alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Penampakan Rumah Tahan Gempa BPPT Seharga Rp 70 Juta

RADAR MALANG – Berada di jalur cincin api (ring of fire) membuat Indonesia jadi negara langganan gempa bumi. Sepanjang 2020, tercatat ada 8.020 gempa dan 754 di antaranya terasa guncangannya. Selain korban jiwa, sebanyak 1.926 rumah juga dilaporkan rusak.

Dari kondisi tersebut, diperlukan upaya mitigasi. Salah satunya menyediakan hunian tahan gempa. Misalnya, yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan menghadirkan inovasi Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG). Untuk mengenalkan ke publik, BPPT menghibahkan satu unit RKTG ke Pemkot Tangerang Selatan kemarin (16/6).

Melansir Jawapos, Kamis (17/6), rumah tersebut berukuran 6 x 6 meter atau tipe 36. Terdiri atas ruang tamu, dua tempat tidur, kamar mandi, dan dapur. Rumah mungil itu tahan gempa karena tersusun dari panel atau papan dengan material komposit polimer. Bahan tersebut dipilih karena sifatnya ringan dan kuat. Papan itu dibuat sedemikian rupa sehingga tinggal dipasang (knockdown) seperti permainan Lego.

Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan, proses pembangunan RKTG cukup singkat, hanya tujuh hari. “Yang lama pondasinya,” katanya saat proses penyerahan hibah RKTG ke Pemkot Tangerang Selatan kemarin. Dia menjelaskan, bagian fondasi menggunakan teknologi rubber seismic bearing dengan tumpuan karet alam lokal. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 90 persen.

Hammam menjelaskan, panel-panel komposit memiliki durabilitas atau daya tahan tinggi. RKTG juga menggunakan genting metal yang ringan. Dengan perpaduan tersebut, rumah itu tahan terhadap guncangan besar. Struktur bangunan tidak akan patah atau roboh seperti rumah konvensional yang tersusun dari tembok bata dan genting tanah liat atau keramik.

BPPT sudah melakukan simulasi internal. Hasilnya, RKTG mampu bertahan dan tidak roboh meski diguncang gempa berkekuatan 7 SR. Keunggulan lainnya, rumah itu tahan terhadap kebakaran.

Hammam berharap ke depan instansi terkait atau pemerintah daerah bisa membangun rumah tahan gempa di daerah masing-masing. Perhitungan awal ongkos pembangunan RKTG itu mencapai Rp 170 juta/unit. Namun, jika dibangun dalam jumlah besar, harga tiap unit bisa ditekan hingga Rp 70 jutaan.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Berada di jalur cincin api (ring of fire) membuat Indonesia jadi negara langganan gempa bumi. Sepanjang 2020, tercatat ada 8.020 gempa dan 754 di antaranya terasa guncangannya. Selain korban jiwa, sebanyak 1.926 rumah juga dilaporkan rusak.

Dari kondisi tersebut, diperlukan upaya mitigasi. Salah satunya menyediakan hunian tahan gempa. Misalnya, yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan menghadirkan inovasi Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG). Untuk mengenalkan ke publik, BPPT menghibahkan satu unit RKTG ke Pemkot Tangerang Selatan kemarin (16/6).

Melansir Jawapos, Kamis (17/6), rumah tersebut berukuran 6 x 6 meter atau tipe 36. Terdiri atas ruang tamu, dua tempat tidur, kamar mandi, dan dapur. Rumah mungil itu tahan gempa karena tersusun dari panel atau papan dengan material komposit polimer. Bahan tersebut dipilih karena sifatnya ringan dan kuat. Papan itu dibuat sedemikian rupa sehingga tinggal dipasang (knockdown) seperti permainan Lego.

Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan, proses pembangunan RKTG cukup singkat, hanya tujuh hari. “Yang lama pondasinya,” katanya saat proses penyerahan hibah RKTG ke Pemkot Tangerang Selatan kemarin. Dia menjelaskan, bagian fondasi menggunakan teknologi rubber seismic bearing dengan tumpuan karet alam lokal. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 90 persen.

Hammam menjelaskan, panel-panel komposit memiliki durabilitas atau daya tahan tinggi. RKTG juga menggunakan genting metal yang ringan. Dengan perpaduan tersebut, rumah itu tahan terhadap guncangan besar. Struktur bangunan tidak akan patah atau roboh seperti rumah konvensional yang tersusun dari tembok bata dan genting tanah liat atau keramik.

BPPT sudah melakukan simulasi internal. Hasilnya, RKTG mampu bertahan dan tidak roboh meski diguncang gempa berkekuatan 7 SR. Keunggulan lainnya, rumah itu tahan terhadap kebakaran.

Hammam berharap ke depan instansi terkait atau pemerintah daerah bisa membangun rumah tahan gempa di daerah masing-masing. Perhitungan awal ongkos pembangunan RKTG itu mencapai Rp 170 juta/unit. Namun, jika dibangun dalam jumlah besar, harga tiap unit bisa ditekan hingga Rp 70 jutaan.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru