selain itu alkohol juga menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia, kelainan ritme sirkadian, dan durasi tidur yang singkat.

Jika cara-cara tersebut masih belum ampuh, ubahlah posisi tidur. Tidur telentang dapat menyebabkan lidah jatuh ke tenggorokan dan menekan bagian atas saluran napas. Untuk mengatasinya, angkat sedikit kepala atau tidur dengan posisi miring.

Jika kesulitan tetap tidur dalam posisi miring di malam hari, gunakan bantal tubuh untuk membantu menopang tubuh ketika posisi telentang. Atau juga dapat melatih tidur miring dengan menggunakan bola tenis atau kaus kaki yang digulung di bagian belakang pakaian tidur. Ini akan membuat tidur telentang menjadi tidak nyaman, sehingga mendorong diri sendiri untuk berguling miring.

Terakhir, hindari juga mengonsumsi obat yang dapat meningkatkan relaksasi otot di malam hari. Seperti Benzodiazepin, Xanax, Ativan, atau Valium yang dapat mengendurkan otot di tenggorokan dan menyebabkan dengkuran.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/